Samsung menghadirkan Galaxy Buds4 series sebagai penyempurna seri sebelumnya dengan dua varian utama: Galaxy Buds4 dan Galaxy Buds4 Pro. Kedua model ini dibekali fitur modern dan tampilan yang serupa, tetapi mempunyai sejumlah perbedaan signifikan terutama dalam aspek desain, kualitas audio, dan teknologi noise cancellation.
Galaxy Buds4 cocok bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan pemakaian lama. Model ini hadir dengan gaya open fit tanpa ear tip silikon, sehingga sirkulasi udara lebih baik dan terasa ringan saat dipakai seharian. Samsung menyebutkan desain ini ideal untuk aktivitas seperti bekerja, belajar, atau mendengarkan podcast dalam waktu lama.
Sebaliknya, Galaxy Buds4 Pro menggunakan desain canal fit dengan ear tip silikon in-ear. Cara ini menutup saluran telinga lebih rapat dan menghasilkan isolasi suara maksimal. Akibatnya, fitur active noise cancellation (ANC) Pro bekerja lebih efektif, terutama meredam kebisingan berat seperti suara mesin kendaraan.
Dalam hal kualitas audio, Buds4 Pro menawarkan pengalaman lebih mumpuni berkat dual driver terpisah woofer dan tweeter. Woofer 11 mm SuperWide di Buds4 Pro memiliki area getaran hampir 20% lebih besar dibanding seri sebelumnya, menciptakan bass yang kuat tanpa mengurangi kejelasan suara. Sementara Buds4 menggunakan single driver sehingga reproduksi suara masih baik, tapi tidak sedetail Buds4 Pro.
Teknologi ANC pun menjadi pembeda penting lain antara keduanya. Galaxy Buds4 menghadirkan ANC standar yang efektif meredam suara ringan dengan dukungan Adaptive EQ. Namun, Buds4 Pro membawa adaptive ANC 2.0 yang menawarkan penyesuaian peredaman suara real-time hingga lima level berbeda. Dengan demikian, Buds4 Pro mampu mengurangi kebisingan pada lingkungan yang lebih bising secara lebih optimal.
Kualitas mikrofon juga dibeda-bedakan. Buds4 menyediakan tiga mikrofon digital untuk panggilan telepon dengan fitur super clear call yang menggunakan pembelajaran mesin untuk menekan noise. Sedangkan Buds4 Pro melengkapi sistem ini dengan tambahan mikrofon HSNR agar suara lebih jernih dan jelas saat melakukan panggilan.
Dari sektor baterai, Buds4 Pro sedikit unggul dengan kapasitas 61 mAh per earbud, mampu bertahan hingga 6 jam untuk penggunaan panggilan plus ANC. Galaxy Buds4 yang punya baterai 45 mAh bertahan sekitar 5 jam dalam kondisi serupa. Jika ANC dimatikan, kedua model dapat menyokong penggunaan hingga total 30 jam dengan bantuan charging case.
Ketahanan air juga menjadi faktor pembeda lain. Galaxy Buds4 membawa sertifikasi IP54 yang melindungi dari debu dan percikan air. Sementara Buds4 Pro mengusung IP57 yang memungkinkan pemakaian saat olahraga ringan atau hujan, memberikan perlindungan lebih optimal.
Fitur tambahan pada Buds4 Pro antara lain head gestures untuk mengontrol panggilan melalui gerakan kepala, integrasi Galaxy AI yang lebih mendalam guna akses hands-free, dan pilihan warna eksklusif pink gold yang hanya tersedia secara online.
Di pasar Indonesia, Galaxy Buds4 dijual mulai dari Rp2,99 jutaan, sedangkan Galaxy Buds4 Pro dibanderol Rp3,99 jutaan. Pilihan antara keduanya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Buds4 sudah sangat memadai untuk kenyamanan pemakaian seharian serta penggunaan multimedia dasar. Sementara Buds4 Pro cocok bagi penggemar audio yang menginginkan kualitas suara lebih detail, peredaman noise tingkat lanjut, serta daya tahan baterai lebih lama.
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy Buds4 dan Buds4 Pro menghadirkan opsi TWS yang menarik dengan teknologi terbaru. Perbedaan mendasar pada desain, sistem audio, dan fitur ANC memungkinkan konsumen memilih sesuai prioritas kenyamanan atau performa audio. Keputusan membeli sebaiknya mempertimbangkan aktivitas harian, kebutuhan isolasi suara, dan anggaran yang tersedia.
Source: www.idntimes.com








