Rumor tentang iPhone Fold semakin menguat dan memperlihatkan spesifikasi serta harga yang sangat tinggi. Apple diperkirakan akan merilis foldable pertama mereka dengan RAM 12GB, setara dengan iPhone Pro terbaru. Varian penyimpanan yang beredar meliputi 256GB, 512GB, dan 1TB, namun tidak ada opsi 2TB seperti iPhone 17 Pro Max.
Harga iPhone Fold diprediksi sangat mahal, mulai dari 15.999 yuan hingga 19.999 yuan. Konversinya ke dolar AS sekitar 1.999 hingga 2.399 dolar untuk masing-masing varian penyimpanan. Menurut Macworld, harga ini menyaingi model iPhone termahal saat ini. Harga tinggi ini diperkirakan akan menjadi penghalang bagi sebagian konsumen.
Apple juga dikabarkan memesan layar lipat dari Samsung dalam jumlah besar, antara 13 sampai 20 juta unit. Ini sangat ambisius, mengingat Samsung sendiri menargetkan penjualan foldable sekitar 7 juta unit pada 2026 mendatang. Perbedaan jumlah produksi ini menunjukkan strategi Apple yang agresif di pasar foldable.
Permintaan order layar lipat sebesar 20 juta unit bisa jadi langkah antisipasi gangguan rantai pasok. Apple mungkin berharap model foldable ini akan bertahan lama dengan generasi berikut yang memiliki desain serupa. Namun, proyeksi penjualan sebesar itu sulit dicapai, terutama dengan harga yang sangat mahal.
iPhone Fold diprediksi akan menarik pengguna baru yang sebelumnya tidak mempertimbangkan foldable Samsung Galaxy Z Fold. Kekhasan produk Apple dan pengaruh kuat mereknya diyakini dapat mendorong penjualan awal yang baik. Namun, faktor harga kemungkinan akan menjadi hambatan bagi mayoritas pasar.
Menurut Jason Snell, editor Six Colors, Apple terus mencari batas maksimal harga yang bersedia dibayar konsumen iPhone sejak rilis iPhone X seharga 1.000 dolar. Saat ini, harga iPhone Fold yang mendekati 2.400 dolar tampaknya belum menemukan titik temu antara inovasi dan keleluasaan pengeluaran pelanggan.
Spesifikasi iPhone Fold terlihat mengusung teknologi mutakhir, seperti RAM 12GB yang sama dengan model Pro. Namun, Apple tampak membatasi kapasitas penyimpanan maksimal hanya sampai 1TB. Langkah ini kemungkinan diambil agar harga tidak semakin melonjak melebihi perkiraan.
Order layar lipat dalam jumlah besar menandakan Apple ingin mengamankan kesiapan produksi. Jika gangguan pasokan terjadi, stok tersebut dapat menjaga ketersediaan iPhone Fold di pasaran. Strategi ini menunjukkan ambisi Apple untuk menetapkan posisi kuat di segmen foldable sekaligus menjaga kepuasan pelanggan.
Apple terbilang terlambat memasuki pasar smartphone lipat yang kini didominasi oleh Samsung dan beberapa produsen Cina. Meski demikian, loyalitas pengguna Apple serta keunikan ekosistem iOS dapat menjadi faktor penentu dalam mempercepat adopsi produk baru ini.
Pergerakan agresif Apple di pasar foldable juga bisa menjadi sinyal fenomena baru di industri smartphone. Jika iPhone Fold sukses di pasaran, model lipat kemungkinan akan menjadi standar baru di jajaran produk Apple ke depan, memberikan pilihan berbeda bagi pengguna.
Meski antusiasme tinggi, pengamat teknologi memperingatkan bahwa harga iPhone Fold yang tinggi berpotensi membatasi penetrasi pasar. Konsumen mungkin lebih memilih opsi yang lebih terjangkau dari produsen lain atau menunggu generasi selanjutnya dengan harga lebih bersahabat.
Apple kemungkinan besar menempatkan iPhone Fold sebagai produk premium dengan nilai eksklusif tinggi. Hal ini sejalan dengan posisi Apple yang mengedepankan desain, inovasi, dan pengalaman pengguna. Target pasar iPhone Fold mungkin lebih terbatas dibanding model iPhone regular.
Kesimpulan awal dari bocoran ini menunjukkan bahwa iPhone Fold menghadirkan kombinasi spesifikasi canggih dan harga yang sangat tinggi. Pemesanan layar oleh Apple juga memperlihatkan proyeksi penjualan yang jauh melewati para pesaing utama seperti Samsung, yang menjadikan kedatangan produk ini cukup menarik untuk diikuti secara global.









