
Lenovo memperlihatkan purwarupa konsol genggam baru bernama Legion Go Fold di ajang Mobile World Congress di Barcelona. Perangkat ini langsung menarik perhatian karena membawa layar lipat, konsep yang masih jarang ditemui pada pasar handheld gaming.
Mengacu pada laporan Kompas.com yang merujuk GSMArena, Legion Go Fold memakai panel P-OLED 11,6 inci yang dapat dilipat hingga berukuran 7,7 inci. Pendekatan ini memberi fleksibilitas bagi pengguna yang ingin layar ringkas saat mobile, tetapi tetap bisa diperluas ketika membutuhkan bidang pandang lebih besar.
Layar lipat jadi pembeda utama
Keunikan utama Legion Go Fold ada pada format layarnya. Saat dilipat, perangkat tampil lebih kompak dan mendekati ukuran handheld pada umumnya.
Saat dibuka penuh, layar membentang lebih luas untuk pengalaman bermain yang lebih imersif. Lenovo tampaknya ingin memadukan portabilitas konsol genggam dengan kenyamanan visual yang biasanya hadir pada perangkat berukuran lebih besar.
Konsep ini juga menunjukkan arah baru dalam desain perangkat gaming portabel. Jika teknologi tersebut benar-benar masuk tahap produksi, Lenovo bisa membuka kategori baru di segmen konsol genggam premium.
Controller bisa dilepas dan digabung
Seperti lini Legion Go sebelumnya, perangkat konsep ini dibekali controller detachable di sisi kiri dan kanan layar. Sistem ini mengingatkan pada pendekatan controller modular yang sudah populer di pasar handheld.
Menurut referensi sumber, controller tersebut dapat dipasang untuk mode bermain standar. Saat dilepas, kedua unit controller juga bisa disatukan menjadi satu perangkat terpisah.
Menariknya, gabungan controller itu memiliki layar kecil tambahan. Layar mini tersebut disebut bisa berfungsi sebagai touchpad, panel pengaturan sistem, pemantau metrik performa, hingga hotkey yang dapat dikustomisasi.
Fitur seperti ini memberi nilai tambah di luar fungsi kontrol dasar. Lenovo tidak hanya menjual konsep layar lipat, tetapi juga mencoba memperluas skenario penggunaan melalui aksesori yang lebih adaptif.
Empat mode pemakaian
Lenovo memperkenalkan empat mode penggunaan pada Legion Go Fold. Setiap mode dirancang untuk kebutuhan bermain dan produktivitas yang berbeda.
Berikut ringkasan mode yang dipamerkan:
Standard Handheld Mode
Layar dilipat menjadi 7,7 inci dan controller dipasang di kedua sisi. Format ini paling dekat dengan pengalaman handheld konvensional.Vertical Split-Screen Mode
Layar dibuka ke atas sehingga membentuk dua panel vertikal bertumpuk. Pengguna bisa bermain di satu layar sambil membuka panduan, streaming, atau konten lain di layar kedua.Horizon Full Screen Mode
Layar dibentangkan penuh hingga 11,6 inci dalam orientasi landscape. Mode ini cocok untuk game yang membutuhkan area pandang lebih luas.- Expanded Desktop Mode
Perangkat dapat diubah menjadi format mirip laptop dengan tambahan keyboard, touchpad, dan stand. Mode ini mendukung aktivitas gaming, menonton, hingga tugas komputasi ringan.
Hadirnya empat mode tersebut memperlihatkan bahwa Lenovo tidak memosisikan perangkat ini semata sebagai konsol. Legion Go Fold juga diarahkan sebagai perangkat komputasi portabel yang fleksibel.
Spesifikasi yang dipamerkan
Dari sisi hardware, Legion Go Fold disebut ditenagai Intel Core Ultra 7 258V. Prosesor ini dipadukan dengan grafis terintegrasi Intel Arc 140V.
Lenovo juga menyematkan RAM 32 GB dan baterai 48 Whrs. Kombinasi ini menunjukkan bahwa perangkat konsep tersebut diarahkan untuk menjalankan game modern sekaligus mendukung multitasking pada format portabel.
Berikut tabel singkat spesifikasi yang terungkap dari sumber referensi:
| Komponen | Detail |
|---|---|
| Layar | P-OLED 11,6 inci, dapat dilipat menjadi 7,7 inci |
| Prosesor | Intel Core Ultra 7 258V |
| Grafis | Intel Arc 140V |
| RAM | 32 GB |
| Baterai | 48 Whrs |
| Kontrol | Controller detachable |
Masih sebatas konsep
Sampai saat ini, Lenovo belum memastikan apakah Legion Go Fold akan diproduksi massal. Statusnya masih purwarupa yang dipamerkan untuk menunjukkan kemungkinan arah pengembangan perangkat gaming handheld di masa mendatang.
Keraguan soal produksi massal cukup masuk akal. Teknologi layar lipat pada perangkat gaming dinilai mahal dan kompleks, sehingga berpotensi mendorong harga jual menjadi sangat tinggi jika benar-benar dipasarkan.
Meski begitu, peluang konsep ini hadir dalam bentuk komersial belum tertutup. Kompas.com mencatat Lenovo sebelumnya pernah membawa sejumlah konsep Legion menjadi produk nyata, sehingga fitur-fitur tertentu dari Legion Go Fold masih mungkin muncul pada generasi Legion Go berikutnya.
Bagi pasar handheld, kemunculan Legion Go Fold menandakan persaingan tidak lagi hanya soal performa dan sistem operasi. Desain layar, mode penggunaan, serta fleksibilitas aksesori kini mulai menjadi pembeda yang bisa menentukan arah inovasi perangkat gaming portabel berikutnya.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: tekno.kompas.com







