Benchmark Apple M5 Max Libas M3 Ultra, Dominasi CPU Multi-Core dan Lompatan GPU 20 Persen Pecahkan Batas Laptop Pro

Apple baru saja menghadirkan MacBook Pro terbaru dengan chip M5 Max yang mencuri perhatian berkat performa luar biasa. Hasil benchmark menunjukkan chip ini mampu mengalahkan skor CPU dari M3 Ultra, yang sebelumnya dianggap sebagai andalan di kelas desktop.

Pada pengujian multi-core Geekbench, M5 Max mencetak 29.233 poin. Angka ini mengungguli M3 Ultra yang memiliki 27.726 poin, menunjukkan bahwa chip laptop ini mampu menandingi dan bahkan melewati chipset desktop kelas atas. Peningkatan ini juga terlihat signifikan dibandingkan M4 Max yang mencapai skor 26.166 poin pada Mac Studio dan sekitar 25.702 pada MacBook Pro 16 inci.

Dominasi Multi-Core M5 Max

Peningkatan performa multi-core M5 Max mencapai sekitar 5% dibandingkan M3 Ultra dan sampai 15% jika dibandingkan dengan M4 Max pada MacBook Pro. Hal ini berarti waktu proses rendering video, animasi 3D, dan pengolahan data besar dapat dilakukan lebih cepat dan efisien. Para profesional kreatif yang menggantungkan hasil kerja mereka pada kecepatan komputasi akan merasakan manfaat langsung dari lompatan performa ini.

Performa Single-Core dan Kompetisi dengan AMD

Selain multi-core, skor single-core juga menarik untuk diperhatikan. M5 Max mencatat angka 4.268 poin yang sejalan dengan chip M5 standar. Poin ini lebih tinggi dari Ryzen 9 9950X3D milik AMD yang hanya mencetak sekitar 3.395 poin. Ini menegaskan bahwa untuk tugas yang bergantung pada kecepatan per inti, chipset Apple tetap unggul dalam mengimbangi prosesor desktop high-end berbasis arsitektur x86.

Peningkatan Performa Grafis yang Signifikan

Di sektor grafis, M5 Max membawa GPU 40-core yang berhasil menghasilkan skor antara 218.772 hingga 232.718 poin pada tes Metal Geekbench. Kinerja GPU ini sekitar 20% lebih baik dibandingkan dengan generasi sebelumnya, M4 Max. Kenaikan ini sangat relevan untuk tugas berat seperti rendering 3D kompleks dan color grading yang memerlukan frame rate tinggi untuk visual yang halus.

Meski begitu, M5 Max belum menandingi GPU pada M3 Ultra yang berada 5 hingga 10% lebih unggul. Hal ini wajar karena M3 Ultra menggunakan konfigurasi chip ganda (UltraFusion), sehingga memiliki sumber daya yang jauh lebih besar. Namun, kemampuan GPU M5 Max yang mendekati performa chip desktop ganda sudah merupakan pencapaian tersendiri bagi Apple.

Perbandingan Performa CPU dan GPU Apple

Parameter M5 Max M3 Ultra M4 Max (Mac Studio) Ryzen 9 9950X3D (CPU)
CPU Multi-Core 29.233 poin 27.726 poin 26.166 poin
CPU Single-Core 4.268 poin 3.395 poin
GPU Metal Score 218.772 – 232.718 poin Sekitar 5-10% lebih tinggi Sekitar 20% lebih rendah
CPU Core Count 18-core 32-core 10-core (variasi) 16-core

Dampak bagi Pengguna Profesional

Peningkatan performa ini semakin memperjelas bahwa M5 Max mampu memberikan layanan workstation kelas atas dalam bentuk laptop. Para profesional di bidang editing video, pemodelan 3D, hingga pengembangan game akan menikmati workflow yang lebih lancar dan waktu render yang lebih singkat. Selain itu, efisiensi arsitektur Apple membuatnya mampu memasukkan kekuatan desktop ke dalam perangkat portabel tanpa kompromi signifikan.

Upgrade dari M1 atau M2 ke M5 Max akan terasa drastis, sebab chip baru ini menghadirkan responsivitas dan kekuatan yang jauh lebih meningkat. Bagi yang menantikan laptop workstation ringan namun bertenaga, MacBook Pro dengan M5 Max muncul sebagai pilihan utama.

Kendati M3 Ultra tetap unggul pada GPU, M5 Max menawarkan keseimbangan performa CPU dan GPU yang mengesankan dalam satu modul tunggal. Inovasi ini menegaskan posisi Apple sebagai pemimpin dalam teknologi chip khusus perangkat mobile.

Peluang untuk melihat bagaimana angka benchmark ini terealisasi dalam penggunaan sehari-hari masih terbuka lebar. Apple kemungkinan akan membuktikan bahwa M5 Max merupakan standar baru bagi laptop workstation premium yang menggabungkan performa tinggi dan portabilitas. Pembeli profesional dapat mulai mempertimbangkan laptop ini sebagai investasi strategis untuk masa depan pekerjaan kreatif mereka.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: telset.id

Berita Terkait

Back to top button