LG Electronics Indonesia membawa TV premium baru dari lini QNED evo AI seri QNED86 ke pasar domestik. Produk ini menonjol lewat pilihan layar besar hingga 100 inci untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih dekat dengan suasana bioskop di rumah.
Model ini hadir dalam tiga ukuran layar, yakni 75 inci, 86 inci, dan 100 inci. Varian 100 inci menjadi opsi paling besar di seri tersebut dan menyasar pengguna yang menginginkan tayangan sinematik di ruang keluarga.
Menurut Product Director TV LG Electronics Indonesia, Paul Park, perangkat ini dirancang sebagai representasi komitmen perusahaan dalam memperkuat pengalaman hiburan rumah premium. Ia menyebut kombinasi bentang layar besar dengan teknologi visual dan audio terbaru menjadi kunci utama untuk menciptakan sensasi menonton yang imersif.
Fokus pada Mini LED dan layar besar
Keunggulan utama LG QNED evo AI QNED86 ada pada penggunaan panel Mini LED. LG menjelaskan ukuran lampu Mini LED jauh lebih kecil, sekitar 1/40 dari LED konvensional, sehingga jumlah titik cahaya di belakang panel bisa dibuat jauh lebih rapat.
Struktur ini memberi kontrol pencahayaan yang lebih presisi pada layar. Dampaknya terlihat pada warna hitam yang lebih pekat, kontras yang lebih tegas, detail gambar yang lebih kaya, serta blooming yang dapat ditekan dibanding TV LED biasa.
Karakter seperti itu penting untuk tayangan film dengan banyak adegan gelap dan transisi cahaya ekstrem. Dalam praktiknya, panel Mini LED membantu gambar terlihat lebih dramatis dan realistis, terutama pada layar berukuran sangat besar.
Warna dan prosesor AI jadi andalan
LG juga membekali TV ini dengan teknologi Dynamic QNED Color Pro. Teknologi tersebut diklaim dirancang untuk menjaga kedalaman warna dan kejernihan tampilan pada berbagai jenis konten.
Perusahaan menyebut seri ini telah mengantongi sertifikasi Intertek untuk reproduksi 100% Color Volume. Sertifikasi itu menjadi penanda bahwa akurasi warna tetap terjaga, baik saat layar berada di kondisi terang maupun redup.
Untuk pemrosesan gambar, LG memasang α8 AI Processor Gen2. Chip ini bekerja dengan bantuan kecerdasan buatan untuk mengoptimalkan kualitas visual secara real-time sesuai adegan yang sedang tampil.
Fitur AI Picture Pro dan AI Object Enhancer ikut disertakan. Keduanya berfungsi mengenali wajah dan objek utama agar tampil lebih tajam, lebih natural, dan lebih menonjol dari latar belakangnya.
Dynamic Tone Mapping juga menjadi bagian penting dari sistem pemrosesan gambar. Teknologi itu menyesuaikan tingkat terang dan gelap di berbagai area layar agar detail tetap terlihat tanpa mengorbankan kontras.
Dukungan format sinematik
LG menyertakan Dolby Vision pada TV ini. Dukungan tersebut umum dipakai untuk menghadirkan rentang dinamis yang lebih kaya, sehingga highlight dan bayangan dalam film dapat tampil lebih detail.
Ada pula FILMMAKER MODE yang bertujuan mempertahankan tampilan sesuai visi kreator. Fitur ini relevan bagi penonton yang ingin menikmati film dengan pengaturan gambar yang lebih mendekati maksud sutradara.
Kombinasi layar besar, Mini LED, dan format visual sinematik membuat QNED86 menonjol di segmen TV premium. Pada ukuran 100 inci, pendekatan ini jelas diarahkan untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih imersif dari TV konvensional.
Audio, smart TV, dan fitur rumah pintar
Dari sisi audio, LG menanamkan AI Sound Pro. Teknologi ini diklaim mampu menciptakan suara virtual surround hingga 9.1.2 channel hanya dari speaker bawaan TV.
Pendekatan itu ditujukan agar dialog terdengar lebih jelas dan efek suara terasa lebih luas. Bagi pengguna yang belum menambah soundbar atau sistem audio eksternal, fitur ini menjadi nilai tambah penting.
TV ini menjalankan webOS 25 sebagai platform smart TV. LG juga menjanjikan pembaruan sistem hingga lima tahun sejak pembelian, sebuah hal yang kini makin diperhatikan konsumen untuk menjaga umur pakai perangkat.
Fungsi lain yang dibawa adalah Home Hub untuk kendali rumah pintar. Sistem ini terintegrasi dengan LG ThinQ, Google Home, Apple AirPlay, dan Google Cast agar pengguna lebih mudah menghubungkan ponsel atau perangkat rumah pintar ke TV.
LG turut menambahkan fitur Gallery+ saat perangkat berada dalam mode standby. Dalam mode ini, layar bisa menampilkan lebih dari 100 karya seni, pemandangan alam, dan video ambient sehingga TV juga berfungsi sebagai elemen dekoratif interior.
Cocok untuk gamer dan pengguna premium
Bagi pengguna yang gemar bermain gim, seri ini mendukung refresh rate hingga 144Hz pada resolusi 4K. Dukungan itu memungkinkan gerakan gambar tampil lebih halus pada gim cepat seperti balap atau tembak-menembak.
AMD FreeSync Premium juga tersedia untuk membantu mengurangi tearing. Fitur ini penting saat TV dipasangkan dengan konsol atau PC gaming agar tampilan di layar besar tetap responsif dan stabil.
Berikut harga LG QNED evo AI QNED86 di Indonesia:
- 100 inci: sekitar Rp 44 jutaan
- 86 inci: sekitar Rp 35 jutaan
- 75 inci: sekitar Rp 27 jutaan
TV ini sudah tersedia melalui situs resmi LG Indonesia, jaringan toko elektronik besar, dan berbagai platform e-commerce. Dengan kombinasi ukuran layar jumbo, panel Mini LED, prosesor AI, audio virtual surround, serta dukungan fitur sinematik dan gaming, LG menempatkan QNED86 sebagai opsi TV premium untuk pengguna yang ingin mengubah ruang keluarga menjadi pusat hiburan berkelas.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: inet.detik.com






