
Resident Evil Requiem dikenal sebagai judul game terkini yang mengusung teknologi grafis mutakhir. Game ini telah dirancang khusus agar optimal digunakan pada GPU kelas atas seperti RTX 5070 Ti. Banyak gamer mencari informasi apakah kartu grafis ini mampu menampilkan performa optimal pada resolusi 1440p (QHD), terutama pada pengaturan grafis tertinggi.
RTX 5070 Ti menawarkan kombinasi kekuatan ray tracing, path tracing, serta fitur DLSS 4 berbasis untuk peningkatan kualitas frame dan upscaling. Meski DLSS 4.5 belum tersedia di Resident Evil Requiem, visual yang dihasilkan tetap sangat impresif. Hal ini didukung oleh RE Engine yang dikenal efisien dalam menjaga performa tanpa mengorbankan kualitas saat dioperasikan pada presisi grafis maksimum.
Performa Maksimum Resident Evil Requiem pada 1440p
Pengujian dengan preset tertinggi menunjukkan RTX 5070 Ti mampu menyajikan rata-rata 121 FPS pada modus rasterisasi murni. Jika mengaktifkan fitur “frame generation” dengan pengaturan 4x, performa melonjak hingga 362 FPS tanpa penurunan signifikan pada tingkat FPS terendah 1% dan 0.1%. Data ini menunjukkan GPU ini sangat andal untuk gamer yang mengincar pengalaman imersif di 1440p.
Aktivasi ray tracing menyebabkan penurunan performa sekitar 20% dari performa asli rasterisasi. Namun, ini masih lebih baik bila dibandingkan dengan sejumlah judul game lain dimana path tracing biasanya memakan performa hingga 60–70%. Implementasi RE Engine dinilai efisien, karena biasanya hanya mengurangi jumlah ray yang dipantulkan, tidak menjalankan simulasi penuh seperti engine lain.
Tren di Preset High dan Dampak Ray Tracing/Path Tracing
Dengan preset High, RTX 5070 Ti bisa mencapai 129 FPS pada rasterisasi murni. Perbedaan performa antara preset Maximum dan High terbilang kecil, karena mayoritas pengaturan berat sudah diterapkan bahkan pada pengaturan High. Jika ray tracing diaktifkan, pengurangan performa tetap pada kisaran 20%, tetapi saat path tracing dinyalakan, penurunan mencapai 45%. Faktor ini kemungkinan dipengaruhi oleh penggunaan tekstur resolusi tinggi saat resolusi QHD diaktifkan.
Stabilitas Performa pada Preset Normal
Menurunkan pengaturan ke preset Normal memberikan peningkatan performa sekitar 15% dari preset High. Pada mode ini tercatat rata-rata 142 FPS, dengan kestabilan performa 1% dan 0.1% low pada 122 FPS. Setelah ray tracing diaktifkan, penurunan terjadi sekitar 30%, dan path tracing mengakibatkan performa turun nyaris 50% menjadi rata-rata 54 FPS. Ini menandakan intensitas beban VRAM dan GPU lebih berat karena tekstur dan resolusi, ketimbang sekadar efek pencahayaan.
Uji Coba Performa pada Preset Low dan Lowest
Pada preset Low dan Lowest, performa naik tipis menjadi 134 FPS dengan ray tracing masih menunjukkan hasil impresif sekitar 113 FPS. Path tracing tetap memotong performa–namun masih mampu mencapai lebih dari 60 FPS meski frame generation dimatikan. Pengujian juga menunjukkan pada pengaturan grafis terendah, rasterisasi FPS meningkat ke 141 FPS, sedangkan path tracing berada pada 65 FPS. Ini membuktikan tidak ada fitur grafis esensial yang lebih banyak dipangkas di bawah preset Normal.
Tabel Ringkas Hasil Benchmark Resident Evil Requiem 1440p pada RTX 5070 Ti
| Preset | Rasterisasi (FPS) | Ray Tracing (FPS) | Path Tracing (FPS) | Frame Generation 4x (FPS) |
|---|---|---|---|---|
| Maximum | 121 | ~97 (−20%) | ~97 (−20%) | 362 |
| High | 129 | ~103 (−20%) | ~71 (−45%) | — |
| Normal | 142 | — | 54 (−50%) | — |
| Low | 134 | 113 | >60 | — |
| Lowest | 141 | — | 65 | — |
Rekomendasi Pengaturan untuk Pengalaman Optimal
Bagi gamer yang mengejar nuansa sinematik dan visual mendalam, disarankan menggunakan path tracing, DLSS Quality, dan frame generation pada pengaturan 2x. Dengan kombinasi ini, RTX 5070 Ti terbukti mampu menjaga FPS tetap di atas 100 untuk ray tracing dan mendekati 60 FPS pada path tracing di resolusi 1440p.
Optimalisasi yang ditawarkan RE Engine pada Resident Evil Requiem menjadi alasan utama mengapa kartu grafis modern seperti RTX 5070 Ti masih sangat tangguh menjalankan judul terbaru dengan pengaturan grafis tertinggi. Seluruh pengujian dilakukan pada sistem dengan prosesor Core i5-14400 dan RAM DDR5-6000 32 GB, memastikan tidak terjadi bottleneck dari sisi CPU atau memori saat proses benchmarking. Pemain yang memiliki GPU serupa dapat berharap pada performa mulus sepanjang permainan, bahkan saat memanfaatkan fitur grafis advanced sekalipun.
Source: tech.sportskeeda.com








