
Kekhawatiran penggemar terhadap Crimson Desert muncul bukan karena target performanya buruk, melainkan karena belum ada cuplikan gameplay resmi dari PS5 standar. Situasi ini memicu pertanyaan tentang seperti apa performa game tersebut di konsol yang dipakai mayoritas pemain, terutama menjelang peluncuran.
Pearl Abyss memang sudah membagikan target performa konsol, termasuk untuk base PS5. Namun, absennya video hands-on atau rekaman gameplay resmi dari model non-Pro membuat sebagian komunitas menilai informasi itu belum cukup untuk menenangkan kekhawatiran.
Target performa resmi di PS5 standar
Berdasarkan informasi yang beredar dari materi resmi pengembang, Crimson Desert ditargetkan berjalan stabil di 60 fps pada resolusi Full HD native di base PS5. Untuk mode Quality, game ini disebut menargetkan 30 fps dengan output 4K hasil upscale dari 1440p.
Secara angka, target itu terlihat masuk akal untuk game aksi dunia terbuka dengan skala visual besar. Masalahnya, publik belum bisa melihat bukti visual langsung dari performa tersebut pada PS5 standar dalam kondisi gameplay nyata.
Kondisi itu berbeda dengan ekspektasi pasar saat ini. Untuk game besar dengan promosi visual kuat, pemain biasanya ingin melihat perbandingan antarmodel konsol sebelum memutuskan pembelian.
Mengapa komunitas mulai waspada
Kekhawatiran penggemar banyak dipicu oleh pengalaman industri game dalam beberapa peluncuran besar sebelumnya. Beberapa pemain langsung mengaitkan situasi ini dengan Cyberpunk 2077, yang saat rilis menuai kritik keras karena performa konsol lawas jauh dari harapan.
Perbandingan itu memang belum tentu adil jika diterapkan langsung ke Crimson Desert. Namun, pola yang dianggap mirip tetap ada, yaitu klaim performa yang muncul lebih dulu daripada bukti gameplay publik dari perangkat yang paling banyak digunakan.
Dalam artikel referensi, disebutkan bahwa belum ada footage resmi Crimson Desert di base PS5. Laporan itu juga menyinggung kemungkinan bahwa penguji pihak ketiga dan reviewer belum bisa mencoba versi tersebut sebelum rilis, termasuk karena server aktivasi key disebut belum aktif.
Jika informasi itu akurat, maka jumlah orang di luar internal Pearl Abyss yang benar-benar sudah mencoba game ini di PS5 standar bisa sangat terbatas. Ketiadaan screenshot dan video dari model non-enhanced juga memperkuat dugaan tersebut.
Sinyal dari pengujian PS5 Pro
Kekhawatiran lain muncul setelah analisis Digital Foundry terhadap versi PS5 Pro. Dalam ulasan itu, mode performa 60 fps pada 1080p yang dapat di-upscale ke 4K dilaporkan tetap mengalami penurunan frame rate ke kisaran pertengahan 40 fps saat beban permainan meningkat.
Penurunan lebih tajam disebut terjadi di area tertentu dengan tekanan sistem yang berat, terutama set-piece besar dan jumlah musuh yang padat. Salah satu area yang banyak dibicarakan komunitas bahkan disebut bisa membuat performa PS5 Pro turun ke bawah 40 fps.
Data itu tidak otomatis berarti base PS5 akan bermasalah. Namun, jika perangkat yang lebih kuat saja masih bisa turun cukup jauh pada skenario ekstrem, wajar bila pemain mempertanyakan bagaimana performa area yang sama di PS5 standar.
Berikut poin yang paling banyak disorot komunitas:
- Base PS5 ditargetkan 60 fps di 1080p native.
- Mode Quality disebut menargetkan 30 fps dengan upscale ke 4K dari 1440p.
- Belum ada gameplay resmi dari PS5 standar.
- Analisis Digital Foundry pada PS5 Pro menemukan drop ke mid-40 fps dalam skenario berat.
- Di area tertentu, performa PS5 Pro bahkan dilaporkan turun ke bawah 40 fps.
Kemungkinan kompromi visual
Ada kemungkinan Pearl Abyss memang menyiapkan kompromi grafis yang cukup besar untuk model konsol standar. Materi promosi sejauh ini menonjolkan draw distance luas, detail lingkungan tinggi, dan teknologi visual dari BlackSpace Engine yang menjadi daya tarik utama game.
Artikel referensi juga menyebut bahwa preset Performance dan Balance sudah mengurangi sebagian teknologi per-pixel ray tracing. Artinya, versi base PS5 bisa jadi menempuh pengurangan lanjutan pada kualitas visual demi menjaga frame rate.
Pendekatan seperti ini bukan hal aneh dalam pengembangan lintas platform. Banyak game modern mengorbankan kepadatan objek, kualitas bayangan, efek pencahayaan, atau kejernihan gambar untuk memastikan pengalaman tetap playable di perangkat yang lebih lemah.
Dalam konteks itu, ada dua skenario yang banyak dibayangkan pemain. Pertama, visual diturunkan cukup jauh tetapi performa tetap mendekati target; kedua, visual tetap ambisius namun frame rate tidak selalu stabil di area berat.
Yang sudah pasti dan yang masih belum pasti
Sejauh ini, belum ada bukti kuat bahwa Crimson Desert akan mengalami masalah separah kasus peluncuran game lain yang pernah gagal di konsol. Di sisi lain, belum ada juga materi resmi yang cukup untuk menepis keraguan soal performa base PS5 secara menyeluruh.
Fakta yang tersedia saat ini masih terbatas pada target performa resmi dan pengujian teknis dari model yang lebih kuat. Karena itu, perhatian komunitas kini tertuju pada satu hal yang paling sederhana tetapi penting, yaitu kapan Pearl Abyss akhirnya menampilkan gameplay asli dari PS5 standar agar publik bisa menilai sendiri kondisi game tersebut menjelang rilis di bulan Maret.
Source: tech.sportskeeda.com







