Samsung Goda Pesaing dengan Fitur Restart Otomatis, Data Galaxy Kini Lebih Aman dari Aksi Pencurian

Samsung menghadirkan fitur keamanan terbaru pada ponsel Galaxy, yaitu Inactivity Restart. Fitur ini memberikan proteksi tambahan dengan cara merestart perangkat secara otomatis saat ponsel tidak digunakan dan terkunci dalam durasi tertentu. Banyak pengguna mencari cara agar data pribadinya semakin aman, terutama saat ponsel tidak berada dalam jangkauan atau hilang.

Berdasarkan informasi resmi dari Samsung, fitur Inactivity Restart dirancang untuk melindungi akses ke data penting ketika pengguna tidak membuka perangkat dalam waktu cukup lama. Ketika fitur ini aktif, ponsel Galaxy akan melakukan restart secara otomatis setelah terkunci tanpa ada upaya membuka selama 72 jam. Selama ponsel terkunci dan tidak digunakan, sistem akan menghitung waktu inaktivitas hingga mencapai batas yang ditentukan.

Cara Mengaktifkan Fitur Inactivity Restart

Pengguna dapat menemukan fitur ini dengan mudah di menu pengaturan. Berikut langkah-langkah mengaktifkannya:

  1. Buka aplikasi Settings.
  2. Pilih menu Security and Privacy.
  3. Masuk ke bagian More Security Settings.
  4. Aktifkan opsi Inactivity Restart dengan menekan toggle.

Dengan mengikuti langkah di atas, perangkat Galaxy akan otomatis restart jika terkunci selama 72 jam tanpa percobaan buka kunci.

Dampak Fitur Restart Otomatis pada Keamanan Data

Setelah perangkat Galaxy melakukan restart karena inaktivitas, ponsel memasuki kondisi lebih aman. Sistem akan membatasi akses ke berbagai data penting dan fungsi aplikasi hingga pengguna berhasil melakukan autentikasi ulang menggunakan PIN, password, atau biometrik. Selain itu, informasi sensitif seperti pemberitahuan aplikasi tertentu, detail panggilan, dan alarm akan disembunyikan sementara. Jika SIM card terkunci, pengguna juga diwajibkan membuka SIM sebelum ponsel dapat menerima panggilan setelah restart tersebut.

Fitur serupa sebelumnya juga sudah diadopsi oleh Google melalui Play Services dan Apple pada pembaruan iOS, namun Samsung mengembangkan dan mengintegrasikannya langsung pada One UI versi 8.5. Hal ini memberikan solusi perlindungan yang lebih kuat pada kondisi ketika ponsel hilang atau dicuri, data pengguna tetap terenkripsi hingga berhasil dibuka oleh pemilik yang sah.

Daftar Perangkat Galaxy yang Mendukung Inactivity Restart

Menurut update resmi, fitur ini baru mulai tersedia di:

  1. Beberapa model Galaxy S25 dengan One UI 8.5 beta.
  2. Galaxy Z Fold 7 yang menjalankan One UI 8.
  3. Ponsel Galaxy yang menerima update keamanan sejak Februari dengan patch terbaru.

Sementara itu, model Galaxy S26 belum mengadopsi fitur ini. Laporan dari berbagai sumber menyebutkan bahwa Samsung merencanakan pembaruan untuk menambah kompatibilitas ke perangkat lain di masa depan.

Keunggulan Inactivity Restart dibanding Sistem Keamanan Lain

Fitur restart otomatis karena inaktivitas hadir sebagai lapisan tambahan di luar sistem pengunci layar dan enkripsi data bawaan. Fitur ini tidak hanya mencegah akses tidak sah saat ponsel tertinggal atau dicuri, namun juga memastikan bahwa data pengguna tetap terlindungi selama ponsel tersebut benar-benar tidak aktif. Proses restart otomatis secara langsung memicunya untuk masuk ke mode perlindungan ekstra, membatasi hampir seluruh akses kecuali setelah autentikasi yang valid.

Perbandingan dengan fitur dari Apple di iOS dan Google di Android menunjukkan bahwa Samsung menghadirkan mekanisme serupa, namun dengan kontrol pengguna yang cukup fleksibel dan dapat diatur sendiri.

Pengguna yang ingin mengoptimalkan perlindungan perangkat disarankan untuk mengaktifkan fitur ini segera setelah mendapat pembaruan sistem. Samsung terus mendorong pembaruan keamanan demi melindungi privasi dan data penggunanya di tengah ancaman digital yang semakin berkembang. Fitur Inactivity Restart diharapkan menjadi standar baru keamanan ponsel di ekosistem Galaxy, menjawab kebutuhan perlindungan maksimal tanpa menyulitkan pengalaman pengguna.

Source: www.gadgets360.com
Exit mobile version