
Pembaruan keamanan terbaru untuk Windows 11 dilaporkan memicu masalah stabilitas pada sebagian pengguna. Sejumlah keluhan menyebut komputer mengalami crash, freeze, hingga restart berulang setelah pembaruan dipasang.
Pembaruan yang dimaksud adalah KB5079473 untuk Windows 11 versi 24H2 dan 25H2. Patch ini mendorong sistem ke build 26100.8037 dan 26200.8037, serta pada dasarnya dirilis untuk membawa perbaikan keamanan dan sejumlah peningkatan kecil.
Apa yang terjadi setelah pembaruan dipasang
Laporan awal muncul di forum Microsoft Q&A tidak lama setelah distribusi update dimulai. Beberapa pengguna menyatakan perangkat mereka menjadi tidak stabil, meski sebelumnya berjalan normal.
Ada pengguna yang mengaku komputernya crash total sampai tiga kali setelah update terpasang. Kondisi itu memaksa hard reboot dan menyebabkan pekerjaan yang belum disimpan ikut hilang.
Keluhan lain menyebut layar membeku sepenuhnya dan tidak merespons. Dalam situasi seperti itu, restart manual disebut menjadi satu-satunya cara untuk memulihkan sistem.
Sebagian laporan bahkan menyebut PC melakukan restart sendiri setiap 10 hingga 20 menit. Jika benar meluas, pola ini menunjukkan gangguan yang lebih serius daripada bug minor biasa.
Ragam gejala yang dilaporkan pengguna
Selain crash dan freeze, ada pula laporan error blue screen dengan pesan “ATTEMPTED_WRITE_TO_READONLY_MEMORY (0xBE)”. Kode ini biasanya berkaitan dengan akses memori yang bermasalah, meski penyebab pastinya tetap perlu verifikasi lebih lanjut dari Microsoft.
Sejumlah pengguna juga melaporkan aplikasi tertentu gagal dibuka setelah update. Program yang disebut dalam laporan mencakup Office dan Outlook, sementara Command Prompt dan pintasan Print Screen dikabarkan ikut tidak berfungsi.
Dalam beberapa kasus, muncul pula kode kesalahan 0x800704b3. Kode ini dilaporkan oleh pengguna yang mengalami gangguan akses atau perilaku sistem yang tidak normal pasca-pembaruan.
Laporan lain yang lebih spesifik datang dari perangkat tertentu. Pada beberapa laptop Samsung Galaxy Book, ada klaim bahwa drive menjadi tidak dapat diakses setelah update dipasang.
Keluhan terpisah juga muncul dari pengguna Dell Precision. Mereka menyinggung adanya glitch grafis atau aplikasi berbasis akselerasi GPU yang mendadak crash.
Isi pembaruan yang seharusnya dibawa KB5079473
Secara resmi, KB5079473 difokuskan pada aspek keamanan. Microsoft juga menyebut adanya pembaruan pada penanganan sertifikat Secure Boot, peningkatan keandalan pencarian di File Explorer, serta perubahan terkait WDAC COM allowlisting.
Artinya, update ini tidak diposisikan sebagai pembaruan fitur besar. Justru karena sifatnya keamanan dan pemeliharaan sistem, munculnya laporan crash dan freeze menjadi perhatian bagi pengguna yang mengandalkan PC untuk kerja harian.
Sampai saat ini, laporan yang beredar masih bersifat anekdotal. Belum ada pernyataan resmi yang menunjukkan bahwa seluruh pengguna Windows 11 terdampak secara luas.
Perangkat yang berpotensi terdampak
Berdasarkan laporan yang beredar, dampak tampaknya tidak seragam pada semua konfigurasi. Ini mengarah pada dugaan adanya masalah kompatibilitas yang hanya muncul pada perangkat keras atau driver tertentu.
Kemungkinan itu cukup masuk akal dalam ekosistem Windows yang sangat beragam. Kombinasi prosesor, GPU, firmware, driver, dan aplikasi pihak ketiga sering membuat satu patch berjalan baik di banyak PC, tetapi bermasalah di sebagian perangkat lain.
Berikut ringkasan gejala yang paling banyak disebut:
- Sistem crash mendadak setelah login atau saat digunakan.
- Layar freeze dan tidak merespons.
- Restart otomatis dalam interval singkat.
- Blue screen dengan kode 0xBE.
- Office, Outlook, atau aplikasi lain gagal dibuka.
- Command Prompt dan Print Screen tidak merespons.
- Drive tidak bisa diakses pada sebagian laptop tertentu.
- Gangguan grafis dan crash pada aplikasi berbasis GPU.
Langkah yang bisa dilakukan pengguna
Bagi pengguna yang belum memasang patch ini dan mengutamakan stabilitas, opsi paling aman untuk sementara adalah menunda update. Langkah ini umum disarankan ketika laporan gangguan baru mulai bermunculan dan investigasi vendor belum selesai.
Untuk pengguna yang sudah telanjur terdampak, pembaruan dapat dihapus melalui menu Windows Update jika sistem masih bisa diakses normal. Sesudah itu, pengguna dapat memantau apakah kestabilan perangkat kembali seperti sebelumnya.
Berikut langkah umum yang biasa dianjurkan:
- Buka Settings.
- Masuk ke Windows Update.
- Pilih Update history.
- Buka Uninstall updates.
- Cari pembaruan KB5079473.
- Hapus pembaruan lalu restart perangkat.
Pengguna juga disarankan mengirim laporan melalui Feedback Hub. Data dari laporan pengguna dapat membantu Microsoft mengidentifikasi pola masalah, terutama jika gangguan ternyata terkait model laptop, driver grafis, atau konfigurasi perangkat tertentu.
Untuk saat ini, situasinya masih berkembang dan perlu dipantau dari kanal resmi Microsoft. Pengguna Windows 11 versi 24H2 dan 25H2 yang mengalami crash, freeze, atau restart berulang setelah memasang KB5079473 sebaiknya memeriksa riwayat update, mendokumentasikan gejala yang muncul, dan mengikuti pembaruan status perbaikan dari Microsoft.
Source: www.gizmochina.com








