Bagi pemilik Xiaomi Pad 7, pertanyaan utamanya sederhana: apakah Xiaomi Pad 8 cukup berbeda untuk layak dibeli sebagai upgrade. Data spesifikasi menunjukkan jawabannya cenderung tidak, kecuali kebutuhan utama memang ada di performa gaming dan daya tahan baterai yang sedikit lebih baik.
Xiaomi Pad 8 hadir sebagai penerus langsung Pad 7 dan mulai dijual pada 17 Maret sesuai artikel referensi. Namun ketika dua tablet ini dibandingkan per bagian, peningkatan yang dibawa model baru ternyata cukup terbatas di area yang benar-benar terasa untuk pengguna umum.
Perbedaan yang benar-benar berubah
Secara umum, Xiaomi Pad 8 dan Pad 7 punya fondasi yang sangat mirip. Keduanya memakai panel IPS LCD 11,2 inci, resolusi 3.5K, refresh rate 144Hz, dukungan Dolby Vision, serta tingkat kecerahan puncak 800 nits.
Sistem operasi keduanya juga sama, yakni Android 16 dengan HyperOS 3. Kamera depan dan belakang pun identik, masing-masing 8 MP untuk selfie dan 13 MP di belakang.
Perbedaan utama ada pada tiga hal berikut:
- Chipset
- Kapasitas baterai
- Bobot dan ketebalan bodi
Pad 8 memakai Snapdragon 8s Gen 4. Sementara Pad 7 menggunakan Snapdragon 7+ Gen 3.
Untuk baterai, Pad 8 dibekali 9.200 mAh. Pad 7 membawa 8.850 mAh dan keduanya sama-sama mendukung fast charging 45W.
Desain dan layar nyaris tidak memberi alasan upgrade
Artikel referensi menyebut kedua tablet memakai chassis aluminium unibody. Kualitas material dan rasa premium yang ditawarkan karena itu pada dasarnya setara.
Pad 8 memang sedikit lebih tipis dan lebih ringan. Namun selisih seperti ini biasanya tidak cukup kuat untuk mendorong upgrade bila pengguna sudah nyaman dengan Pad 7.
Di sisi layar, tidak ada lompatan generasi. Ukuran, resolusi, refresh rate, dan fitur visual utama tetap sama sehingga pengalaman menonton, membaca, dan browsing akan terasa sangat mirip.
Kekurangan yang juga sama adalah absennya proteksi layar khusus dan sertifikasi IP untuk tahan air maupun debu. Jadi model baru tidak memberi nilai tambah berarti pada aspek ketahanan perangkat.
Performa lebih kencang, terutama untuk game
Bagian ini adalah nilai jual terbesar Xiaomi Pad 8. Berdasarkan data benchmark Geekbench 6 dalam artikel referensi, Snapdragon 8s Gen 4 mencatat skor single-core 2.154, multi-core 6.880, dan GPU compute 18.525.
Sebagai pembanding, Snapdragon 7+ Gen 3 di Pad 7 mencetak 1.913 untuk single-core, 5.098 untuk multi-core, dan 8.825 untuk GPU compute. Itu berarti keunggulan Pad 8 ada di kisaran 13 persen untuk single-core, 35 persen untuk multi-core, dan sekitar 110 persen pada GPU compute.
Angka itu menunjukkan Pad 8 lebih siap untuk game berat, emulasi, dan beban grafis yang tinggi. Namun untuk penggunaan harian seperti streaming, mengetik, belajar online, rapat video, dan membuka aplikasi umum, selisih performa itu tidak selalu terasa besar.
Baterai lebih besar, tetapi pengisian tetap sama
Pad 8 unggul lewat baterai 9.200 mAh. Artikel referensi menyebut model ini bisa bertahan hingga sekitar satu setengah hari untuk pemakaian ringan sampai menengah, sedangkan Pad 7 umumnya bertahan satu hari penuh pada pola penggunaan serupa.
Peningkatan ini memang berguna untuk pengguna mobile yang sering membawa tablet ke kampus, kantor, atau perjalanan. Meski begitu, perbedaannya tetap masuk kategori penyempurnaan, bukan perubahan besar.
Kecepatan isi dayanya juga tidak berubah. Pad 8 dan Pad 7 sama-sama mentok di 45W, sehingga pengguna tidak mendapat keuntungan upgrade pada waktu pengisian.
Harga dan value masih memihak Pad 7
Berikut gambaran harga dari artikel referensi:
| Model | Harga awal |
|---|---|
| Xiaomi Pad 8 | ₹33,999 |
| Xiaomi Pad 7 | ₹27,999 |
Ada catatan penting untuk Pad 7. Varian dasarnya disebut sudah tidak tersedia, sehingga pembeli perlu menyiapkan ₹30,999 untuk versi 12GB + 256GB.
Fakta ini justru membuat Pad 7 tetap menarik. Dengan selisih harga yang masih kompetitif, model lama menawarkan spesifikasi yang sangat dekat dan dalam varian tertentu bahkan memberi RAM serta penyimpanan lebih besar dibanding basis Pad 8.
Siapa yang layak naik ke Pad 8
Upgrade ke Pad 8 masuk akal bila profil pengguna sesuai dengan skenario berikut:
- Fokus utama ada pada gaming berat.
- Sering menjalankan workload grafis atau multitasking intensif.
- Membutuhkan baterai sedikit lebih awet untuk mobilitas.
Di luar itu, alasan upgrade menjadi lemah. Layar sama, kamera sama, sistem operasi sama, pengisian daya sama, dan kualitas build juga nyaris setara.
Bagi pemilik Xiaomi Pad 7, kondisi ini membuat Pad 8 terasa lebih sebagai refresh performa daripada generasi baru yang membawa perubahan besar. Untuk calon pembeli baru pun, Pad 7 masih relevan sebagai opsi bernilai tinggi, sedangkan Pad 8 lebih tepat dipilih oleh pengguna yang memang menempatkan performa gaming sebagai prioritas paling atas.
Source: tech.sportskeeda.com





