7 Fungsi Smartphone yang Selama Ini Terlewat, dari Cek Remote hingga Pantau Detak Jantung

Ponsel modern bukan lagi sekadar alat untuk chat, menonton video, atau membuka media sosial. Banyak fitur tersembunyi di dalamnya yang bisa membantu tugas harian dengan lebih cepat tanpa perlu membeli perangkat tambahan.

Artikel referensi dari Sportskeeda menyoroti tujuh fungsi smartphone yang jarang dimanfaatkan, mulai dari mengecek remote TV hingga menerjemahkan teks secara langsung. Sejumlah fitur ini juga didukung aplikasi bawaan atau layanan resmi dari Apple, Google, dan platform perpustakaan digital.

1. Mengecek baterai remote TV lewat kamera ponsel

Salah satu trik paling praktis adalah memakai kamera ponsel untuk memeriksa apakah remote masih mengirim sinyal. Caranya, arahkan kamera belakang ke ujung remote lalu tekan salah satu tombol.

Jika di layar muncul cahaya berkedip berwarna ungu muda atau merah muda, berarti sensor inframerah remote masih aktif. Dalam artikel referensi disebutkan, bila cahaya terlihat redup atau tidak muncul sama sekali, baterai remote kemungkinan perlu diganti.

Namun, fitur ini tidak selalu berhasil di semua perangkat. Beberapa kamera ponsel modern memakai filter inframerah sehingga sinyal dari remote bisa tidak tertangkap.

2. Memindai dokumen tanpa aplikasi tambahan

Banyak pengguna masih mengunduh aplikasi pihak ketiga untuk scan dokumen, padahal fitur serupa sudah tersedia di banyak ponsel. Ini membuat proses digitalisasi berkas jadi lebih cepat dan aman karena tidak perlu memberi izin ke terlalu banyak aplikasi.

Pada iPhone, pemindaian dokumen dapat dilakukan lewat aplikasi Notes dengan memilih ikon kamera lalu opsi “Scan Document”. Pada ponsel Android, beberapa merek menaruh fitur ini langsung di kamera, termasuk Pixel yang menampilkan opsi “Scan document” dan Samsung yang dapat memunculkan ikon teks.

Hasil scan biasanya sudah cukup baik untuk arsip kerja, tugas, atau pengiriman dokumen ringan. Untuk kebutuhan resmi, pengguna tetap perlu memastikan hasil gambar tajam, sudut rapi, dan teks mudah terbaca.

3. Mengukur benda dengan kamera

Smartphone juga bisa berfungsi seperti meteran digital lewat teknologi augmented reality atau AR. iPhone memiliki aplikasi Measure bawaan, sementara pengguna Android dapat mengandalkan Google Lens atau aplikasi penggaris AR lain yang kompatibel.

Cara kerjanya sederhana, yakni menandai titik awal dan titik akhir objek di layar. Artikel referensi mencatat, metode ini praktis tetapi tetap memiliki margin kesalahan sekitar 1 persen hingga 5 persen.

Karena itu, fitur ini cocok untuk pengukuran cepat di rumah atau kantor. Untuk pekerjaan konstruksi, furnitur presisi, atau kebutuhan teknis, meteran fisik tetap lebih dapat diandalkan.

4. Mengubah ponsel menjadi perpustakaan berjalan

Ponsel juga dapat dipakai untuk membaca buku digital dari perpustakaan tanpa harus datang langsung. Layanan seperti Libby dan Hoopla Digital memungkinkan peminjaman e-book memakai kartu perpustakaan, sementara Project Gutenberg menyediakan banyak buku domain publik secara gratis.

Buku-buku itu kemudian bisa dibuka melalui aplikasi pembaca seperti Kindle atau aplikasi e-reader lain. Sportskeeda mencatat pengalaman membaca terbaik memang masih dimiliki e-reader khusus atau tablet, tetapi ponsel unggul dari sisi kepraktisan dan mudah dibawa ke mana saja.

Fungsi ini relevan untuk pelajar, pekerja, dan pembaca kasual yang ingin memanfaatkan waktu luang. Dengan satu perangkat, akses ke bahan bacaan menjadi jauh lebih fleksibel.

5. Memantau detak jantung tanpa smartwatch

Ponsel juga dapat membantu memeriksa denyut jantung melalui kamera dan lampu kilat. Sejumlah aplikasi pemantau kesehatan, termasuk Google Fit pada perangkat tertentu, memanfaatkan metode photoplethysmography untuk membaca aliran darah dari ujung jari.

Pengguna biasanya cukup menempelkan jari pada kamera dan flash selama beberapa detik. Hasilnya berupa estimasi detak jantung saat itu, bukan pemantauan terus-menerus seperti yang diberikan smartwatch atau smart ring.

Karena sifatnya hanya snapshot, data ini lebih cocok untuk pemeriksaan singkat. Jika muncul keluhan kesehatan atau hasil terasa tidak normal, pemeriksaan medis tetap menjadi rujukan utama.

6. Menghitung langkah harian secara otomatis

Banyak orang mengira penghitung langkah hanya tersedia di jam tangan pintar. Padahal, iPhone dan ponsel Android sudah bisa melakukannya melalui sensor gerak dan aplikasi kesehatan bawaan atau resmi.

Apple menyediakan ringkasan jumlah langkah di aplikasi Health. Pengguna Android dapat memanfaatkan Google Fit untuk melihat aktivitas harian, termasuk estimasi langkah yang ditempuh.

Akurasi hitungan langkah tetap dipengaruhi cara membawa ponsel. Jika perangkat sering ditinggal di meja atau tas tidak ikut dibawa, data yang tercatat tentu tidak menggambarkan aktivitas secara penuh.

7. Menerjemahkan teks dan tanda secara real time

Fungsi lain yang kini sangat membantu adalah penerjemahan bahasa langsung dari layar atau kamera. Google Translate memungkinkan pengguna menerjemahkan teks tempel, percakapan, hingga foto, sementara Google Lens bisa membaca menu, papan jalan, atau dokumen fisik lalu menampilkan terjemahannya hampir seketika.

Kemampuan ini sangat berguna saat bepergian, membaca instruksi produk, atau memahami bahasa asing di ruang publik. Meski begitu, hasil terjemahan tidak selalu 100 persen akurat, terutama pada idiom, istilah lokal, atau kalimat yang sangat kontekstual.

Daftar fungsi ini menunjukkan bahwa smartphone sebenarnya mendekati alat serbaguna untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan memanfaatkan fitur bawaan, pengguna bisa mengurangi ketergantungan pada perangkat tambahan dan aplikasi yang tidak selalu diperlukan.

Source: tech.sportskeeda.com

Terkait