Bocoran Galaxy Glasses Terkuak, Taruhan Besar Samsung pada Kacamata AI Tanpa Layar

Samsung mulai memberi sinyal lebih jelas soal perangkat baru yang disebut-sebut sebagai Galaxy Glasses. Produk ini digadang menjadi kacamata AI pertama Samsung dan berpotensi memperluas lini perangkat cerdas perusahaan setelah ponsel AI, headset XR, dan cincin pintar.

Bocoran itu muncul di sela ajang Mobile World Congress di Barcelona. Dalam wawancara dengan CNBC, Vice President bisnis Mobile Samsung, Jay Kim, mengatakan kacamata menjadi salah satu bentuk perangkat AI generasi berikutnya yang sedang dieksplorasi perusahaan.

Samsung Bocorkan Arah Galaxy Glasses

Jay Kim menyebut banyak perusahaan sedang mencari format perangkat AI berikutnya. Menurut dia, kacamata menjadi salah satu kandidat yang paling masuk akal karena bisa memahami apa yang sedang dilihat pengguna.

Pernyataan itu penting karena memberi gambaran fungsi utama Galaxy Glasses. Fokusnya bukan sekadar aksesori pintar, melainkan perangkat AI yang bekerja berdasarkan konteks visual di sekitar pengguna.

Menurut penjelasan Kim, kamera di sekitar area mata akan menangkap apa yang dilihat pengguna. Data visual itu kemudian dikirim ke ponsel untuk diproses sebelum AI memberi respons yang relevan.

Respons tersebut kemungkinan tidak ditampilkan di lensa. Samsung justru memberi sinyal bahwa informasi bisa disampaikan lewat audio atau melalui perangkat pendamping seperti smartphone dan smartwatch.

Kemungkinan Tanpa Layar di Lensa

Salah satu bagian paling menarik dari bocoran ini adalah indikasi bahwa Galaxy Glasses mungkin tidak memakai layar pada lensa. Saat ditanya soal keberadaan display, Jay Kim tidak memberi jawaban tegas, tetapi ia menyinggung peran ponsel dan jam tangan pintar sebagai medium untuk melihat informasi.

Pendekatan ini mengarah pada desain yang lebih sederhana dan ringan. Jika benar, Samsung tampaknya ingin menekan kompleksitas perangkat sekaligus menjaga kenyamanan pemakaian sehari-hari.

Strategi semacam ini sudah terlihat pada Ray-Ban Meta Smart Glasses. Produk Meta itu hadir tanpa layar, tetapi tetap menawarkan kamera, mikrofon, speaker, dan koneksi ke aplikasi ponsel untuk mendukung fungsi AI dan komunikasi.

Fitur yang Dirumorkan Hadir

Sejumlah laporan sebelumnya menyebut Galaxy Glasses akan memiliki konsep yang mirip dengan Ray-Ban Meta. Samsung diyakini akan menekankan integrasi erat dengan ekosistem Galaxy agar pengalaman pemakaian terasa mulus.

Jika mengacu pada bocoran yang beredar, fitur yang mungkin hadir meliputi:

  1. Kamera untuk menangkap foto dan video.
  2. Mikrofon dan speaker untuk perintah suara dan respons audio.
  3. WiFi dan Bluetooth untuk koneksi nirkabel.
  4. Sinkronisasi dengan HP Galaxy.
  5. Dukungan panggilan suara dan pengiriman pesan.
  6. Interaksi dengan asisten AI berbasis konteks visual.

Ada pula rumor soal penggunaan lensa photochromic. Lensa jenis ini bisa otomatis menggelap saat terkena sinar matahari lalu kembali bening ketika berada di dalam ruangan.

Fitur tersebut belum dikonfirmasi langsung oleh Samsung. Namun, jika benar diterapkan, lensa photochromic dapat memberi nilai tambah karena membuat kacamata lebih fleksibel dipakai di berbagai kondisi cahaya.

Cara Kerja yang Dibidik Samsung

Gambaran cara kerja Galaxy Glasses sejauh ini cukup jelas. Kacamata akan menjadi alat pengindra visual, sementara pemrosesan utama tetap mengandalkan perangkat lain seperti ponsel.

Skema ini dapat mengurangi beban komputasi di kacamata. Hasilnya, desain berpotensi lebih tipis, konsumsi daya lebih efisien, dan bobot perangkat lebih nyaman untuk dipakai dalam waktu lama.

Secara sederhana, alur kerjanya bisa dipahami seperti ini:

TahapFungsi
Kamera kacamataMenangkap apa yang dilihat pengguna
Koneksi ke ponselMengirim data visual untuk diproses
Sistem AIMenganalisis konteks dan kebutuhan pengguna
Output audio/perangkat lainMenyampaikan informasi atau respons

Model ini cocok untuk penggunaan harian. Misalnya saat pengguna berjalan di kota, bertanya soal objek tertentu, menerima arahan, atau menjalankan perintah komunikasi tanpa harus terus melihat layar ponsel.

Persaingan Pasar Kacamata Pintar Makin Ketat

Pasar kacamata pintar saat ini masih relatif muda. Namun, segmennya mulai ramai karena banyak perusahaan teknologi melihat perangkat wearable berbasis AI sebagai kandidat platform komputasi berikutnya.

Ray-Ban Meta masih menjadi nama yang paling sering disebut di kategori ini. Produk tersebut lebih dulu dikenal luas dan menjadi acuan karena memadukan desain kacamata biasa dengan fitur kamera, audio, dan AI.

Masuknya Samsung bisa mengubah persaingan. Keunggulan utama Samsung kemungkinan terletak pada jaringan perangkat Galaxy yang sudah mapan, mulai dari ponsel, jam tangan, earbud, hingga perangkat rumah pintar.

Selain Samsung, Apple juga kerap dirumorkan sedang menyiapkan produk serupa. Meski begitu, informasi soal perangkat Apple masih sangat terbatas dibanding arah yang sudah mulai dibocorkan Samsung ke publik.

Kapan Galaxy Glasses Dirilis?

Samsung belum mengungkap spesifikasi lengkap, desain final, atau tanggal peluncuran resmi Galaxy Glasses. Namun, Jay Kim mengatakan perangkat ini berpotensi meluncur pada tahun ini.

Pernyataan itu belum bisa dianggap sebagai konfirmasi jadwal pasti. Meski begitu, sinyal dari petinggi Samsung menunjukkan bahwa proyek kacamata AI ini sudah berada pada tahap yang cukup matang untuk mulai diperkenalkan ke pasar.

Jika benar meluncur dalam waktu dekat, Galaxy Glasses akan menjadi langkah penting bagi Samsung dalam membangun kategori perangkat AI yang lebih personal. Fokus pada pemahaman visual, respons kontekstual, dan integrasi dengan ekosistem Galaxy menjadi tiga aspek utama yang kini paling banyak disorot dari bocoran kacamata pintar tersebut.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: tekno.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button