Apple Hentikan Produksi iPhone, iPad, dan MacBook Populer, Harga Awal MacBook Pro Kini Melonjak Tajam

Apple telah mengambil langkah untuk menghentikan produksi dan penjualan sejumlah perangkat lawasnya setelah memperkenalkan lini produk baru. Perubahan ini berdampak pada beberapa seri iPhone, iPad, MacBook, serta monitor eksternal yang kini sudah tidak lagi tersedia secara resmi, digantikan oleh versi terbaru dengan peningkatan spesifikasi maupun tampilan.

Kebijakan ini menjadi strategi rutin Apple setiap kali perangkat baru meluncur. Produk generasi lama biasanya langsung dihapus dari daftar penjualan agar konsumen lebih terfokus pada pilihan model terkini yang menawarkan teknologi lebih canggih dan performa yang ditingkatkan.

Daftar Resmi Produk Apple yang Dihentikan

Penghentian ini meliputi total tujuh produk di berbagai kategori. Berikut daftar produk beserta penggantinya:

  1. iPhone 16e, digantikan oleh iPhone 17e
  2. MacBook Air M4, digantikan dengan MacBook Air M5
  3. MacBook Pro M4 Pro dan M4 Max, kini berganti ke MacBook Pro M5 Pro serta M5 Max
  4. MacBook Pro M5 varian 512 GB, kini hanya tersedia mulai kapasitas 1 TB ke atas
  5. iPad Air M3, digantikan oleh iPad Air M4
  6. Studio Display generasi 2022, kini hadir Studio Display baru sebagai pengganti
  7. Pro Display XDR, digantikan oleh Studio Display XDR

Perubahan signifikan terdapat di MacBook Pro M5 yang sebelumnya memiliki opsi penyimpanan 512 GB. Varian ini kini dihapus, sehingga pembeli hanya dapat memilih kapasitas mulai 1 TB. Kebijakan tersebut otomatis membuat harga awal MacBook Pro generasi ini semakin tinggi karena model termurah sebelumnya tidak lagi ada.

Alasan Penghentian dan Dampaknya di Pasar

Langkah Apple untuk mendiscontinue model lama dilakukan demi menyesuaikan lini produk serta menjaga konsistensi inovasi di setiap generasi. Setiap model pengganti membawa pembaruan hardware yang lebih tinggi dan spesifikasi yang sudah disempurnakan. Praktik ini sudah jadi bagian dari siklus produk Apple dan banyak diaplikasikan juga oleh produsen teknologi lain.

Berdasarkan data dari sumber 9to5mac, tidak hanya produk berusia lama, beberapa perangkat yang baru beredar setahun bahkan lima bulan juga sudah dihentikan. Contohnya, MacBook Pro M5 varian rendah kapasitas padahal baru meluncur belum lama ini. Kini pembeli wajib memilih kapasitas minimal 1 TB bila ingin membeli MacBook Pro M5 keluaran terbaru dari Apple.

Implikasi Harga dan Preferensi Konsumen

Langkah menghapus varian kapasitas terkecil pada lini MacBook Pro M5 otomatis mendorong kenaikan harga pembelian awal perangkat ini. Berdasarkan informasi produk, MacBook Pro M5 14 inci sebelumnya dipasarkan mulai harga Rp 26,5 juta untuk varian 16/512 GB. Namun, saat ini konsumen yang berminat harus menyiapkan dana lebih karena opsi terendahnya sudah berubah menjadi 1 TB.

Perubahan ini bisa memengaruhi keputusan pembelian, terutama bagi pengguna yang mencari harga entry-level dari produk Apple. Di sisi lain, pengguna mendapatkan perangkat dengan spesifikasi lebih besar yang menunjang penggunaan jangka panjang.

Perbandingan Produk Lawas dan Generasi Pengganti

Tidak hanya pada notebook, lini iPhone dan iPad juga mengalami pergeseran model. Setiap produk pengganti membawa desain yang tidak jauh berbeda, tetapi dengan pembaruan sistem chip, kamera, maupun fitur software yang lebih mendukung produktivitas dan keamanan.

Pada segmen monitor, Apple juga melakukan pembaruan dengan menghentikan Studio Display model 2022 dan Pro Display XDR. Keduanya kini digantikan oleh Studio Display baru serta Studio Display XDR yang hadir dengan teknologi tampilan dan fitur lebih mutakhir.

Dampak pada Ekosistem dan Penyediaan Suku Cadang

Menghentikan produk lawas membuat Apple bisa lebih mudah mengelola rantai pasok, melakukan pembaruan sistem operasi, serta menyediakan layanan purna jual yang lebih optimal. Konsumen yang ingin mendapatkan produk lawas kemungkinan harus berburu di pasar sekunder atau dari retailer pihak ketiga selama stok masih ada.

Pengguna perangkat yang di-discontinue tetap mendapatkan dukungan software dan layanan selama waktu tertentu, sesuai kebijakan Apple. Untuk segmen enterprise maupun pembuat konten profesional, hadirnya lini baru memungkinkan peningkatan produktivitas dengan spesifikasi yang sudah dioptimalkan dan dukungan perangkat lunak terbaru.

Langkah Apple dalam menyusun ulang produk-produk unggulannya memperlihatkan konsistensi dalam menawarkan teknologi terbaru. Pilihan perangkat baru kini jadi lebih terbatas pada varian teratas, sementara model lama yang dihapus tetap berpotensi hadir di pasar bekas dalam jumlah yang semakin terbatas.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: tekno.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button