
Kebiasaan mengisi daya ponsel hingga 100 persen ternyata tidak semanis yang dibayangkan banyak pengguna. Pakar elektro mengingatkan bahwa isi daya penuh justru dapat mempercepat penurunan kualitas baterai.
Direktur Pusat Mesin Elektrokimia di Penn State University, Chao-Yang Wang, menyatakan bahwa anggapan mengisi baterai sampai penuh tidak berbahaya adalah mitos. Menurut Wang, baterai yang sering diisi hingga 100 persen mengalami degradasi lebih cepat dibandingkan yang diisi hingga level sedikit lebih rendah.
Batas Aman Pengisian: 20-80 Persen
Wang mengungkapkan bahwa batas ideal pengisian baterai sebaiknya berada pada rentang 20 persen hingga 80 persen. Dengan menjaga baterai dalam kisaran ini, usia pakai ponsel bisa bertahan lebih lama. Pengguna disarankan untuk mengisi daya ketika baterai mulai menyentuh angka 20 persen dan tidak memaksakan hingga penuh 100 persen.
Menurut Wang, mengisi daya sampai 100 persen bisa mempercepat penurunan kapasitas baterai hingga 10 sampai 15 persen secara signifikan selama masa pakainya. Pengisian daya berlebih ini sering terjadi saat pengguna meninggalkan ponsel dicas semalaman.
Pengaruh Suhu dan Fast Charging
Selain persentase pengisian, suhu menjadi faktor penting yang memengaruhi kesehatan baterai. Suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat merusak komponen baterai secara permanen.
Profesor Madya Teknik Mesin dari New Jersey Institute of Technology, Dibakar Datta, menuturkan bahwa ponsel sebaiknya digunakan dan dicas dalam suhu ruangan yang stabil. Ia juga mengingatkan risiko penggunaan fitur fast charging yang mengakibatkan baterai bekerja dalam suhu tinggi.
Fast charging memang praktis, tetapi panas yang dihasilkan selama proses pengisian dapat mempercepat degradasi baterai. Bahkan dalam beberapa kasus ekstrim, ponsel berisiko mengalami overheating sampai terbakar.
Tips Merawat Baterai Agar Awet
Pakar menyarankan pengguna untuk rutin memantau kesehatan baterai melalui fitur "Battery Health" di pengaturan ponsel. Jika tingkat kesehatan baterai menyusut hingga di bawah 80 persen, saat itu waktu yang tepat untuk mengganti baterai di toko resmi.
Perawatan baterai yang tepat perlu didukung oleh beberapa langkah berikut:
- Jangan mengisi daya hingga penuh 100 persen secara rutin.
- Isi daya ketika baterai turun sampai 20 persen dan cabut charger saat sudah mencapai sekitar 80 persen.
- Hindari pengisian daya semalaman yang menyebabkan baterai terus terisi terlalu lama.
- Gunakan charger dan kabel asli resmi untuk mengurangi risiko kerusakan.
- Jaga ponsel agar tidak terlalu panas selama pengisian, misalnya dengan meletakkannya di tempat yang memiliki ventilasi baik.
Pengguna smartphone sering menganggap baterai yang menunjukkan indikator 100 persen adalah tanda optimal untuk mulai menggunakan ponsel lagi. Faktanya, kebiasaan ini justru meningkatkan risiko penurunan kualitas baterai secara signifikan.
Kesadaran akan cara pengisian baterai yang benar penting untuk menjaga performa dan ketahanan ponsel dalam jangka panjang. Ponsel dengan baterai yang sehat tentu berfungsi lebih optimal dan aman digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Dengan memahami batas aman pengisian dan menjaga suhu perangkat, pengguna dapat menghindari gangguan teknis dan risiko keselamatan yang tak perlu. Meski terlihat remeh, pola pengisian baterai memegang peran besar dalam menjaga umur pakai ponsel modern.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.beritanusa.com








