Apple kembali membuat gebrakan besar dalam strategi penjualan produknya. Sekitar 15 perangkat resmi Apple kini sudah tidak lagi tersedia di toko resmi setelah perusahaan memperkenalkan deretan produk baru beberapa waktu lalu. Penghentian penjualan ini menjadi topik hangat, terutama karena beberapa produk yang disetop penjualannya bahkan tergolong masih sangat muda di pasaran.
Langkah Apple ini bukan sekadar untuk memperbarui portofolio melainkan juga sebagai upaya mendorong konsumen beralih ke model terbaru. Lini iPhone, iPad, serta MacBook yang dihentikan distribusinya bahkan masih mendapat pembaruan dalam beberapa waktu terakhir. Namun, mulai bulan ini perangkat-perangkat tersebut tidak lagi tersedia di Apple Store maupun situs resmi Apple.
Perangkat-perangkat yang Mengalami Penghentian
Informasi dari Techspot dan detikINET mengonfirmasi bahwa perangkat terbaru seperti iPhone 16e yang baru rilis kini sudah digantikan dengan iPhone 17e. Serangkaian model MacBook dan iPad yang dilengkapi chip generasi terbaru pun mengalami nasib serupa, mengikuti pola penyegaran produk Apple tiap tahun. Tidak hanya itu, beberapa perangkat monitor dan aksesori kelas premium produksi lama juga sudah dihilangkan dari lini penjualan resmi.
Daftar Lengkap 15 Produk Apple yang Disetop
Berikut ini daftar lengkap perangkat Apple yang sudah tidak lagi dijual di toko resmi Apple beserta tahun peluncurannya:
- iPhone 16e (2025)
- iPad Air 11-inch (M3) (2025)
- iPad Air 13-inch (M3) (2025)
- MacBook Air 13-inch (M4) (2025)
- MacBook Air 15-inch (M4) (2025)
- MacBook Pro 13-inch (M5) 512GB (2025)
- MacBook Pro 14-inch (M4 Pro) (2024)
- MacBook Pro 16-inch (M4 Pro) (2024)
- MacBook Pro 14-inch (M4 Max) (2024)
- MacBook Pro 16-inch (M4 Max) (2024)
- Mac Studio (M3 Ultra) (2025)
- Studio Display (2022)
- Pro Display XDR (2019)
- Pro Stand (2019)
- Pro Display XDR VESA Mount Adapter (2019)
Langkah Apple untuk menghentikan produk-produk ini dilakukan tidak lama setelah perusahaan memperkenalkan sekitar 10 perangkat baru ke pasar. Untuk MacBook Air dan iPad Air, generasi terbaru dengan chip M5 dan M4 langsung mengambil alih deretan produk yang lama. Sementara itu, pada lini Pro Display XDR bersama aksesorinya, Apple langsung menarik seluruh rangkaian monitor premium tersebut tanpa ada penyegaran produk pengganti.
Dukungan Software dan Layanan Tetap Berlanjut
Meski sudah tidak dijual, Apple masih menyediakan pembaruan software, layanan servis, dan suku cadang untuk perangkat-perangkat yang menurut data sudah masuk kategori "vintage" dan belum masuk kategori "obsolete". Berdasarkan sistem Apple, status vintage diberikan lima tahun setelah produk terakhir kali dijual di pasaran. Status obsolete akan menjadi penanda akhir dukungan purna jual sekitar tujuh tahun setelahnya, setelah itu Apple menghentikan layanan servis maupun ketersediaan suku cadang secara resmi. Hal ini membuat pemilik produk yang sudah tidak lagi tersedia tetap dapat menikmati stabilitas perangkat untuk beberapa tahun ke depan.
Fokus pada Inovasi dan Model Terbaru
Inovasi teknologi yang terus berkembang menjadi alasan utama di balik kebijakan ini. Setiap kali chip atau fitur anyar diperkenalkan, Apple secara konsisten memperbarui lini produk utama dan secara paralel memangkas model yang dianggap sudah lewat masa paling kompetitif. Contohnya, MacBook Pro 13-inch (M5) 512GB yang baru saja dirilis kini digantikan varian terendah dengan kapasitas penyimpanan 1TB.
Kebijakan serupa juga terjadi di ranah tablet dan display. iPad Air M3 misalnya, langsung dialihkan ke iPad Air M4. Studio Display dan berbagai perangkat pendukungnya seperti Pro Stand dan VESA Mount Adapter era 2019 juga resmi ditarik, mempertegas betapa cepatnya siklus hidup produk Apple.
Peluang dan Tantangan bagi Konsumen
Kebijakan ini menyajikan peluang sekaligus tantangan bagi para pengguna setia perangkat Apple. Bagi mereka yang ingin selalu terhubung dengan teknologi mutakhir, kehadiran lini produk terbaru menawarkan pengalaman dan performa lebih baik. Namun bagi pemilik perangkat lama, penting memerhatikan periode dukungan resmi agar perangkat tetap optimal digunakan. Pelanggan dapat memanfaatkan masa transisi ini sebelum status perangkat berubah menjadi "obsolete", sehingga akses terhadap layanan servis masih bisa didapatkan secara resmi.
Dengan adanya perubahan besar ini, proses migrasi pengguna dari perangkat lama ke perangkat terbaru semakin jelas arah dan strateginya. Setiap kehadiran produk baru selalu membawa siklus pembaruan yang pada akhirnya memengaruhi ketersediaan dan dukungan produk-produk sebelumnya dalam ekosistem Apple.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: inet.detik.com