
Motorola kini punya dua arah berbeda di pasar ponsel lipat. Razr Fold menyasar pengguna yang ingin perangkat ala tablet, sedangkan Razr Ultra 2025 lebih cocok untuk pembeli yang mengutamakan bodi ringkas saat dilipat.
Pilihan di antara keduanya memang bukan soal mana yang mutlak lebih baik. Seperti dicatat Android Central, keputusan membeli “depends on your folding preference” karena keduanya hadir untuk kebutuhan yang berbeda, bukan saling menggantikan secara langsung.
Dua konsep lipat, dua tipe pengguna
Razr Fold adalah model lipat bergaya book-style. Desain ini memberi pengalaman seperti smartphone biasa saat ditutup dan layar luas seperti tablet kecil saat dibuka.
Razr Ultra 2025 memakai format flip-style. Bentuk ini membuat perangkat jauh lebih kecil di saku, sekaligus tetap menawarkan layar luar yang fungsional untuk aktivitas cepat.
Perbedaan konsep itu langsung terlihat dari ukuran fisiknya. Razr Fold memiliki ketebalan 4,7 mm saat dibuka dan 10,1 mm saat dilipat, sedangkan Razr Ultra 2025 berada di 7,2 mm saat dibuka dan 15,7 mm saat dilipat.
Namun ukuran lebih tipis itu datang dengan konsekuensi bobot. Razr Fold berbobot 243 gram, sementara Razr Ultra 2025 lebih ringan di 199 gram.
Layar besar lawan portabilitas
Untuk produktivitas, Razr Fold jelas unggul di atas kertas. Ponsel ini membawa layar lipat pOLED 8,1 inci dan layar luar 6,6 inci, ukuran yang jauh lebih lega untuk multitasking, membaca dokumen, dan menonton video.
Layar dalamnya mendukung refresh rate 120Hz. Layar luarnya justru bisa mencapai 165Hz dengan tingkat kecerahan puncak hingga 6.000 nits.
Razr Ultra 2025 tetap impresif untuk kelas flip. Perangkat ini punya layar utama 7 inci dan layar luar AMOLED 4 inci, keduanya juga mendukung 165Hz pada panel luar.
Kecerahan puncak Razr Ultra 2025 mencapai 4.500 nits pada layar utama dan 3.000 nits pada layar luar. Angka ini tinggi, tetapi masih berada di bawah kemampuan Razr Fold.
Spesifikasi inti dan dukungan software
Motorola memasang RAM 16GB pada kedua model. Bedanya, Razr Fold di pasar AS baru tercatat dalam satu varian 512GB, sedangkan Razr Ultra 2025 tersedia dalam opsi 512GB dan 1TB.
Razr Fold menggunakan Snapdragon 8 Gen 5. Android Central menilai chip ini tetap berada di kelas flagship, dan performanya diperkirakan bisa melampaui Snapdragon 8 Elite yang dipakai Razr Ultra 2025 dalam beberapa skenario.
Di sisi software, Razr Fold membawa nilai tambah penting. Motorola menjanjikan tujuh generasi pembaruan Android untuk perangkat ini, jauh lebih panjang dari Razr Ultra 2025 yang hanya dijadwalkan menerima tiga upgrade OS dan empat tahun patch keamanan.
Poin ini relevan bagi pembeli jangka panjang. Dukungan software yang lebih lama biasanya ikut menjaga nilai perangkat dan umur pakai.
Kamera: Razr Fold lebih komplet
Sektor kamera menjadi salah satu pembeda terbesar. Razr Fold membawa tiga kamera belakang 50MP, terdiri dari kamera utama, ultrawide, dan telefoto 3x optical zoom.
Konfigurasi itu membuat Razr Fold lebih fleksibel untuk berbagai kebutuhan foto. Android Central juga menyebut sertifikasi DXOMARK “GOLD Camera” sebagai nilai tambah bagi pengguna yang memperhatikan pengujian independen.
Razr Ultra 2025 tidak punya kamera telefoto. Namun ponsel ini tetap menawarkan kamera utama 50MP dan ultrawide 50MP, yang dalam ulasan Android Central menghasilkan foto punchy, detail, dan cukup baik di kondisi cahaya rendah.
Untuk video, keduanya mendukung perekaman hingga 8K 30fps. Jadi, selisih utamanya lebih terasa pada fleksibilitas zoom dan kelengkapan sistem kamera.
Baterai dan pengisian cepat
Razr Fold dibekali baterai 6.000mAh. Angka ini sangat besar untuk ponsel lipat dan menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Razr Ultra 2025 membawa baterai 4.700mAh. Kapasitas itu masih kompetitif untuk ponsel flip, apalagi ukuran bodinya lebih kecil.
Pengisian dayanya juga sama-sama cepat, tetapi Razr Fold kembali unggul. Model ini mendukung 80W wired dan 50W wireless charging, sementara Razr Ultra 2025 ada di 68W wired dan 30W wireless charging.
Harga jadi faktor penentu
Motorola belum mengumumkan harga resmi Razr Fold. Namun berdasarkan spesifikasi dan posisi produknya, Android Central memperkirakan harga model ini bisa berada di atas $1,500, bahkan berpotensi mendekati $1,700.
Razr Ultra 2025 justru kini jauh lebih menarik dari sisi value. Perangkat yang semula meluncur di $1,299.99 itu disebut sudah turun menjadi $799.99 untuk varian 512GB, dan Motorola AS bahkan menawarkan upgrade gratis ke 1TB dengan harga yang sama.
Berikut gambaran singkat pilihan keduanya:
- Pilih Razr Fold bila prioritasnya layar besar, kamera lebih komplet, baterai besar, dan update software lebih panjang.
- Pilih Razr Ultra 2025 bila yang dicari adalah ponsel lipat yang ringkas, lebih ringan, dan jauh lebih terjangkau.
- Pertimbangkan menunggu bila ingin melihat arah seri Razr berikutnya, terutama untuk format flip.
Dalam konteks pasar ponsel lipat saat ini, Razr Fold tampak seperti langkah berani Motorola untuk menantang segmen foldable premium. Sementara itu, Razr Ultra 2025 justru menjadi opsi yang paling rasional bagi banyak pembeli karena kombinasi desain compact, fitur flagship, dan harga promo yang kini jauh lebih agresif.
Source: www.androidcentral.com







