Apple resmi memperkenalkan MacBook Neo sebagai laptop termurah dalam jajaran Mac. Dengan banderol hanya USD 599, perangkat ini langsung mengejutkan pasar global karena menawarkan performa tinggi dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan lini MacBook Air dan Pro. MacBook Neo menggunakan chip A18 Pro yang sebelumnya hanya dipakai pada iPhone, langkah ini menuai rasa penasaran sekaligus keraguan dari berbagai kalangan.
Banyak pihak awalnya skeptis terhadap keputusan Apple memilih chip A-series untuk laptop MacBook Neo. Selama bertahun-tahun, Apple selalu mengandalkan keluarga chip M-series seperti M1, M2, dan M3 untuk produk Mac mereka. Namun, hasil pengujian terbaru justru memberikan kejutan besar—MacBook Neo dengan chip A18 Pro mampu mengungguli performa M1, yang merupakan chip berbasis Apple Silicon generasi pertama.
Perbandingan Hasil Benchmark
Berdasarkan data Geekbench 6 yang dilansir CultofMac, chip A18 Pro di MacBook Neo meraih skor single core 3.445 dan multi core 8.624. Catatan ini lebih tinggi dari skor single core Apple M1 yang hanya 2.323 dan multi core 8.186. Hasil itu membuktikan, dalam uji lintas platform, A18 Pro memiliki keunggulan kinerja single core yang signifikan dan cukup seimbang di multi core dibandingkan chip M1.
Sementara jika dibandingkan dengan Apple M2, skor multi core A18 Pro memang masih sedikit di bawah. Chip M2 memperoleh sekitar 2.587 untuk single core dan 9.644 pada multi core. Namun selisih angka tersebut tidak terlalu jauh untuk kelas entry-level, menjadikan MacBook Neo sangat kompetitif untuk pengguna baru, pelajar, atau mereka yang ingin memasuki ekosistem macOS.
Berikut perbandingan skor benchmark beberapa chip populer:
| Chip | Single Core | Multi Core |
|---|---|---|
| A18 Pro | 3.445 | 8.624 |
| Apple M1 | 2.323 | 8.186 |
| Apple M2 | 2.587 | 9.644 |
| Intel N100 | – | 3.129 |
Dari tabel di atas, terlihat jelas keunggulan A18 Pro bahkan dibanding sejumlah prosesor entry-level merek lain yang umumnya beredar pada laptop Windows.
Strategi Chip iPhone di MacBook
Penggunaan chip A18 Pro pada MacBook Neo menunjukkan konsistensi Apple dalam mengembangkan arsitektur ARM untuk produk-produk mereka. Chip A-series dan M-series sama-sama berbasis ARM, namun chip M biasanya dilengkapi lebih banyak inti CPU dan GPU, bandwidth memori yang besar, serta dukungan RAM lebih tinggi. Adapun chip A-series memang didesain untuk perangkat mobile—lebih hemat daya, tetapi tetap bertenaga tinggi berkat optimalisasi silikon Apple.
Chip A18 Pro pada MacBook Neo mengusung konfigurasi enam inti CPU yang terdiri dari dua performance core hingga 4,04 GHz dan empat efficiency core di kisaran 2,42 GHz. Selain itu tersedia GPU 5-core dan Neural Engine 16-core untuk kebutuhan kecerdasan buatan dan pemrosesan aplikasi modern. Dengan konfigurasi ini, MacBook Neo mampu menjalankan tugas harian seperti browsing, streaming, olah dokumen, sampai editing foto ringan dengan respons cepat tanpa hambatan.
Spesifikasi RAM dan Target Pengguna
Apple melengkapi MacBook Neo dengan unified memory 8 GB. Sebagian pengguna menganggap kapasitas ini minim untuk standar laptop kekinian, namun Apple menempatkan produk ini sebagai solusi bagi pelajar, pengguna rumahan, serta pemilik iPhone yang ingin mencoba macOS tanpa membayar mahal. Untuk aktivitas seperti tugas sekolah, menikmati hiburan, membuka tab browser banyak sekaligus, hingga mengakses media sosial, RAM 8 GB dianggap masih sangat mumpuni.
Apple juga tetap menyediakan opsi lebih tinggi pada lini MacBook Air dan MacBook Pro bagi yang membutuhkan performa untuk pekerjaan berat seperti editing video, software development, maupun virtualisasi. Pengalaman macOS yang mulus dan ekosistem Apple yang semakin terintegrasi tentu menjadi nilai tambah tersendiri.
Varian Warna dan Nilai Lebih
Satu daya tarik tambahan adalah MacBook Neo hadir dalam beberapa pilihan warna menarik yang menyasar kebutuhan generasi muda serta pengguna yang ingin tampil beda. Dengan varian warna ini, Apple ingin memberikan pilihan personalisasi, sekaligus memperkuat citra produk yang semakin inklusif.
MacBook Neo resmi menjadi pionir laptop Apple termurah tetapi tetap menawarkan performa menakjubkan di kelasnya. Kombinasi chip A18 Pro, RAM 8 GB, harga USD 599, serta berbagai fitur baru pada macOS Sequoia seperti iPhone mirroring dan dukungan aplikasi gaming, menjadikannya sangat potensial untuk mendominasi pasar entry-level di segmen laptop global. Para pengguna yang mengincar perangkat Mac yang kompetitif dari sisi harga kini memiliki opsi yang lebih menarik dan andal.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: inet.detik.com