Dua Minggu Menukar Laptop dengan Infinix Xpad Edge, Praktis dan Hemat tapi Masih Ada Batasannya?

Tablet semakin populer sebagai solusi kerja mobile yang fleksibel dan ringan. Banyak pengguna mulai mempertimbangkan tablet sebagai pengganti laptop untuk kegiatan sehari-hari, terutama bagi yang sering bekerja dari luar kantor atau tempat umum. Salah satu perangkat yang menawarkan pengalaman tersebut adalah Infinix Xpad Edge, tablet terbaru yang menyasar pasar Indonesia dengan desain tipis dan fitur produktivitas lengkap.

Desain Infinix Xpad Edge menjadi salah satu nilai jual utamanya. Tablet ini hadir dengan ketebalan hanya 6,19 mm dan bobot 588 gram, lebih ringan dibandingkan seri Xpad GT yang punya berat 655 gram. Desain bodi yang minimalis dengan build quality solid memberikan kesan premium. Ukuran ini jelas memudahkan mobilitas, terutama bagi pekerja yang sering berpindah tempat atau membawa perangkat seharian.

Layar Lega dan Aman di Mata

Infinix Xpad Edge dibekali layar 13,2 inci yang tergolong besar untuk tablet di kelasnya. Penggunaan layar luas memudahkan pengguna saat mengerjakan dokumen, menonton video, atau multitasking. Tak hanya itu, layar tablet sudah memperoleh sertifikasi kenyamanan mata dan dilengkapi fitur night light sehingga pengguna bisa bekerja lebih lama tanpa cepat merasa lelah. Kombinasi ukuran layarnya sudah mampu menyaingi kenyamanan menggunakan laptop untuk tugas sehari-hari.

Paket Pembelian Lengkap dan Fitur Produktivitas

Berbeda dari kebanyakan tablet di pasar, Infinix Xpad Edge langsung menawarkan paket pembelian yang sudah dilengkapi keyboard dan stylus. Keyboard ini tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga disertai touchpad sehingga navigasi perangkat terasa semakin mirip pengalaman laptop. Pengguna bisa melakukan proses mengetik panjang dengan lebih nyaman dan berpindah aplikasi dengan mudah menggunakan touchpad, meskipun kadang presisinya masih kurang, khususnya saat jari dalam kondisi lembap.

Kenikmatan Multitasking dan Spesifikasi Menunjang

Tablet ini sudah diperkuat chipset Snapdragon 685 (6nm), CPU octa-core hingga 2,8 GHz, GPU Adreno 610, RAM 8 GB LPDDR4X, serta penyimpanan internal UFS 2.2 256 GB. Kombinasi spesifikasi tersebut mendukung multitasking untuk beberapa aplikasi sekaligus, seperti browser, Google Docs, dan aplikasi catatan. Fitur split windows memungkinkan dua aplikasi berjalan berdampingan, sehingga pengguna mudah membuka dokumen dan referensi secara bersamaan.

Performa Harian dan Pengalaman Editing Video Ringan

Pengujian untuk aktivitas sehari-hari seperti menulis artikel, browsing, bahkan editing video ringan pada aplikasi CapCut berjalan lancar. Proses editing terasa lebih nyaman berkat tampilan timeline yang lebih luas dibandingkan smartphone. Untuk kebutuhan edit video sederhana, perangkat ini sudah sangat memadai. Namun, saat digunakan intensif dalam waktu cukup lama, respons sistem mulai menurun meski tidak sampai mengganggu.

AI, Kamera, dan Ketahanan Baterai

Tablet ini dilengkapi tombol khusus untuk akses asisten virtual AI Folax di keyboard, meski fungsinya saat ini masih belum optimal untuk perintah suara. Saat perintah diberikan melalui teks, AI Folax mampu membuka aplikasi atau menjalankan perintah dasar dengan lebih baik. Untuk kebutuhan video call, kamera depan tersedia namun kualitasnya masih standar. Hasil terbaik didapatkan pada pencahayaan cukup, sementara saat kurang cahaya, gambar menjadi kurang tajam.

Dari sisi daya, tablet ini dibekali baterai 8.000 mAh yang mendukung pengisian daya hingga 18W. Namun proses pengisian penuh bisa mencapai hampir empat jam. Ini mungkin terasa cukup lama bagi mereka yang terbiasa dengan pengisian cepat di smartphone modern. Meski demikian, kapasitas baterai yang besar memberi ketahanan cukup lama untuk pekerjaan harian tanpa harus sering mengisi ulang.

Kekurangan yang Perlu Diperhatikan

Satu kekurangan utama tablet ini adalah absennya desktop mode, fitur yang sudah mulai umum di tablet lain bahkan di kelas harga lebih rendah. Desktop mode biasanya memberikan pengalaman seperti menggunakan komputer, sehingga memudahkan untuk membuka banyak aplikasi sekaligus dengan antarmuka jendela fleksibel. Tanpa fitur ini, multitasking terasa kurang optimal, terutama jika pengguna terbiasa bekerja dengan banyak aplikasi secara bersamaan layaknya laptop.

Harga dan Value for Money

Infinix Xpad Edge dipasarkan di kisaran harga Rp 4 jutaan. Dengan spesifikasi, paket penjualan lengkap, kemudahan navigasi, serta berbagai fitur pendukung kerja, perangkat ini tergolong value for money untuk segmen tablet produktivitas. Pengguna yang mencari perangkat kerja ringan dan ringkas tanpa harus membawa laptop berat, bisa mempertimbangkan tablet ini sebagai alternatif menarik. Namun, bagi pengguna profesional yang membutuhkan ekosistem desktop dan multitasking tingkat lanjut, laptop tradisional masih menawarkan pengalaman kerja yang lebih komprehensif.

Dengan keunggulan di aspek desain, paket penjualan, serta fungsionalitas untuk tugas kerja ringan, Infinix Xpad Edge menjadi solusi tablet menarik di kelas harga terjangkau. Perangkat ini layak diperhitungkan bagi mereka yang mengutamakan mobilitas dan produktivitas ringan tanpa kompromi pada kenyamanan penggunaan.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: tekno.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button