
Samsung menyiapkan peningkatan kecil tetapi penting pada seri Galaxy S26 lewat fitur baru untuk sensor sidik jari. Fitur ini disebut Improve Accuracy dan dirancang untuk membuat proses membuka kunci ponsel menjadi lebih akurat serta lebih konsisten.
Galaxy S26 tetap memakai sensor sidik jari ultrasonik di bawah layar seperti generasi sebelumnya. Namun, tambahan opsi baru di pengaturan memberi pengguna cara resmi untuk meningkatkan kualitas pembacaan sidik jari tanpa harus memakai trik lama yang selama ini cukup populer.
Fitur baru untuk pembacaan sidik jari yang lebih presisi
Berdasarkan laporan SammyGuru, seri Galaxy S26 menghadirkan opsi Improve Accuracy pada menu sidik jari. Fitur ini muncul di jalur pengaturan Settings > Security and privacy > Screen lock and biometrics > Fingerprints.
Setelah memilih sidik jari yang sudah tersimpan, pengguna bisa menekan opsi Improve Accuracy. Ponsel kemudian meminta pemindaian ulang jari yang sama sebanyak 10 kali agar profil sidik jari yang tersimpan menjadi lebih lengkap.
Pendekatan ini dinilai lebih rapi dibanding metode lama yang biasa dipakai banyak pengguna Samsung. Sebelumnya, sebagian pengguna memilih mendaftarkan jari yang sama dua kali untuk mengurangi kegagalan saat unlock.
Samsung tampaknya mengubah pendekatan itu menjadi sistem yang lebih terintegrasi. Alih-alih menggandakan data sidik jari sebagai entri terpisah, sistem baru diduga menambahkan lebih banyak data ke profil sidik jari yang sudah ada.
Mengapa sensor ultrasonik dinilai unggul
Sensor sidik jari ultrasonik bekerja berbeda dari sensor optik biasa. Teknologi ini membuat peta tiga dimensi dari permukaan sidik jari, sehingga pembacaan bisa lebih detail dan lebih tahan terhadap gangguan kondisi tertentu.
Dalam praktiknya, sensor seperti ini dikenal tetap bekerja cukup baik bahkan saat jari agak basah atau kotor. Kemampuan itu membantu menekan tingkat kegagalan saat pengguna membuka kunci layar dalam penggunaan sehari-hari.
Dengan tambahan Improve Accuracy, Samsung berupaya menyempurnakan keunggulan yang sudah dimiliki sensor ultrasonik. Hasil akhirnya diharapkan bukan hanya lebih cepat, tetapi juga lebih andal saat dipakai berulang kali.
Cara kerja fitur Improve Accuracy di Galaxy S26
Berikut langkah yang disebutkan dalam laporan referensi untuk memakai fitur tersebut:
- Buka Settings.
- Masuk ke Security and privacy.
- Pilih Screen lock and biometrics.
- Masuk ke menu Fingerprints.
- Pilih sidik jari yang ingin ditingkatkan.
- Tekan Improve Accuracy.
- Pindai jari yang sama sebanyak 10 kali.
Proses ini memberi sistem lebih banyak sampel dari jari yang sama. Dengan data yang lebih kaya, ponsel bisa mengenali posisi tempel jari yang sedikit berbeda dari kebiasaan pengguna.
Hal ini penting karena banyak kegagalan unlock bukan disebabkan sensor yang buruk. Sering kali masalah muncul karena sudut menempelkan jari berubah, tekanan berbeda, atau area jari yang dibaca tidak persis sama setiap saat.
Bisa mengurangi kebutuhan “trik daftar dua kali”
Selama ini, mendaftarkan satu jari dua kali menjadi solusi tidak resmi yang cukup sering disarankan di forum pengguna. Cara itu dianggap membantu karena sistem memiliki dua rekaman untuk jari yang sama, sehingga peluang cocok saat verifikasi menjadi lebih besar.
Di Galaxy S26, Samsung tampaknya mencoba menggantikan solusi tidak resmi itu dengan fitur bawaan. Ini membuat pengalaman pengguna menjadi lebih sederhana, lebih bersih, dan berpotensi lebih efektif karena pengayaan data dilakukan pada satu profil sidik jari.
Dari sisi pengalaman pemakaian, langkah ini juga menunjukkan perhatian Samsung pada detail perangkat lunak. Peningkatan seperti ini mungkin terlihat kecil, tetapi dampaknya terasa langsung karena fitur unlock adalah salah satu fungsi yang paling sering dipakai setiap hari.
Masih belum jelas untuk model lama
Laporan yang sama menyebut fitur Improve Accuracy menjadi bagian dari One UI 8.5. Namun, belum ada kepastian apakah fitur ini juga akan hadir ke perangkat lama seperti Galaxy S25 atau Galaxy S24 melalui pembaruan stabil.
Status dukungan untuk jenis sensor lain juga belum jelas. Belum diketahui apakah fitur ini hanya tersedia untuk sensor ultrasonik di bawah layar, atau nantinya juga dibawa ke sensor kapasitif dan pemindai sidik jari samping.
Ketidakpastian itu membuat Galaxy S26 punya nilai tambah tersendiri pada sisi biometrik. Jika fitur ini eksklusif, Samsung bisa menawarkan pengalaman buka kunci yang lebih matang dibanding generasi sebelumnya, terutama bagi pengguna yang mengutamakan kecepatan dan konsistensi akses layar.
Di tengah persaingan ponsel flagship yang makin fokus pada AI dan kamera, perubahan pada sistem sidik jari bisa menjadi pembeda yang relevan. Fitur Improve Accuracy di Galaxy S26 menunjukkan bahwa pengembangan smartphone tidak selalu harus spektakuler, karena penyempurnaan pada fungsi dasar justru sering memberi dampak paling nyata bagi pengguna.
Source: sammyguru.com








