Pembaruan keamanan Windows terbaru dilaporkan memicu masalah serius pada sebagian pengguna laptop Samsung. Setelah memasang update Windows 11 dengan kode KB5077181, sejumlah pengguna mengaku tiba-tiba kehilangan akses ke drive C: dan file penting di dalamnya.
Laporan ini terutama muncul pada perangkat Samsung, termasuk lini Galaxy Book. Gejala yang paling sering disebut adalah munculnya pesan “access denied”, bahkan saat akun yang dipakai sudah memiliki hak administrator.
Bug update Windows 11 ganggu akses file di laptop Samsung
Masalah ini dikaitkan dengan pembaruan keamanan Windows 11 yang dirilis pada Februari. Berdasarkan artikel referensi, bug tersebut dilaporkan memengaruhi sistem yang berjalan di Windows 11 versi 24H2 dan 25H2.
Dampaknya tidak kecil bagi pengguna. Saat akses ke drive sistem diblokir, pengguna bisa gagal membuka folder utama, tidak dapat menjalankan program dasar, dan kehilangan kontrol terhadap direktori root di perangkat sendiri.
Situasi ini membuat laptop tetap menyala, tetapi fungsi penting sistem tidak bisa dipakai normal. Dalam konteks penggunaan harian, kondisi seperti ini mendekati “brick” karena file dan aplikasi inti menjadi tidak dapat diakses.
Microsoft akui ada laporan dari perangkat Samsung
Microsoft sudah mengakui adanya masalah tersebut melalui Windows release health dashboard. Perusahaan menyatakan telah menerima laporan bahwa beberapa model perangkat Samsung kehilangan akses ke drive C: setelah instalasi update keamanan Februari.
Microsoft juga menyebut investigasi awal mengarah pada kemungkinan konflik dengan aplikasi Samsung Share. Namun, akar masalahnya disebut belum tervalidasi sepenuhnya dan masih diselidiki bersama Samsung.
Dalam pernyataannya, Microsoft menyebut, “Microsoft has received reports of an issue in which some Samsung device models lose access to the C: drive after installing the February 2026 security update.” Pernyataan itu juga menambahkan bahwa indikasi terbaru menunjukkan masalah mungkin terkait aplikasi Samsung Share.
Pernyataan resmi itu penting karena mengonfirmasi bahwa kasus ini bukan keluhan terisolasi. Artinya, ada dasar yang cukup kuat untuk menganggap bug ini sebagai gangguan kompatibilitas yang nyata antara patch Windows dan perangkat lunak OEM tertentu.
Dugaan penyebab dan perangkat yang terdampak
Artikel referensi menyebut konflik kemungkinan terjadi antara patch KB5077181 dan software khusus pabrikan pada perangkat Samsung. Fokus laporan mengarah pada laptop Samsung, terutama seri Galaxy Book, meski cakupan model lengkap belum diumumkan resmi.
Belum ada indikasi bahwa semua PC Windows terkena masalah serupa. Sampai saat ini, laporan yang menonjol tetap terpusat pada perangkat Samsung, sehingga pengguna merek lain belum tentu mengalami gejala yang sama.
Karena masalah diduga melibatkan software OEM, aplikasi bawaan pabrikan menjadi titik perhatian. Samsung Share disebut sebagai salah satu komponen yang sedang diperiksa dalam investigasi bersama Microsoft dan Samsung.
Apa yang bisa dilakukan pengguna sekarang
Hingga kini belum ada hotfix otomatis yang dirilis untuk memulihkan izin akses file. Karena itu, langkah mitigasi sementara menjadi penting bagi pengguna yang sudah terlanjur memasang update tersebut atau belum melakukan pembaruan.
Berikut opsi yang paling relevan berdasarkan informasi yang tersedia:
- Periksa apakah update KB5077181 sudah terpasang di laptop Samsung.
- Jika setelah update muncul pesan “access denied”, pertimbangkan rollback update melalui menu pemulihan Windows.
- Tunda pembaruan Windows sementara waktu bila perangkat belum terkena masalah.
- Pantau halaman Windows release health dashboard untuk status perbaikan resmi.
- Cek juga pembaruan aplikasi Samsung, khususnya komponen berbagi file seperti Samsung Share.
Langkah rollback perlu dilakukan hati-hati karena menyangkut pembaruan keamanan sistem. Dalam praktiknya, pengguna korporat atau pemilik data penting sebaiknya melakukan pencadangan dan, bila perlu, meminta bantuan teknisi resmi sebelum mengubah konfigurasi sistem.
Mengapa kasus ini penting untuk diperhatikan
Kasus ini menunjukkan risiko yang tetap ada pada pembaruan sistem, bahkan untuk patch keamanan. Update memang penting untuk menutup celah keamanan, tetapi konflik dengan software pabrikan dapat menghasilkan efek samping yang justru mengganggu akses dasar pengguna ke perangkatnya.
Bagi pengguna laptop Samsung, perhatian utama saat ini bukan hanya performa update, melainkan keselamatan data dan akses file. Selama Microsoft dan Samsung belum merilis perbaikan permanen, pengguna yang memakai Windows 11 versi 24H2 atau 25H2 perlu lebih waspada sebelum memasang patch KB5077181, terutama jika perangkat digunakan untuk menyimpan dokumen kerja penting.
Source: tech.sportskeeda.com






