Fitur Galaxy S26 Ini Mengubah Segalanya, DeX Kini Cukup Kuat untuk Gantikan Laptop

Samsung kembali mendorong batas fungsi ponsel flagship lewat pembaruan Samsung DeX di Galaxy S26 Ultra. Fitur ini dinilai cukup kuat untuk menjalankan beban kerja yang biasanya masih mengandalkan laptop, terutama saat ponsel dihubungkan ke monitor eksternal melalui USB-C.

Inti peningkatannya ada pada kemampuan multitasking yang jauh lebih luas. Mengacu pada pengujian Android Central, Galaxy S26 Ultra kini bisa menjalankan hingga empat desktop virtual sekaligus, dengan maksimal lima aplikasi aktif di tiap desktop.

DeX di Galaxy S26 kini terasa lebih dekat ke desktop sungguhan

Samsung DeX bukan fitur baru di lini Galaxy. Namun pada Galaxy S26 series, terutama Galaxy S26 Ultra, pengalaman desktop ini disebut melompat lebih jauh dibanding generasi sebelumnya.

Saat ponsel disambungkan ke monitor eksternal memakai kabel USB-C, antarmuka DeX langsung menampilkan lingkungan kerja bergaya desktop. Tampilannya mencakup taskbar di bagian bawah, area notifikasi di sisi kanan, kontrol navigasi di kiri, serta ruang kerja besar untuk membuka beberapa aplikasi dalam jendela terpisah.

Perubahan terbesar bukan pada tampilan, melainkan tenaganya. Android Central menyebut Galaxy S26 Ultra yang ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 memiliki ruang performa ekstra sehingga bisa menjalankan jauh lebih banyak aplikasi secara bersamaan tanpa gejala berat yang signifikan.

Dalam pengujian media tersebut, perangkat dipakai dengan monitor LG 27 inci beresolusi 4K. Hasilnya disebut “surprisingly close to using my Mac,” terutama ketika aplikasi yang dipakai memang sudah optimal untuk layar besar seperti Chrome dan berbagai aplikasi Google.

Fitur baru yang paling menonjol

Samsung menambahkan sistem banyak desktop pada DeX di Galaxy S26 Ultra. Pola ini mirip konsep virtual desktop yang sudah lama hadir di sistem operasi desktop seperti macOS dan Windows.

Dengan dukungan ini, pengguna dapat memisahkan ruang kerja berdasarkan kebutuhan. Satu desktop bisa dipakai untuk browser dan email, desktop lain untuk pengolah dokumen, lalu desktop berbeda untuk aplikasi edit foto atau video.

Berikut kemampuan utama yang disorot dari DeX di Galaxy S26 Ultra:

  1. Mendukung hingga 4 desktop virtual sekaligus.
  2. Mampu membuka sampai 5 aplikasi per desktop.
  3. Totalnya bisa mencapai 20 aplikasi aktif bila dibutuhkan.
  4. Tetap memungkinkan ponsel dipakai normal saat DeX berjalan di monitor eksternal.
  5. Mendukung navigasi antardesktop dengan shortcut keyboard Command + Arrow setelah diaktifkan di pengaturan.

Kemampuan menjalankan ponsel dan mode desktop secara bersamaan menjadi nilai tambah penting. Saat DeX aktif di monitor, One UI 8.5 tetap berjalan di layar ponsel sehingga pengguna masih bisa membalas pesan, menerima panggilan, atau memeriksa notifikasi tanpa mengganggu sesi kerja utama.

Mengapa fitur ini bisa membuat laptop ditinggal

Dalam skenario tertentu, DeX memang mulai masuk akal sebagai pengganti laptop darurat. Pengguna cukup membawa ponsel, layar portabel atau monitor, serta kabel USB-C untuk mengakses tampilan kerja yang lebih luas.

Model kerja seperti ini relevan untuk banyak situasi mobile. Contohnya saat berpindah lokasi acara, bekerja di kampus, ruang rapat, atau meja kerja sementara yang sudah punya monitor eksternal.

Android Central juga menilai sistem ini cukup kuat untuk tugas produktivitas harian. Mulai dari menulis dokumen, membaca dan mengirim email, membuka banyak tab browser, hingga pekerjaan kreatif ringan seperti edit foto dan video.

Masih ada batasan yang perlu dicatat

Meski peningkatannya besar, DeX di Galaxy S26 Ultra belum sepenuhnya menggantikan laptop untuk semua orang. Pengalaman terbaik tetap bergantung pada aplikasi Android yang memang sudah ramah layar besar dan mendukung mode berjendela dengan baik.

Ada pula catatan soal split-screen. Android Central menilai Samsung masih perlu menambah dukungan agar lebih dari dua aplikasi bisa tampil berdampingan dalam mode layar terbagi, karena perangkat kerasnya sudah terlihat cukup kuat untuk itu.

Dari sisi ekosistem, laptop juga masih unggul untuk software desktop spesifik. Aplikasi profesional tertentu, sistem file yang lebih kompleks, dan alur kerja berbasis plug-in masih belum mudah diganti hanya dengan antarmuka DeX.

Pengaturan yang membuat DeX lebih fleksibel

Samsung juga menyediakan sejumlah opsi penyesuaian di pengaturan DeX pada Galaxy S26. Pengguna bisa mengatur resolusi output monitor, menyesuaikan kecepatan tracking mouse atau trackpad, hingga menjadikan ponsel sebagai touchpad untuk layar eksternal.

Fleksibilitas ini penting karena membuat DeX tidak hanya tampil menarik, tetapi juga lebih praktis dipakai harian. Dalam konteks persaingan, langkah Samsung ini menjaga jarak dari mode desktop Android bawaan yang meski terus berkembang, masih dianggap belum sematang DeX.

Google sendiri memang telah mempermudah akses ke desktop mode Android lewat pembaruan Android 16 QPR3. Namun berdasarkan impresi awal dari sumber referensi, Samsung DeX masih selangkah lebih maju dalam hal kesiapan fitur dan kenyamanan penggunaan nyata.

Pada akhirnya, daya tarik utama Galaxy S26 Ultra bukan hanya performa chipset terbaru, melainkan cara Samsung memanfaatkannya untuk pengalaman kerja yang lebih luas. Jika kebutuhan utama berkisar pada dokumen, browser, komunikasi, dan multitasking di layar besar, DeX di Galaxy S26 Ultra kini terlihat semakin layak dipandang sebagai alat kerja serius, bukan lagi sekadar fitur tambahan.

Source: www.androidcentral.com

Berita Terkait

Back to top button