Galaxy S26 Ultra disebut memiliki perilaku zoom yang berbeda saat pengguna berpindah dari 9,9x ke 10x. Perbedaan ini bukan sekadar angka di layar, tetapi terkait perubahan jalur pemrosesan kamera yang muncul khusus pada mode 24MP.
Temuan itu mengarah pada satu hal penting bagi pengguna yang mengejar detail alami. Pada rentang 5x hingga 9,9x di mode 24MP, kamera diduga masih memakai crop beresolusi tinggi dari sensor telefoto 5x dengan intervensi komputasi yang lebih ringan.
Perbedaan 9,9x dan 10x ternyata bukan mitos
Diskusi soal zoom 9,9x versus 10x mulai ramai setelah pengamatan dari pembocor teknologi Ice Universe. Ia menyoroti bahwa hasil 10x pada kondisi tertentu tampak mendapat pemrosesan detail yang lebih agresif dibanding 9,9x.
Pengujian lanjutan yang dikutip dari SammyGuru menemukan pola yang konsisten. Kamera memang mengubah pipeline saat zoom melewati 10x, tetapi perubahan ini disebut hanya terjadi pada mode pemotretan 24MP.
Pada mode 12MP, transisi itu disebut nyaris tidak terlihat. Zoom 9,9x dan 10x menghasilkan perilaku yang pada praktiknya sama, sehingga pengguna umum kemungkinan tidak akan melihat perbedaan berarti.
Mode 24MP membuka “jendela tersembunyi” 5x–9,9x
Hal paling menarik muncul saat kamera diatur ke 24MP. Di rentang 5x sampai 9,9x, Galaxy S26 Ultra dilaporkan tetap mempertahankan output penuh 24MP.
SammyGuru menyebut rentang ini sebagai area yang sangat dekat dengan near-lossless zoom. Maksudnya, sebagian besar detail gambar masih berasal langsung dari data sensor, bukan dari rekonstruksi AI berat.
Dalam rentang tersebut, kamera disebut mempertahankan beberapa karakter utama berikut:
- Output penuh 24MP
- Crop resolusi tinggi dari sensor telefoto 5x
- Rekonstruksi AI jarak jauh yang minimal
- Tekstur gambar yang lebih natural
Pendekatan ini penting bagi pengguna yang mengutamakan detail asli. Saat sistem belum masuk ke pemrosesan jarak jauh yang lebih agresif, hasil foto cenderung terlihat lebih alami dan tidak terlalu diasah secara digital.
Apa yang berubah setelah melewati 10x
Begitu zoom melewati 10x, strategi kamera berubah. SammyGuru melaporkan bahwa sistem tidak lagi mempertahankan jalur 24MP yang sama seperti di bawah ambang itu.
Setelah 10x, kamera disebut beralih ke output 12MP. Pada tahap ini, Samsung mulai mengaktifkan sistem long-range zoom yang mengandalkan pemrosesan komputasional lebih kuat.
Perubahan yang dilaporkan setelah 10x meliputi:
| Rentang zoom | Karakter pemrosesan |
|---|---|
| 5x–9,9x | 24MP, crop resolusi tinggi, detail lebih natural |
| 10x–100x | 12MP, AI reconstruction lebih kuat, sharpening lebih agresif |
Teknik yang dipakai pada zoom jauh umumnya mencakup multi-frame super-resolution, rekonstruksi tekstur berbasis AI, dan penajaman komputasional. Tujuannya jelas, yaitu menjaga foto tetap terlihat tajam saat subjek berada sangat jauh.
Namun, ada konsekuensi visual dari pendekatan itu. Detail memang bisa tampak lebih kuat, tetapi tampilannya sering terasa lebih “diproses” dibanding hasil dari crop sensor beresolusi tinggi.
Mengapa ambang 9,9x menjadi penting
Bagi fotografer mobile, angka 9,9x kini punya arti teknis. Angka itu disebut menjadi batas tertinggi sebelum kamera berpindah dari pipeline 24MP ke pipeline long-range 12MP.
Artinya, pengguna yang ingin memaksimalkan detail native dari sensor telefoto kemungkinan justru akan lebih diuntungkan jika berhenti di 9,9x, bukan langsung 10x. Dalam skenario tertentu, perbedaan ini bisa memengaruhi tekstur halus, karakter noise, dan tingkat penajaman pada hasil akhir.
SammyGuru juga mencatat bahwa pola 5x sampai 9,9x ini berlaku pada Expert RAW. Pada mode itu, kamera masih menangkap data 24MP di rentang tersebut, sehingga memberi ruang olah file yang lebih fleksibel untuk pengguna yang ingin mengedit lebih lanjut.
Bagi pengguna Auto mode, manfaatnya tetap ada meski hasil akhir disimpan sebagai JPEG atau HEIF. Selama zoom dijaga di bawah 10x pada mode 24MP, foto disebut masih memanfaatkan jalur resolusi tinggi yang lebih mengandalkan data sensor.
Apa dampaknya untuk pengguna sehari-hari
Bagi mayoritas pengguna, perpindahan ini kemungkinan tidak akan terasa karena semua proses berjalan otomatis. Kamera dirancang untuk memilih metode terbaik antara detail asli dan jangkauan zoom ekstrem.
Tetapi untuk pengguna yang teliti, terutama yang sering memotret arsitektur, papan tanda, atau subjek jauh dengan banyak detail kecil, perilaku ini layak diperhatikan. Memilih 24MP dan menjaga zoom di rentang 5x sampai 9,9x bisa menjadi cara untuk mendapatkan detail yang lebih natural sebelum sistem AI jarak jauh mengambil alih.
Source: sammyguru.com