MacBook Neo Unggul Tipis dari iPhone 16 Pro, Chip Smartphone Menguasai Laptop!

Apple baru-baru ini memperkenalkan MacBook Neo dengan harga $599, menjadikannya salah satu laptop Mac paling terjangkau. Laptop ini menggunakan chipset A18 Pro, yang sama dipakai oleh iPhone 16 Pro dan iPhone 16 Pro Max keluaran terbaru.

Penggunaan chipset A18 Pro di MacBook Neo menimbulkan pertanyaan, apakah performanya bisa menyamai jajaran chip M-series yang selama ini menjadi andalan MacBook? Benchmark Geekbench memberikan gambaran awal mengenai kinerjanya.

Hasil Benchmark MacBook Neo vs iPhone 16 Pro

MacBook Neo yang terdaftar sebagai Mac17,5 meraih skor 3.461 dalam single-core dan 8.668 untuk multi-core. Sementara itu, iPhone 16 Pro mencatat skor 3.400 pada single-core dan 8.341 di multi-core ketika diuji sesudah peluncurannya.

Perbedaan skor single-core yang kecil bisa dimaklumi karena keduanya menggunakan chip yang sama. Namun, peningkatan performa multi-core di MacBook Neo menunjukkan Apple mungkin memberikan power lebih besar pada versi ini sehingga menghasilkan skor sedikit lebih tinggi.

Perbandingan dengan MacBook Air M1 dan MacBook Pro M5

MacBook Neo juga menunjukkan keunggulan dibandingkan MacBook Air M1 yang dirilis pada 2020. MacBook Air M1 memiliki skor single-core sebesar 2.347 dan multi-core 8.341. Dengan proses fabrikasi 3nm yang lebih maju pada A18 Pro, peningkatan performa single-core cukup signifikan.

Namun, jika dibandingkan dengan MacBook Pro yang menggunakan chip M5, MacBook Neo masih tertinggal jauh. MacBook Pro M5 mencetak 4.288 untuk single-core dan 17.926 untuk multi-core, menandakan kemampuan pemrosesan yang jauh lebih tinggi.

Perangkat Single-core Multi-core
MacBook Neo (A18 Pro) 3.461 8.668
iPhone 16 Pro (A18 Pro) 3.400 8.341
MacBook Air M1 2.347 8.341
MacBook Pro M5 4.288 17.926

Apa Arti Skor Benchmark Ini bagi Pengguna?

Meski MacBook Neo menampilkan performa yang cukup kuat untuk harganya, khususnya pada tugas sehari-hari dan multitasking ringan, laptop ini tidak dirancang untuk kegiatan profesional berat yang membutuhkan daya pemrosesan maksimal. Chip A18 Pro menjadikan Neo pilihan yang lebih terjangkau dengan kemampuan yang masih cukup baik.

Penggunaan chip iPhone pada MacBook menawarkan efisiensi daya yang baik dan kemampuan optimal dalam bentuk perangkat portabel. Namun, untuk yang membutuhkan performa raw power tinggi, MacBook Pro dengan chip M5 tetap menjadi pilihan utama.

Potensi MacBook Neo di Pasar Laptop

MacBook Neo dapat menjadi standar baru untuk laptop kelas entry-level dari Apple, terutama bagi pengguna dengan anggaran terbatas yang ingin masuk ke ekosistem Apple tanpa harus membeli MacBook Air yang lebih mahal. Meski begitu, pengguna perlu mempertimbangkan kompromi performa pada multi-core dibandingkan jajaran MacBook Pro.

Benchmark ini memberikan gambaran bahwa Apple mampu menggabungkan teknologi mobile dengan laptop, namun hasilnya tidak selalu setara dengan chip khusus M-series yang dikembangkan khusus untuk Mac.

Pengujian lebih lanjut dan penggunaan sehari-hari akan mengungkap seberapa baik MacBook Neo bersaing bukan hanya dalam benchmark, tetapi juga dalam pengalaman pengguna nyata. Pengguna disarankan untuk mengikuti pengujian mendalam yang akan datang sebelum mengambil keputusan pembelian.

Secara keseluruhan, MacBook Neo melengkapi jajaran produk Apple dengan opsi harga terjangkau serta performa yang cukup kuat untuk pengguna umum. Benchmark A18 Pro yang dipakai menunjukkan bahwa chip mobile kini sudah cukup kompetitif untuk menjalankan tugas komputasi pada laptop skala ringan hingga menengah.

Exit mobile version