Samsung Galaxy S26 Satukan Gemini, Perplexity, dan Galaxy AI, Saat Memilih AI Tak Lagi Rumit

Samsung Galaxy S26 Series hadir dengan pendekatan baru pada ponsel AI. Samsung menggabungkan Gemini, Perplexity, dan Galaxy AI dalam satu perangkat untuk memberi pengalaman yang lebih terpadu.

Langkah ini menargetkan kebutuhan pengguna yang ingin memakai AI untuk banyak skenario tanpa harus berpindah aplikasi. Integrasi tersebut juga relevan dengan tren penggunaan AI yang terus naik di Indonesia.

Mengutip data survei Jakpat yang dilansir Selular, sekitar 71 persen responden di Indonesia sudah memanfaatkan teknologi AI untuk pekerjaan dan aktivitas sehari-hari. Data itu menunjukkan AI tidak lagi sekadar fitur tambahan, melainkan sudah menjadi alat harian bagi banyak pengguna.

Di saat yang sama, tantangan pengguna juga makin jelas. Banyak orang masih kesulitan memilih layanan AI yang cocok untuk kebutuhan spesifik dan memeriksa akurasi jawaban yang dihasilkan.

Menurut Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Galaxy S26 Series dirancang untuk menyederhanakan situasi itu. Ia menyebut pengguna kini tidak perlu bingung memilih tools AI karena beberapa layanan sudah tersedia dan saling melengkapi dalam satu perangkat.

Ilham menjelaskan Gemini dapat dipakai untuk mencari ide kreatif, sedangkan Perplexity lebih cocok untuk riset berbasis fakta karena menyertakan sumber. Seluruh fungsi itu, menurut Samsung, bisa diakses secara instan termasuk lewat perintah suara.

Integrasi Gemini dan Perplexity di Galaxy S26

Gemini di Galaxy S26 diposisikan sebagai asisten digital yang memahami konteks percakapan. Layanan AI dari Google ini dirancang untuk membantu rekomendasi, pencarian ide, dan sejumlah tugas harian langsung dari ponsel.

Samsung memberi contoh penggunaan yang sangat dekat dengan aktivitas sehari-hari. Pengguna dapat mengirim foto bahan makanan yang tersedia di rumah lalu meminta Gemini menyusun rekomendasi menu beserta langkah pembuatan yang relevan.

Pendekatan ini memperlihatkan fokus Samsung pada AI yang praktis dan cepat dipakai. Bukan hanya menghasilkan jawaban, sistem juga diarahkan untuk membantu pengambilan keputusan di dalam perangkat.

Di sisi lain, Perplexity membawa fungsi berbeda. Platform ini berfokus pada pencarian informasi berbasis referensi sehingga dapat dipakai untuk riset dan verifikasi fakta.

Model penggunaan dua layanan ini dibuat saling melengkapi. Setelah mendapatkan ide atau saran dari Gemini, pengguna dapat memakai Perplexity untuk memeriksa kandungan gizi, mencari data tambahan, atau mengecek sumber yang mendukung jawaban tersebut.

Nilai tambah utamanya ada pada transparansi informasi. Perplexity menampilkan jawaban yang dilengkapi tautan sumber, sehingga proses validasi menjadi lebih mudah bagi pengguna yang membutuhkan jawaban lebih akurat.

Fitur Galaxy AI Bawaan

Selain menggandeng layanan AI pihak ketiga, Samsung tetap mengandalkan Galaxy AI sebagai fondasi pengalaman perangkat. Beberapa fitur bawaan juga diperbarui untuk memperluas fungsi AI langsung di sistem.

Salah satu yang disorot adalah Semantic Search. Fitur ini memungkinkan pencarian file di perangkat memakai deskripsi bahasa alami, bukan hanya nama file atau folder.

Pengguna bisa mencari foto, video, atau dokumen dengan kalimat sehari-hari. Sistem kemudian membaca konteks perintah dan menampilkan hasil yang paling relevan.

Contoh yang diberikan Samsung cukup sederhana tetapi mudah dipahami. Saat ingin mencari foto lama, pengguna cukup mengetik deskripsi seperti “foto kue nastar di toples kaca”, lalu perangkat akan menampilkan gambar yang sesuai tanpa pencarian manual.

Samsung juga memperbarui Circle to Search 3.0 with Google. Fitur pencarian visual ini memungkinkan pengguna menelusuri informasi langsung dari objek yang muncul di layar.

Versi terbaru disebut mampu mengenali lebih dari satu objek dalam satu gambar. Artinya, pengguna dapat melingkari beberapa elemen sekaligus, misalnya pakaian dan sepatu, lalu sistem akan menampilkan informasi atau rekomendasi yang terkait dengan masing-masing objek.

Ringkasan kemampuan AI di Galaxy S26

  1. Gemini untuk ide kreatif, rekomendasi, dan tugas harian.
  2. Perplexity untuk riset, pengecekan fakta, dan jawaban dengan sumber.
  3. Semantic Search untuk mencari file dengan bahasa alami.
  4. Circle to Search 3.0 untuk pencarian visual multiobjek di layar.

Kombinasi ini menunjukkan arah strategi Samsung yang lebih terbuka. Perusahaan tidak hanya bertumpu pada AI internal, tetapi juga merangkul layanan eksternal yang sudah punya keunggulan pada fungsi tertentu.

Varian dan harga Galaxy S26 Series

Samsung membagi lini ini ke dalam tiga model, yaitu Galaxy S26 Ultra, Galaxy S26+, dan Galaxy S26. Seluruh model tersedia dalam warna Black, Cobalt Violet, Sky Blue, dan White.

Samsung juga menyiapkan warna eksklusif Pink Gold dan Silver Shadow melalui situs resminya. Pilihan ini memperluas opsi personalisasi untuk konsumen yang ingin tampilan berbeda.

Berikut daftar harga yang diumumkan Samsung Electronics Indonesia:

Model Varian Harga
Galaxy S26 Ultra 16GB/1TB Rp31.999.000
Galaxy S26 Ultra 12GB/512GB Rp27.499.000
Galaxy S26 Ultra 12GB/256GB Rp24.499.000
Galaxy S26+ 12GB/512GB Rp22.499.000
Galaxy S26+ 12GB/256GB Rp19.499.000
Galaxy S26 12GB/512GB Rp19.499.000
Galaxy S26 12GB/256GB Rp16.499.000

Samsung Electronics Indonesia membuka masa pre-order Galaxy S26 Series hingga 17 Maret melalui kanal penjualan resmi. Dengan integrasi Gemini, Perplexity, dan Galaxy AI, seri ini memperlihatkan bahwa persaingan ponsel premium kini tidak hanya ditentukan oleh kamera dan chipset, tetapi juga oleh seberapa cerdas perangkat membantu pengguna menemukan ide, memverifikasi informasi, dan mengakses data dengan cepat.

Berita Terkait

Back to top button