
iQOO Z11 mulai menampakkan diri menjelang peluncurannya di China. Ponsel ini terdeteksi di situs benchmark Geekbench dan membawa petunjuk awal soal performa, chipset, serta perangkat lunak yang akan digunakan.
Kemunculan di database benchmark biasanya menjadi sinyal bahwa sebuah perangkat sudah mendekati fase rilis. Untuk iQOO Z11, daftar tersebut memperkuat laporan sebelumnya bahwa model ini akan menjadi anggota baru seri Z yang menyasar pengguna yang mengutamakan kinerja dan daya tahan baterai besar.
Muncul di Geekbench dengan nomor model V2551A
Berdasarkan listing Geekbench yang pertama kali disorot tipster Abhishek Yadav, sebuah ponsel iQOO yang belum dirilis terlihat dengan nomor model V2551A. Nama perangkat memang belum tertulis langsung, tetapi sejumlah temuan sebelumnya mengaitkan model itu dengan iQOO Z11 untuk pasar China.
Data benchmark tidak selalu mengungkap semua spesifikasi komersial. Namun, informasi yang tampil cukup untuk memberi gambaran awal tentang kelas performa yang sedang dipersiapkan iQOO pada model ini.
Chipset Dimensity 8500 jadi sorotan utama
Listing Geekbench menunjukkan iQOO Z11 memakai chipset MediaTek Dimensity 8500. Konfigurasi CPU yang tercantum terdiri dari satu inti utama berkecepatan 3,40GHz, tiga inti performa di 3,20GHz, dan empat inti efisiensi pada 2,20GHz.
Untuk grafis, perangkat ini dipasangkan dengan GPU Mali-G720 MC8. Detail lain yang ikut muncul adalah identifier motherboard “k6899v1_64”, yang biasa dipakai sebagai penanda internal platform perangkat keras.
Kombinasi tersebut menempatkan iQOO Z11 di segmen menengah atas yang menekankan keseimbangan antara tenaga pemrosesan dan efisiensi daya. Jika spesifikasi ini benar hadir di unit final, ponsel tersebut berpotensi menarik perhatian pengguna yang gemar bermain gim mobile dan memakai aplikasi berat.
Skor benchmark memberi gambaran performa
Dalam pengujian Geekbench 6.5.0 untuk Android AArch64, iQOO Z11 mencatat skor single-core 1.717 poin. Pada pengujian multi-core, perangkat ini meraih 6.795 poin.
Skor itu belum bisa dijadikan ukuran mutlak pengalaman harian. Meski begitu, hasil benchmark tetap relevan untuk membaca posisi performa perangkat sebelum resmi meluncur dan sebelum pengujian independen dilakukan.
Berikut ringkasan data yang muncul di Geekbench:
- Nomor model: V2551A
- Chipset: MediaTek Dimensity 8500
- GPU: Mali-G720 MC8
- RAM yang terdeteksi: 16GB
- Sistem operasi: Android 16
- Skor single-core: 1.717
- Skor multi-core: 6.795
Jalankan Android 16 dan diduga memakai OriginOS 6
Salah satu detail penting dari listing tersebut adalah penggunaan Android 16. Ini menunjukkan iQOO Z11 berpeluang hadir dengan perangkat lunak terbaru saat mulai dijual.
Laporan yang beredar juga menyebut ponsel ini kemungkinan langsung menjalankan OriginOS 6 dari boks untuk pasar China. Kehadiran sistem operasi baru biasanya membawa optimalisasi performa, peningkatan keamanan, dan fitur antarmuka yang lebih segar.
Layar 165Hz sudah dikonfirmasi
Sebelum kemunculan di Geekbench, iQOO telah mengonfirmasi bahwa ponsel barunya akan memakai layar 165Hz. Refresh rate setinggi ini umumnya ditujukan untuk pengalaman visual yang sangat mulus, terutama saat bermain gim kompetitif dan menggulir antarmuka.
Sejumlah laporan juga menyebut panel yang digunakan berukuran 6,83 inci dengan teknologi OLED dan resolusi 1.5K. Jika benar, kombinasi ini akan membuat iQOO Z11 tidak hanya kuat di sisi performa, tetapi juga kompetitif pada aspek tampilan.
Baterai 9.020mAh jadi nilai jual besar
Daya tahan tampaknya akan menjadi salah satu fokus utama perangkat ini. iQOO dikabarkan membekali Z11 dengan baterai 9.020mAh dan menyebutnya sebagai baterai terbesar yang pernah dipasang pada smartphone iQOO.
Kapasitas sebesar itu tergolong sangat besar untuk ponsel modern. Dengan layar ber-refresh rate tinggi dan chipset yang cukup bertenaga, baterai jumbo bisa menjadi pembeda utama dibanding rival di kelas harga menengah.
RAM besar dan penyimpanan lega
Selain 16GB RAM yang terdeteksi di Geekbench, laporan lain menyebut iQOO Z11 dapat hadir dengan penyimpanan internal hingga 512GB. Konfigurasi seperti ini biasanya menyasar pengguna yang membutuhkan ruang besar untuk gim, video, dan aplikasi produktivitas.
Kapasitas RAM tinggi juga memberi ruang lebih luas untuk multitasking. Namun, varian final yang dijual ke publik tetap bisa berbeda tergantung strategi pasar dan konfigurasi resmi dari perusahaan.
Perkiraan harga dan status penjualan awal
iQOO Z11 disebut akan dipasarkan di China pada kisaran CNY 2,000 hingga CNY 3,000. Rentang ini menempatkannya di area yang sangat kompetitif, terutama bila spesifikasi layar, baterai, dan memorinya benar sesuai bocoran.
Perangkat ini juga dilaporkan sudah tersedia untuk pre-order di China. Dengan kombinasi layar 165Hz, baterai 9.020mAh, Android 16, serta chipset Dimensity 8500, iQOO Z11 muncul sebagai salah satu ponsel yang patut dipantau menjelang pengumuman resminya di pasar domestik Tiongkok.
Source: www.gadgets360.com








