Beberapa ponsel Android terbaru mampu bertahan selama berhari-hari dengan satu kali pengisian daya. Teknologi baterai terkini, seperti sel daya silikon-karbon, memungkinkan pengisian cepat tanpa merusak kesehatan baterai. Namun, meski teknologi baterai terus berkembang, masalah baterai yang membengkak tetap menjadi risiko serius yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
Tanda dan risiko baterai membengkak
Baterai membengkak biasanya disebabkan oleh penumpukan gas di dalam sel daya. Pengguna akan melihat bagian depan atau belakang ponsel terangkat atau terpisah dari bodi utama. Kadang-kadang, layar terdorong ke luar oleh tekanan baterai yang membengkak. Ini adalah tanda awal masalah serius yang sebaiknya segera ditangani. Jika baterai mulai mengeluarkan asap atau bau terbakar, kondisi tersebut sudah sangat berbahaya dan membutuhkan tindakan segera.
Langkah yang harus diambil jika baterai membengkak
Begitu tanda pembengkakan terdeteksi, segera putuskan sambungan ponsel dari sumber listrik atau charger. Jangan sekali-kali coba mengisi ulang baterai yang membengkak karena risiko kebakaran meningkat secara signifikan. iFixit dan Tom’s Guide merekomendasikan untuk menguras daya baterai sebelum menggantinya untuk meminimalkan risiko kebakaran. Cara terbaik adalah meletakkan ponsel di wadah logam yang dapat mengurangi penyebaran api jika terjadi kebakaran. Penggunaan alat pelindung seperti kacamata keselamatan, masker, dan sarung tangan juga disarankan, serta membuka jendela untuk ventilasi.
Jangan coba perbaiki sendiri
Tidak disarankan untuk membuka atau memperbaiki baterai yang membengkak tanpa pengalaman dan peralatan yang tepat. London Fire Brigade menegaskan agar pengguna tidak membuka casing ponsel dan segera mematikan perangkat. Langkah yang tepat adalah menghubungi layanan resmi vendor Android atau mencari bantuan dari toko reparasi terpercaya. Prosedur penggantian baterai yang membengkak bisa berisiko dan memerlukan kehati-hatian ekstra agar tidak merusak perangkat atau membahayakan keselamatan.
Cara mencegah baterai membengkak
Meski tidak bisa diprediksi kapan baterai akan membengkak, pengguna bisa mengambil langkah pencegahan. Hindari menjatuhkan ponsel, memberikan tekanan berlebihan, atau membengkokkan perangkat. Samsung menyarankan penggunaan ponsel dalam rentang suhu antara 0°C hingga 35°C untuk mengurangi risiko masalah baterai. Jika ponsel mengalami mati mendadak, disarankan langsung memeriksakan ke pusat layanan resmi.
Tips pengisian daya yang aman
Untuk mengurangi risiko pembengkakan, pastikan menggunakan charger resmi dan kompatibel. Lepaskan charger setelah baterai terisi penuh 100%, terutama untuk perangkat Samsung. Saat tidak digunakan dalam waktu lama, matikan ponsel dan isi daya dalam kondisi 50% sampai 70%. Simpan perangkat di tempat yang sejuk dan kering. Isi ulang baterai setiap tiga hingga enam bulan agar tetap dalam kondisi baik.
Penanganan dan dokumentasi
Jika mengalami baterai membengkak, dokumentasikan kondisi tersebut sebagai bukti. Ini bisa berguna bila mengajukan klaim penggantian atau pengembalian dana. Beberapa model ponsel seperti Google Pixel 6a dan 7a pernah mengalami masalah baterai membengkak. Oleh sebab itu, sistem dokumentasi bisa membantu mempermudah proses layanan atau garansi.
Menjaga keselamatan tetap menjadi prioritas utama saat menghadapi baterai yang membengkak. Tidak menggunakan perangkat, menghindari perbaikan sendiri, dan mengikuti panduan resmi adalah langkah yang sangat dianjurkan. Teknologi baterai canggih tetap membutuhkan perhatian dan perawatan agar performa maksimal dapat bertahan dalam jangka panjang tanpa membahayakan pengguna.







