
Crimson Desert menghadirkan pengalaman visual canggih berkat penggunaan BlackSpace Engine. Engine ini dikembangkan khusus oleh Pearl Abyss, bukan modifikasi dari Unreal Engine 5, Unity, maupun engine populer lainnya. Tujuan utama pengembangan BlackSpace Engine adalah untuk menyajikan dunia terbuka berskala besar dengan kinerja optimal baik di PC maupun konsol.
Teknologi Ray Tracing dan Sistem Pencahayaan
BlackSpace Engine sudah mendukung Ray-Traced Global Illumination (RTGI), fitur wajib di game AAA untuk pencahayaan realistis. Berbeda dari Unreal Engine 5 Lumen yang mengandalkan probe pada objek jauh, RTGI BlackSpace Engine menggunakan pendekatan per-pixel untuk pencahayaan langsung. Solusi ini memang lebih intensif pada sumber daya perangkat keras, namun menghasilkan detail pencahayaan lebih presisi.
Jika ray tracing dinonaktifkan, pencahayaan di Crimson Desert tetap realistis. Sebagian efek pencahayaan seperti pantulan dan bayangan masih ditampilkan, meski dengan pengurangan bounce-lighting dan kualitas ambient occlusion yang berkurang. "Engine ini menghitung pencahayaan secara real-time demi mendekati perilaku cahaya di dunia nyata, bahkan ketika ray tracing dimatikan," demikian pernyataan resmi pengembang.
Untuk lingkungan luar ruang, game ini memakai atmospheric scattering dan cloud shadows agar efek pencahayaan tetap dramatis. Hal ini memungkinkan visual tetap menarik tanpa mengandalkan hardware ray tracing secara penuh.
Kualitas Refleksi dan Pantulan Air
Crimson Desert tidak sepenuhnya bergantung pada ray tracing penuh untuk refleksi. Sebaliknya, engine ini menggunakan kombinasi RT reflection dan screen-space reflection (SSR). Pengguna dapat menyesuaikan pengaturan kualitas refleksi sesuai kebutuhan performa melalui opsi “Reflection Quality”. Refleksi pada permukaan air dan material seperti lantai marmer juga memanfaatkan ray tracing difus secara selektif, menambah kedalaman visual.
Detail Jarak Jauh dan Optimalisasi Foliage
Salah satu keunggulan BlackSpace Engine terletak pada kemampuan menampilkan detail objek dan foliage pada jarak jauh. Sistem LOD (Level of Detail) untuk pepohonan disesuaikan agar tetap memberikan detail bayangan dan pencahayaan hingga ke kejauhan. Transisi antar level detail dan impostor objek berjalan mulus tanpa mengorbankan kualitas visual.
Teknik seperti NGG Culling mampu memangkas vertex yang masuk ke proses rasterisasi, sedangkan Geometry Shader Oversubscription menurunkan beban draw call pada CPU. Fitur ini penting karena simulasi fisika lingkungan di Crimson Desert cukup berat, misalnya interaksi antara karakter dengan pohon atau objek destruktif lain.
Daftar Fitur Teknis Crimson Desert:
- Ray-Traced Global Illumination (RTGI) per-pixel.
- Hybrid reflection (RT dan SSR).
- Atmospheric scattering pada pencahayaan luar ruang.
- NGG Culling dan Geometry Shader Oversubscription.
- Simulasi volumetric fog dan fluid simulation GPU-based.
- FFT Ocean untuk realisme fisika air.
- GPU-accelerated cloth and hair physics.
- Dukungan lingkungan destruktif terbatas (pohon, objek kayu).
Simulasi Fisika dan Lingkungan
Aspek fisika di Crimson Desert menggunakan beragam pendekatan GPU-based agar simulasi berjalan lancar di dunia penuh NPC dan objek interaktif. Contohnya, volumetric fog dengan fluid simulation dipakai untuk menciptakan efek kabut dinamis yang bisa terpisah saat dilalui karakter. Untuk air, engine memanfaatkan FFT Ocean seperti di game Sea of Thieves dan Assassin’s Creed Black Flag. Fitur istimewa lainnya adalah shoreline physics, di mana air menyesuaikan dengan relief pantai secara real time.
Destruksi lingkungan diimplementasikan pada objek tertentu seperti pohon dan bangunan kayu. Pemain dapat memanfaatkan eksplorasi fisika ini, misalnya memotong pohon dengan tension yang realistis hingga melontarkan karakter ke udara.
Kinerja dan Persyaratan Hardware
Di level platform, performa BlackSpace Engine dinilai unggul daripada engine pesaing dalam mengelola dunia terbuka raksasa. Dalam pengujian di PC yang menggunakan RX 7900 XTX dan Ryzen 9 7900X3D, Crimson Desert mampu berjalan di resolusi 4K pada 60 fps dengan pengaturan hampir maksimal.
Persyaratan hardware minimum disebutkan sebagai RTX 2080 atau RX 6700 XT untuk GPU, serta Ryzen 5 5600 pada CPU. Spesifikasi mirip dengan performa PlayStation 5 standar. Laporan dari Game Tong menyebut versi Quality Mode di PS5 mencapai 40-45 fps pada 4K, walaupun detail platform spesifik belum diumumkan resmi.
Pearl Abyss sendiri belum merilis target performa final. Namun, berdasarkan pengujian awal dan rekam jejak performa engine, Crimson Desert diperkirakan dapat berjalan mulus pada macam-macam konfigurasi PC dan konsol, dengan opsi peningkatan visual maupun efisiensi performa lewat pengaturan grafis yang kaya.
Source: tech.sportskeeda.com







