Samsung Art Store Kedatangan 34 Mahakarya SFMOMA, Ruang Tamu Kini Menyentuh Seni Modern

Samsung memperluas koleksi Art Store dengan menambahkan karya dari San Francisco Museum of Modern Art atau SFMOMA. Kolaborasi ini membawa 34 karya seni modern ke televisi Samsung yang mendukung layanan tersebut.

Langkah ini penting karena untuk pertama kalinya koleksi SFMOMA hadir di Samsung Art Store. Kehadiran museum ini juga menandai SFMOMA sebagai museum dari Pantai Barat pertama yang masuk ke platform tersebut.

Samsung Art Store kedatangan 34 karya SFMOMA

Berdasarkan informasi dari artikel referensi, 34 karya dari koleksi SFMOMA kini tersedia untuk ditampilkan di Samsung Art Store. Pengguna dapat menampilkan karya seniman berpengaruh seperti Diego Rivera, Henri Matisse, Jackson Pollock, Piet Mondrian, Wayne Thiebaud, hingga Robert Rauschenberg di layar TV Samsung yang kompatibel.

Samsung menyebut kolaborasi ini memperkaya katalog seni modern di platformnya. Bagi pengguna, pembaruan ini menambah pilihan karya museum yang bisa dipajang di ruang keluarga tanpa harus mengunjungi galeri secara langsung.

Beberapa karya yang disebut dalam peluncuran ini mencakup lukisan yang sangat dikenal dalam sejarah seni modern. Daftar tersebut menunjukkan fokus Samsung pada nama-nama besar yang mudah dikenali publik global.

  1. The Flower Carrier karya Diego Rivera
  2. Femme au chapeau (Woman with a Hat) karya Henri Matisse
  3. Display Cakes karya Wayne Thiebaud
  4. Guardians of the Secret karya Jackson Pollock
  5. New York City 2 karya Piet Mondrian

Menurut sumber referensi, Samsung juga menegaskan bahwa karya Wayne Thiebaud dan Robert Rauschenberg hadir untuk pertama kalinya di Art Store. Tambahan ini memberi nilai lebih bagi pelanggan yang mencari variasi karya modern dan kontemporer dari institusi seni ternama.

Perangkat Samsung yang mendukung

Art Store tidak tersedia di semua televisi Samsung. Layanan ini berjalan di sejumlah model tertentu yang memang dirancang untuk menampilkan karya seni digital dengan tampilan lebih dekat ke karya pajang fisik.

Model yang disebut mendukung koleksi ini antara lain:

Seri TV Samsung Dukungan Art Store
The Frame Pro Ya
The Frame Ya
Neo QLED 8K Ya
Neo QLED 4K Ya
QLED tertentu yang kompatibel Ya

Samsung menjelaskan bahwa perangkat tersebut memakai layar matte dan lapisan anti-refleksi. Fitur ini dirancang agar tampilan gambar terlihat lebih natural dan menyerupai karya yang dibingkai di dinding.

Pendekatan ini sejalan dengan strategi Samsung yang memosisikan TV premium bukan hanya sebagai perangkat hiburan. TV juga dipasarkan sebagai elemen interior rumah yang dapat menampilkan karya seni saat tidak digunakan untuk menonton.

Pernyataan resmi dari Samsung dan SFMOMA

Dalam pernyataan resminya, Kyle Menges selaku Director of Business Development Samsung mengatakan perusahaan bangga menghadirkan SFMOMA ke Art Store. Ia menyebut SFMOMA sebagai museum pertama di Pantai Barat yang didedikasikan untuk seni abad ke-20 dan museum Pantai Barat pertama yang masuk ke Samsung Art Store.

Kyle Menges juga menilai kemitraan ini memperkuat posisi Art Store sebagai rumah utama bagi mahakarya abad ke-20. Menurut dia, koleksi ikonik kini bisa hadir di ruang keluarga pengguna di berbagai belahan dunia.

Dari pihak museum, Christopher Bedford menyatakan kerja sama ini membuka babak baru dalam cara SFMOMA menjalankan misinya. Fokus utamanya adalah menghubungkan lebih banyak orang dengan seni modern dan kontemporer melalui teknologi.

Bedford menambahkan bahwa ketersediaan koleksi melalui Samsung Art Store dapat menjangkau audiens yang mungkin tidak pernah datang ke San Francisco. Ia juga menilai model distribusi digital seperti ini menciptakan peluang baru agar seni bisa memperkaya kehidupan sehari-hari secara lebih luas.

Mengapa langkah ini relevan

Kolaborasi antara produsen TV dan museum besar menunjukkan perubahan cara karya seni dikonsumsi di era digital. Akses tidak lagi terbatas pada ruang pamer, karena karya kini bisa dinikmati di rumah dengan kualitas visual yang lebih diperhatikan.

Bagi Samsung, kerja sama dengan institusi seperti SFMOMA juga memperkuat daya tarik ekosistem Art Store di tengah pasar TV premium yang semakin kompetitif. Sementara bagi museum, kanal digital memberi jalur distribusi baru untuk memperluas jangkauan publik tanpa mengubah fungsi koleksi fisiknya.

Masuknya nama-nama seperti Matisse, Mondrian, Pollock, dan Rivera memberi bobot kuratorial yang kuat pada rilis ini. Kehadiran karya Wayne Thiebaud dan Robert Rauschenberg untuk pertama kalinya di Art Store juga menambah alasan bagi pelanggan untuk menelusuri koleksi terbaru di TV Samsung yang didukung.

Source: sammyguru.com

Berita Terkait

Back to top button