FSR Diamond AMD Muncul sebagai Senjata Baru, Xbox dan PlayStation Generasi Baru Ikut Berubah

AMD memperkenalkan FSR Diamond sebagai generasi baru teknologi grafis yang ditujukan untuk game modern dengan beban ray tracing dan path tracing yang makin berat. Teknologi ini dirancang membawa peningkatan lewat upscaling berbasis machine learning, multi-frame generation, ray regeneration, dan neural rendering.

Informasi awal FSR Diamond muncul dalam pengumuman AMD di ajang GDC dan juga disampaikan oleh Jack Huynh, Senior Vice President and General Manager Computing and Graphics Group AMD, melalui akun X miliknya. AMD menyebut teknologi ini dikembangkan bersama Xbox dan akan terintegrasi secara native ke konsol Xbox generasi baru dengan nama kode Project Helix.

Apa itu FSR Diamond

FSR Diamond merupakan penerus dari FSR Redstone, yaitu evolusi terbaru dari lini FidelityFX Super Resolution milik AMD. Jika FSR Redstone sudah mulai mengarah ke pemanfaatan machine learning, FSR Diamond melangkah lebih jauh dengan menempatkan AI sebagai inti dari pipeline peningkatan grafis.

Secara sederhana, FSR Diamond dibuat untuk meningkatkan frame rate sekaligus menjaga kualitas visual pada resolusi tinggi. Pendekatan ini menjadi penting karena game masa depan diperkirakan semakin banyak memakai ray tracing penuh, bahkan path tracing, yang sangat menuntut performa GPU.

AMD juga mengaitkan FSR Diamond dengan arah arsitektur grafis baru pada ekosistem konsol. Dalam pengumuman Project Amethyst, AMD mengungkap keberadaan Radiance Cores untuk ray tracing, Neural Arrays atau Neural Cores untuk beban machine learning, serta Universal Compression untuk menekan konsumsi bandwidth.

Fitur utama FSR Diamond

Berdasarkan penjelasan AMD, ada empat fitur kunci yang menjadi fondasi FSR Diamond. Seluruhnya ditujukan untuk mengejar kombinasi performa lebih tinggi dan kualitas gambar yang lebih stabil.

  1. ML-based upscaling generasi baru
    Upscaling ini memakai model machine learning untuk membangun gambar beresolusi lebih tinggi dari render internal yang lebih rendah.

  2. ML-based multi-frame generation
    Teknologi ini membuat frame tambahan dengan bantuan AI untuk meningkatkan kelancaran animasi dan respons visual.

  3. Next-gen ray regeneration
    Fitur ini ditujukan untuk merekonstruksi informasi pencahayaan berbasis ray tracing secara lebih efisien.

  4. Next-gen neural rendering
    Neural rendering membuka kemungkinan sebagian proses rendering dibantu jaringan saraf untuk mengurangi beban komputasi tradisional.

Keempat fitur itu menunjukkan bahwa AMD tidak lagi hanya fokus pada upscaling. FSR Diamond diposisikan sebagai rangkaian teknologi grafis yang lebih lengkap, mirip pendekatan suite modern pada persaingan teknologi rendering berbasis AI.

Kompatibilitas yang sudah diketahui

Untuk saat ini, dukungan resmi yang disebut AMD masih terbatas pada konsol generasi baru dari Xbox dan PlayStation. Xbox akan memakai integrasi native FSR Diamond pada Project Helix, sedangkan PlayStation diperkirakan menghadirkan implementasi serupa melalui nama PSSR atau PlayStation Spectral Super Resolution.

AMD belum mengumumkan dukungan resmi FSR Diamond untuk kartu grafis Radeon desktop yang ada saat ini. Ini penting karena FSR Redstone sendiri disebut hanya mendukung Radeon RX 9000 series, sehingga Radeon RX 7000 dan RX 6000 tidak ikut masuk daftar kompatibilitas.

Ada pula spekulasi bahwa FSR Diamond akan eksklusif untuk arsitektur RDNA 5. Bocoran dari akun X @Kepler_L2, yang cukup dikenal di komunitas hardware, menyebut eksklusivitas itu berkaitan dengan fitur akselerasi AI dan ML baru pada RDNA 5.

Akun tersebut menulis bahwa AMD membutuhkan fitur AI dan ML baru di RDNA 5 untuk menghadirkan peningkatan performa dan kualitas yang benar-benar berarti. Namun, informasi ini belum berstatus resmi, sehingga masih perlu diperlakukan sebagai indikasi awal, bukan konfirmasi final.

Mengapa FSR Diamond penting

Kehadiran FSR Diamond menandai perubahan strategi AMD dalam persaingan grafis modern. Jika sebelumnya FSR dikenal luas karena pendekatan yang lebih terbuka, generasi baru ini justru tampak semakin dekat dengan kebutuhan hardware khusus untuk machine learning.

Perubahan itu terjadi seiring arah industri yang bergerak ke rendering hibrida. Di model ini, rasterisasi, ray tracing, frame generation, dan AI bekerja bersama untuk mencapai visual lebih realistis tanpa mengorbankan performa secara ekstrem.

Bagi gamer, dampak terbesar FSR Diamond nantinya akan terasa pada dua aspek. Pertama, game berat bisa berjalan lebih mulus di resolusi tinggi, dan kedua, efek pencahayaan kompleks berpotensi tampil lebih bersih dengan artefak yang lebih rendah.

Perkiraan waktu rilis

AMD belum memberi tanggal rilis pasti untuk FSR Diamond sebagai produk mandiri. Namun, jendela peluncurannya sangat terkait dengan konsol generasi baru yang akan memakainya.

Dalam laporan pendapatan kuartal keempat, CEO AMD Lisa Su menyatakan bahwa pengembangan Xbox generasi baru yang memakai AMD semi-custom SoC berjalan baik untuk target peluncuran pada 2027. Jika jadwal itu tidak berubah, maka FSR Diamond kemungkinan besar akan hadir berdekatan dengan perilisan konsol generasi baru Xbox dan PlayStation.

Untuk saat ini, FSR Diamond masih berada pada tahap pengenalan awal. Meski begitu, kombinasi ML upscaling, multi-frame generation, ray regeneration, dan neural rendering sudah cukup menunjukkan bahwa AMD sedang menyiapkan fondasi baru untuk grafis game generasi berikutnya di PC dan konsol.

Source: tech.sportskeeda.com
Exit mobile version