
Memperingati World Sleep Day yang bertepatan dengan bulan Ramadan, Garmin mengungkap fakta ilmiah di balik fenomena “senggol bacok” atau mudah terpancing emosi saat berpuasa. Garmin menjelaskan bahwa kondisi ini bukan sekadar akibat lapar atau haus, melainkan terkait dengan gangguan ritme biologis dan penurunan kualitas tidur selama Ramadan.
Menurut Sleep Coach Garmin, Vishal Dasani, perubahan pola tidur dan waktu makan yang tidak sesuai dengan jam biologis tubuh disebut circadian misalignment. Saat ini terjadi, proporsi tidur REM (Rapid Eye Movement) yang sangat penting untuk pemrosesan emosi dan fungsi kognitif bisa turun dari 24% menjadi kurang dari 10%. Akibatnya, seseorang menjadi sulit berkonsentrasi, berpikir tidak jernih, performa kerja menurun, dan emosi jadi lebih mudah tersulut.
Pengaruh Pola Makan Sahur dan Berbuka terhadap Kesehatan
Garmin juga mengingatkan akan bahaya pola makan “balas dendam” saat sahur dan berbuka puasa. Konsumsi karbohidrat olahan berlebih seperti nasi putih dalam porsi besar dan mi instan dapat menimbulkan lonjakan gula darah (glucose spike) yang kemudian menyebabkan sugar crash beberapa jam kemudian. Kondisi ini menyebabkan brain fog, dengan gejala sulit fokus, tubuh terasa berat, dan kantuk berlebihan di pagi hari yang seharusnya menjadi waktu produktif.
Kebiasaan makan berlebihan saat berbuka juga membuat pencernaan bekerja terlalu keras pada malam hari. Hal tersebut membuat suhu inti tubuh tetap tinggi sehingga tidak bisa masuk ke fase deep sleep yang restoratif. Meski durasi tidur tercukupi, tubuh tetap merasa lelah dan menumpuk sleep debt atau utang tidur, yang menurunkan energi di pertengahan Ramadan. Garmin menyarankan agar konsumsi makanan berat dihentikan minimal dua jam sebelum tidur agar pencernaan bisa beristirahat dan kualitas tidur meningkat.
Tips Garmin untuk Menjaga Kebugaran Selama Ramadan
Garmin memberikan sejumlah tips agar tubuh tetap bugar selama menjalani puasa Ramadan:
-
Prioritaskan Kualitas Tidur
Gunakan fitur Sleep Monitoring pada smartwatch Garmin untuk memantau kualitas tidur, termasuk durasi dan fase deep sleep. Lakukan power nap singkat sekitar 20 menit di siang hari bila memungkinkan. -
Pilih Nutrisi yang Tepat
Perbanyak asupan protein dan serat saat sahur agar energi bertahan lebih lama. Hindari konsumsi gula berlebih dan perbanyak minum elektrolit atau air kelapa untuk menjaga hidrasi. - Tetap Berolahraga Ringan
Lakukan olahraga ringan hingga sedang sekitar 1–2 jam sebelum berbuka puasa. Jangan paksakan tubuh jika merasa kurang fit.
Garmin dan Pokémon Sleep: Inovasi untuk Kualitas Tidur Menyenangkan
Garmin juga memperkenalkan watch face bertema Pokémon Sleep yang dapat diunduh gratis melalui aplikasi Garmin Connect IQ Store. Kreasi ini menjadikan pemantauan tidur lebih interaktif dan menyenangkan. Pengguna dapat memilih dua desain utama: “Pokémon Sleep: Snorlax & Friends” dengan karakter seperti Bulbasaur, Charmander, dan Pikachu, atau “Pokémon Sleep: I Choose You” yang memungkinkan memilih dari 48 karakter Pokémon populer.
Karakter Pokémon pada watch face akan berubah ekspresi sepanjang hari, mulai dari ceria hingga mengantuk, menyesuaikan tingkat energi Body Battery pengguna. Selain itu, mode malam akan aktif otomatis 1,5 jam sebelum jadwal tidur untuk membantu persiapan istirahat. Fitur ini kompatibel dengan berbagai seri Garmin seperti fēnix, Forerunner, Venu, dan vívoactive.
Garmin menegaskan bahwa pengelolaan tidur yang baik adalah fondasi penting kesehatan, terutama selama Ramadan saat rutinitas berubah. Teknologi pemantauan tidur tidak hanya membantu mengetahui pola tidur, tetapi juga mendorong kebiasaan tidur berkualitas yang bermanfaat bagi kesejahteraan fisik dan mental. Melalui inovasi seperti Pokémon Sleep, Garmin mengajak pengguna untuk menjadikan tidur berkualitas sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan dan penuh manfaat.









