iQoo membocorkan detail awal ponsel baru yang diduga kuat akan meluncur sebagai iQoo Z11 5G. Bocoran ini datang langsung dari Manajer Produk iQoo, Xing Cheng, saat perayaan ulang tahun ke-7 perusahaan.
Perangkat tersebut disebut membawa dua daya tarik utama, yakni layar dengan refresh rate 165 Hz dan baterai berkapasitas 9.020 mAh. Jika spesifikasi ini benar hadir pada produk final, iQoo akan menempatkan Z11 sebagai salah satu ponsel kelas menengah paling agresif di segmen gaming dan daya tahan.
Bocoran resmi dari petinggi iQoo
Menurut laporan yang dikutip dari Gizmochina dan dimuat ulang oleh Kompas.com, Xing Cheng menyebut ponsel baru iQoo ini akan fokus pada pengalaman penggunaan yang lebih kencang. Layar 165 Hz diposisikan untuk menunjang pengalaman bermain gim yang lebih mulus.
Angka tersebut tergolong tinggi untuk pasar ponsel menengah. Saat ini, banyak ponsel di kelas serupa masih bermain di 120 Hz atau 144 Hz, sehingga 165 Hz berpotensi menjadi nilai jual yang menonjol jika implementasinya optimal.
Selain layar, iQoo juga menonjolkan baterai besar 9.020 mAh. Xing Cheng bahkan mengklaim kapasitas itu menjadi yang terbesar yang pernah dihadirkan iQoo di ponsel mereka sampai saat ini.
Kapasitas baterai sebesar itu menarik perhatian karena mendekati tablet mini. Dalam pemakaian harian, baterai jumbo biasanya menjadi keunggulan untuk bermain gim lebih lama, streaming lebih panjang, dan mengurangi frekuensi pengisian daya.
Target pasar dan posisi harga
iQoo disebut menyiapkan perangkat ini untuk rentang harga 2.000-3.000 yuan. Dengan posisi tersebut, iQoo Z11 diperkirakan akan bermain di kelas menengah yang sangat kompetitif.
Segmen ini biasanya dihuni ponsel yang menonjolkan performa, baterai, dan layar. Karena itu, kombinasi 165 Hz dan 9.020 mAh bisa menjadi strategi iQoo untuk membedakan diri dari para pesaing.
Kompas.com juga menyoroti bahwa iQoo Z11 berpotensi berhadapan dengan model lain yang mengusung baterai besar. Salah satu nama yang disebut adalah Realme P4 Power, yang hadir dengan baterai 10.001 mAh.
Meski begitu, kapasitas baterai besar saja tidak cukup menentukan. Konsumen biasanya juga menilai efisiensi chipset, kualitas layar, sistem pendingin, bobot perangkat, serta kecepatan pengisian daya.
Sudah muncul di database sertifikasi
Menjelang peluncuran, iQoo Z11 terpantau muncul di sejumlah basis data sertifikasi. Di Malaysia, perangkat ini terdaftar di SIRIM dengan nomor model I2512.
Daftar tersebut mengonfirmasi nama pemasarannya sebagai iQoo Z11 5G. Kehadiran di basis data seperti ini umumnya menjadi salah satu indikasi bahwa perangkat sedang disiapkan untuk dipasarkan lebih luas.
Kode model yang sama juga sudah muncul di laman TKDN Kementerian Perindustrian. Dalam data itu, perangkat tercatat memiliki nilai TKDN 35,10 persen.
Masuknya perangkat ke database TKDN penting untuk dicermati pasar Indonesia. Hal itu belum otomatis berarti ponsel akan segera dijual, tetapi menjadi sinyal bahwa iQoo menyiapkan jalur legal untuk kemungkinan distribusi di pasar domestik.
Di China, dua perangkat Vivo dengan nomor model V2551A dan V2547A juga muncul di platform sertifikasi 3C. Salah satunya diyakini merupakan iQoo Z11.
Dari sertifikasi 3C itu, perangkat disebut mendukung fast charging 90 watt. Informasi ini mengarah pada kemungkinan bahwa iQoo akan membekali Z11 dengan adaptor pengisian cepat 90 watt.
Spesifikasi lain yang mulai terungkap
Selain dua fitur utama tadi, bocoran juga menyebut iQoo Z11 kemungkinan memakai panel LTPS beresolusi 1,5K. Namun, ukuran layarnya sampai sekarang belum diungkap.
Di sektor performa, perangkat ini dirumorkan akan memakai chipset kelas menengah. Nama chip belum dikonfirmasi, tetapi arahnya menunjukkan bahwa iQoo masih ingin menjaga keseimbangan antara performa dan harga.
Sebagai pembanding, pendahulunya iQoo Z10 meluncur dengan Snapdragon 7s Gen 3. Karena itu, ada peluang iQoo Z11 akan memakai chip di kelas yang setara atau generasi yang lebih baru.
Berikut ringkasan bocoran yang sejauh ini beredar:
- Nama perangkat: iQoo Z11 5G
- Refresh rate layar: 165 Hz
- Kapasitas baterai: 9.020 mAh
- Pengisian cepat: hingga 90 watt
- Resolusi layar: 1,5K
- Nomor model: I2512
- Nilai TKDN: 35,10 persen
- Kisaran harga: 2.000-3.000 yuan
Apa yang membuatnya menarik
Dalam tren pasar saat ini, ponsel dengan baterai besar biasanya harus berkompromi pada desain atau bobot. Jika iQoo mampu menjaga ketebalan dan distribusi bobot tetap nyaman, Z11 bisa menarik bagi pengguna yang butuh ponsel tahan lama untuk mobilitas tinggi.
Layar 165 Hz juga mempertegas arah produk ini ke pengguna muda dan mobile gamer. Namun manfaat maksimal refresh rate setinggi itu tetap bergantung pada optimasi sistem, dukungan gim, dan kemampuan GPU pada chipset yang dipakai.
Laporan Kompas.com menyebut iQoo Z11 diperkirakan meluncur pada akhir Maret. Selain model ini, iQoo juga disebut tengah menyiapkan iQoo Z11x, yang dijadwalkan hadir di India dengan baterai 7.200 mAh, menandakan bahwa lini Z11 akan difokuskan kuat pada daya tahan dan kebutuhan performa harian.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: tekno.kompas.com







