Ramadan dan THR Tingkatkan Minat Konsumen Membeli Smartphone Premium Terbaru

Tunjangan Hari Raya (THR) dan momentum Ramadan menjadi pemicu utama melonjaknya minat konsumen membeli smartphone premium baru pada tahun ini. Data Mandiri Spending Index per Februari 2026 mengungkapkan proporsi belanja handphone mencapai 13,3%, naik signifikan dari 3,3% pada 2024 dan 4,1% di 2025.

Fenomena ini bukan hal baru, namun pergeseran kalender Hijriah membuat Ramadan dan Idulfitri kini jatuh di kuartal pertama, yang menjadi puncak musim penjualan smartphone flagship. Menurut pengamat pasar Aryo Meidianto Aji, kuartal pertama menghadirkan berbagai produk baru, memperkuat tren peningkatan pembelian pada periode ini.

Dampak THR terhadap Keputusan Pembelian Smartphone Premium

THR dianggap sebagai faktor katalis utama yang meningkatkan likuiditas konsumen untuk membeli ponsel baru, terutama segmen flagship yang sebelumnya sudah diincar. Aryo menambahkan bahwa smartphone premium berperan sebagai simbol status sosial. Saat mudik Lebaran, membawa smartphone terbaru memberikan rasa percaya diri dan menjadi "kartu nama" di hadapan keluarga dan kerabat.

Selain dimensi finansial dan status, aktivitas pembuatan konten selama Ramadan juga menjadi pendorong pembelian. Konsumen membutuhkan perangkat dengan kualitas kamera superior untuk mengabadikan momen berkumpul keluarga dan perjalanan mudik, sehingga smartphone non-flagship dianggap kurang mampu menghasilkan gambar yang estetis dan memuaskan.

Perilaku Konsumen dan Tren Pilihan Smartphone

Kini, konsumen cenderung lebih selektif dan melakukan riset mendalam sebelum membeli. Faktor yang dinilai meliputi kemampuan kamera, daya tahan baterai, dan kehadiran fitur kecerdasan buatan (AI) seperti penghapusan objek atau bayangan pada hasil foto. Prioritas tidak lagi hanya megapiksel, melainkan kualitas pemrosesan gambar secara menyeluruh.

Selain itu, muncul tren minat pada model smartphone flagship berukuran compact. Banyak konsumen mencari perangkat premium dengan ukuran lebih ringkas tanpa mengorbankan performa. Tren ini menunjukkan perubahan preferensi yang menyesuaikan gaya hidup dan kenyamanan pengguna.

Strategi Vendor dalam Menyambut Lonjakan Permintaan

Strategi promosi intensif kerap diterapkan saat Ramadan hingga Lebaran. Program tukar tambah (trade-in) sangat efektif menarik konsumen dengan memungkinkan penukaran perangkat lama ditambah dana THR untuk mendapatkan model terbaru. Selain itu, bundling paket data dari operator telekomunikasi semakin diminati, mengingat kebutuhan komunikasi dan hiburan digital meningkat selama periode mudik.

Aryo menggambarkan Ramadan dan Lebaran sebagai “pertandingan final” bagi para vendor smartphone untuk merebut perhatian konsumen. Oleh karena itu, vendor menyiapkan stok yang memadai, meluncurkan produk baru, dan menawarkan promosi agresif. Persaingan tahun ini diperkirakan semakin ketat namun tidak semata-mata fokus pada perang harga.

Periode Ramadan dan THR telah menjadi momentum strategis yang mendorong pasar smartphone premium di Indonesia. Ke depan, pola belanja konsumen yang semakin selektif dan inovasi produk yang terus berkembang akan menentukan dinamika persaingan di sektor ini.

Baca selengkapnya di: teknologi.bisnis.com

Terkait