Taiwan akan menjadi tuan rumah Smart City Summit & Expo 2026 yang akan diselenggarakan di Taipei Nangang Exhibition Center. Ajang ini menjadi panggung penting bagi pengembangan kota pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mengintegrasikan teknologi digital dengan tujuan keberlanjutan lingkungan. Pameran ini menampilkan inovasi teknologi terkini yang dipersembahkan oleh raksasa teknologi global seperti ASUS, Foxconn, dan Delta Electronics.
Smart City Summit & Expo 2026 menghadirkan AI City Pavilion pertama di dunia, sebuah pusat inovasi utama yang menawarkan solusi komputasi cerdas bagi pengelola kota. Menurut Samson Hu, Chairman Taiwan Smart City Solutions Alliance (TSSA), kolaborasi antara pemerintah dan industri menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem AI serta memperluas implementasi teknologi Taiwan ke pasar internasional secara luas.
Struktur dan Teknologi Kota Pintar Berbasis AI
AI City Pavilion menampilkan 60 solusi inovatif yang dibagi ke dalam lima lapisan arsitektur utama yaitu infrastruktur komputasi, model AI, platform operasional, aplikasi nyata, dan teknologi masa depan. Solusi ini diaplikasikan pada empat skenario kehidupan perkotaan yang meliputi sektor transportasi, layanan kesehatan, keamanan, serta tata kelola kota. Salah satu contoh implementasi yang dipamerkan adalah model AI City as a Service, yang telah berhasil diterapkan di Kota Tainan dan Kaohsiung.
Selain itu, pameran ini juga menyuguhkan zona robotika AI dengan berbagai robot layanan canggih, mulai dari robot logistik, robot restoran, hingga robot pemadam kebakaran. Robot-robot tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan ketahanan operasional kota pintar masa depan. Melalui teknologi ini, aktivitas kota diprediksi menjadi lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan warga.
Energi Berkelanjutan dan Digital Twin untuk Mitigasi Risiko
Isu ketahanan energi menjadi titik fokus berikutnya dalam ajang SCSE 2026. Solusi manajemen energi berbentuk virtual power plant serta teknologi digital twin diperkenalkan untuk mendukung mitigasi bencana yang lebih akurat dan pengelolaan energi yang efisien. Perusahaan besar seperti Delta Electronics dan Acer ITS memajukan teknologi ini agar kota dapat mencapai target Net Zero City secara lebih cepat.
Program Smart Startups yang melibatkan lebih dari 250 perusahaan rintisan turut memperkaya ekosistem inovasi. Perusahaan-perusahaan tersebut fokus pada pengembangan aplikasi semikonduktor, mobilitas pintar, dan inovasi di bidang kesehatan. Hal ini menandakan percepatan ekonomi digital global melalui teknologi kota pintar yang berbasis AI.
Dampak Global dan Kolaborasi Internasional
Smart City Summit & Expo 2026 menghadirkan delegasi dari 53 negara dan 174 kota di dunia. Lebih dari 3.000 pemimpin bisnis internasional berkumpul untuk berdiskusi dan merumuskan strategi kota pintar yang tangguh dan berkelanjutan. Partisipasi universitas unggulan seperti National Tsing Hua University semakin memperkuat sisi riset dan akademik dalam pengembangan teknologi kota dan AI.
Taiwan secara jelas menunjukkan ambisinya sebagai pusat inovasi dunia di bidang teknologi kota pintar. Dengan menggabungkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta, negara ini mengusung masa depan kota yang mengutamakan efisiensi, keberlanjutan, dan kualitas hidup warga melalui pemanfaatan teknologi AI yang canggih.









