
Android menawarkan keunggulan multitasking yang tidak dimiliki iPhone, terutama melalui fungsi split-screen atau layar terpisah. Fitur native split-screen sudah hadir sejak Android 7 (Nougat), memungkinkan pengguna menjalankan dua aplikasi secara berdampingan dengan mudah dan efisien.
Sementara iPhone hingga kini belum mendukung official split-screen untuk multitasking di layar utama. Fungsi ini justru sudah lebih dulu hadir di iPad sejak 2015 melalui iOS, yang mengubah iPad menjadi perangkat produktif layaknya laptop. Namun anehnya, Apple belum mengimplementasikan split-screen di iPhone meskipun perangkat sudah memiliki layar yang lebih besar seperti varian Plus dan Pro Max.
Sejarah Split-Screen di Android
Split-screen resmi di Android diluncurkan saat smartphone masih memiliki layar lebih kecil dan spesifikasi terbatas. Meski demikian, fitur ini langsung digunakan secara luas karena meningkatkan produktivitas pengguna. Google mempersiapkan Android untuk layar resolusi tinggi, layar lipat, dan penggunaan multitasking pada perangkat powerful sejak awal.
Banyak ponsel Android flagship memiliki prosesor dan RAM yang mampu menyaingi laptop. Namun, jika dibatasi hanya menjalankan satu aplikasi penuh layar saja, maka potensi hardware tidak dimanfaatkan maksimal. Oleh karena itu, split-screen menjadi fitur penting dalam ekosistem Android, khususnya pada perangkat seperti Samsung Galaxy S25 Ultra yang mendukung aktivitas multitasking berat.
Kegunaan Split-Screen dalam Kehidupan Sehari-hari
Aktivitas harian yang dibantu split-screen misalnya menonton YouTube sementara membuka aplikasi media sosial secara bersamaan. Pengguna juga kerap melakukan browsing dan mencatat informasi tanpa harus terus menerus berganti aplikasi. Kombinasi browser dan YouTube, browser dan catatan, atau kombinasi aplikasi lain meningkatkan kenyamanan dan efisiensi dalam bekerja maupun hiburan.
Selain itu, split-screen memudahkan pengguna kopi-tempel data antar aplikasi tanpa harus berpindah layar, yang selama ini menjadi salah satu keterbatasan iPhone. Fitur ini memberi pengalaman multitasking yang lebih seamless dan natural.
Perbandingan dengan Split View iPad
iPad dengan split-view sudah mengubah paradigma penggunaan tablet menjadi laptop killer bagi sebagian pengguna. Sebaliknya, iPhone masih terfokus pada kemudahan penggunaan satu tangan dan pengalaman layar tunggal. Dugaan utama ketidakadopsian split-screen di iPhone adalah ukuran layar yang dianggap terlalu kecil dan Apple beranggapan split-screen buruk untuk kenyamanan pengguna telepon genggam.
Namun tren justru menunjukkan model iPhone dengan layar besar sangat diminati. Versi Mini yang lebih kecil justru dihentikan karena kurang populer. Ini menimbulkan pertanyaan mengapa Apple tidak mengadopsi multitasking split-screen pada iPhone yang layar besarnya sebanding dengan tablet mini.
Potensi Masa Depan: iPhone Lipat dan Split-Screen
Rumor iPhone lipat kian menguat, dan banyak yang berharap perangkat tersebut mengusung multitasking layaknya perangkat lipat Android. Jika iPhone lipat benar-benar ada, kemungkinan besar Apple akan menghadirkan split-screen agar pengguna bisa memanfaatkan layar besarnya dengan cara lebih produktif.
Meski begitu, fitur ini mungkin tetap tidak wajib tersedia pada iPhone biasa yang masih mengutamakan pengalaman layar tunggal. Apple dikenal lambat mengadopsi fitur yang lebih dulu populer di Android, tapi saat pengguna sudah terbiasa multitasking di layar terbagi, permintaan fitur ini bisa meningkat.
Pengguna yang belum pernah mencoba split-screen belum menyadari betapa menguntungkannya fitur ini. Namun bagi yang sudah terbiasa dengan Android dan multitasking, fitur ini menjadi alasan kuat meninggalkan ekosistem iPhone.
Rangkuman Keunggulan Split-Screen Android
- Sudah hadir native sejak Android 7, membuka jalan bagi multitasking lebih mudah.
- Mendukung perangkat dengan layar kecil hingga layar lipat besar.
- Memaksimalkan penggunaan prosesor dan RAM kelas laptop.
- Mempermudah transfer data antar aplikasi tanpa perlu berpindah layar.
- Menyediakan pengalaman multitasking yang lebih fleksibel dan natural.
Dengan semua keunggulan ini, split-screen pada Android bukan sekadar gimmick, melainkan fitur esensial untuk produktivitas dan multitasking sehari-hari. Kondisi ini menjadi salah satu alasan utama penggunanya memilih Android dibanding iPhone, yang sampai sekarang belum menyuguhkan pengalaman serupa.









