Lenovo Legion Pro 5i Tampil Kalem, Layar OLED 240Hz dan Tenaganya Sulit Diabaikan

Lenovo Legion Pro 5i hadir sebagai laptop gaming yang mencoba menjawab dua kebutuhan sekaligus. Perangkat ini menawarkan performa tinggi untuk game modern, tetapi tetap tampil kalem untuk dipakai di kantor, kampus, atau ruang rapat.

Di kelas menengah, kombinasi seperti ini tidak selalu mudah ditemukan. Banyak laptop gaming kencang tampil terlalu agresif, sementara model yang terlihat rapi justru sering memangkas layar atau performa.

Desain kalem, tetap terasa premium

Secara tampilan, Legion Pro 5i mengusung desain yang lebih dekat ke laptop profesional daripada perangkat gaming penuh ornamen. Bodinya terlihat bersih dengan finishing matte, sehingga tidak langsung mencolok saat dipakai di lingkungan formal.

Material yang dipakai merupakan kombinasi plastik pada sebagian besar bodi dan metal di penutup layar. Hasilnya masih terasa solid, meski belum sepenuhnya menggunakan bahan logam seperti model yang lebih mahal.

Bobotnya sekitar 2,4 kg untuk varian dengan GPU RTX 5070 Ti. Angka ini masih tergolong wajar untuk laptop gaming 16 inci dengan sistem pendingin besar.

Engsel layarnya dapat dibuka hingga 180 derajat. Fleksibilitas ini membantu saat laptop dipakai presentasi atau berbagi tampilan dengan rekan kerja.

Ada satu catatan kecil pada bodi hitamnya. Permukaan ini cukup mudah menyimpan bekas sidik jari, sehingga pengguna mungkin perlu lebih sering membersihkannya agar tetap rapi.

Keyboard nyaman untuk main dan kerja

Lenovo membekali perangkat ini dengan keyboard full-size yang dilengkapi numpad. Tombol panah juga dibuat penuh, sebuah detail yang sering diapresiasi gamer dan pengguna spreadsheet.

Keyboard Legion TrueStrike RGB 24-zone membawa travel key 1,6 mm, soft-landing, dan anti-ghosting. Kombinasi ini membuat pengalaman mengetik terasa nyaman dan input saat bermain lebih presisi.

Touchpad berbahan Mylar juga cukup luas dan responsif untuk navigasi harian. Namun laptop ini belum menyediakan sensor sidik jari atau kamera inframerah untuk login biometrik melalui Windows Hello.

Layar OLED 240Hz jadi nilai jual utama

Salah satu daya tarik terbesar Legion Pro 5i ada di sektor layar. Lenovo memasang panel OLED PureSight 16 inci dengan resolusi 2560 x 1600 piksel, rasio 16:10, dan refresh rate 240Hz.

Spesifikasi itu membuat tampilan terlihat tajam dan sangat mulus, terutama untuk game kompetitif. Panel ini juga mendukung DisplayHDR True Black 1000, Dolby Vision, dan G-Sync, sehingga cocok untuk gaming sekaligus pekerjaan visual.

Dalam pengujian detikINET, layar ini disebut menjadi salah satu aspek yang paling menonjol dari laptop tersebut. Kesan visualnya tajam, hidup, dan imersif saat dipakai bermain game atau menikmati konten.

Lapisan glossy pada panel non-touch ikut membantu menjaga ketajaman gambar. Meski begitu, karakter OLED tetap memiliki risiko burn-in jika dipakai secara ekstrem dalam jangka panjang, walau teknologi panel saat ini sudah jauh lebih matang.

Performa kencang untuk game AAA dan kerja berat

Unit yang diuji memakai Intel Core Ultra 9 275HX dari platform Arrow Lake HX. Prosesor ini membawa 24 core dan 24 thread dengan desain hybrid yang menggabungkan performance core dan efficiency core.

Chip tersebut dipadukan dengan RAM DDR5 hingga 32GB dan SSD PCIe Gen 4 sampai 1TB. Kombinasi ini mendukung loading cepat, multitasking berat, hingga proses editing dan rendering yang lebih lancar.

Dari sisi grafis, Lenovo memasang Nvidia GeForce RTX 5070 Ti dengan VRAM 12GB, boost clock hingga 2220 MHz, dan TGP 140W. Lenovo juga menyediakan varian lain dengan RTX 5060 dan RTX 5070 untuk opsi harga yang lebih rendah.

Untuk gambaran singkat, berikut poin utama performanya:

  1. Menjalankan game AAA seperti Cyberpunk 2077, Red Dead Redemption 2, dan The Witcher 3 di setelan tinggi pada resolusi 2.5K.
  2. Memanfaatkan DLSS terbaru untuk membantu menaikkan frame rate pada game yang kompatibel.
  3. Tetap relevan untuk editing video, desain grafis, rendering 3D, dan beban kerja kreatif lain.

Lenovo juga menyertakan AI Engine+ dengan dukungan Lenovo AI Core. Sistem ini dirancang untuk menyesuaikan performa secara dinamis lewat mode Balance dan Performance sesuai aplikasi atau game yang sedang berjalan.

Pendinginan, konektivitas, dan baterai

Legion Pro 5i memakai sistem pendingin Coldfront Hyperchamber dengan kipas ganda bertekanan tinggi. Lenovo menyebut sistem ini dikendalikan AI untuk membantu menjaga suhu CPU dan GPU tetap stabil saat beban tinggi.

Dalam pemakaian berat, kipas terdengar cukup jelas dengan tingkat kebisingan sekitar 48 dB pada mode Performance. Area sekitar tombol panah juga bisa terasa hangat ketika laptop dipakai gaming dalam sesi panjang.

Untuk konektivitas, laptop ini sudah membawa Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4. Webcam 5 MP yang disematkan juga cukup mendukung kebutuhan meeting dan streaming, meski kualitas speaker dinilai masih biasa untuk ukuran laptop gaming.

Baterainya berkapasitas 80 Wh. Pada penggunaan ringan seperti browsing dan menonton video, daya tahannya berkisar 4 sampai 6 jam, sementara adaptor bawaan memiliki daya 300W dan tersedia dukungan pengisian USB-C hingga 100W untuk skenario ringan.

Lenovo memasarkan Legion Pro 5i dengan harga mulai Rp 32 juta hingga Rp 42,5 juta, bergantung konfigurasi. Produk ini juga disertai Legion Ultimate Support selama 3 tahun dan Accidental Damage Protection 3 tahun, termasuk perlindungan untuk tumpahan, benturan, lonjakan listrik, hingga layar retak.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: inet.detik.com

Terkait