
Kenaikan harga komponen memori disebut mulai memberi tekanan baru pada industri ponsel pintar premium. Seorang tipster menyatakan konfigurasi memori kelas atas kini bisa lebih mahal daripada chipset flagship Snapdragon yang biasa menjadi komponen termahal di perangkat Android.
Informasi ini penting karena biaya RAM dan penyimpanan sangat menentukan harga akhir ponsel, terutama pada model flagship dan foldable. Jika tren ini berlanjut, konsumen berpotensi melihat penyesuaian harga di lebih banyak segmen, dari kelas menengah hingga perangkat lipat premium.
Biaya memori disebut melampaui chipset flagship
Tipster Digital Chat Station melalui Weibo menyebut biaya pengadaan RAM 16GB LPDDR5x dan penyimpanan internal 1TB UFS 4.1 kini telah melampaui harga chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5. Klaim ini menyoroti perubahan besar dalam struktur biaya perangkat, karena selama ini chipset premium sering dianggap sebagai komponen inti dengan ongkos tertinggi.
Menurut bocoran tersebut, harga paket memori dan penyimpanan kelas tertinggi itu bahkan berpotensi naik lagi pada kuartal kedua tahun fiskal ini. Angka yang disebut mencapai CNY 2,300 untuk konfigurasi 16GB + 1TB, yang menunjukkan tekanan pasokan masih belum mereda.
Dampak AI pada pasokan komponen
Latar belakang utama dari tekanan harga ini disebut berkaitan dengan lonjakan adopsi kecerdasan buatan atau AI. Sejumlah laporan industri sebelumnya memang menyoroti bahwa permintaan besar terhadap infrastruktur AI telah meningkatkan kebutuhan komponen memori, terutama pada rantai pasok yang juga memasok industri perangkat konsumen.
Dalam konteks semikonduktor, memori berperforma tinggi menjadi komponen penting untuk server dan sistem AI. Ketika prioritas pasokan bergeser atau permintaan melonjak tajam, produsen ponsel dapat menghadapi biaya pembelian yang lebih tinggi untuk RAM dan NAND storage.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pabrikan Android. Dalam laporan yang sama, Apple juga disebut membeli komponen penyimpanan dengan harga lebih tinggi, menandakan tekanan biaya terjadi lintas ekosistem.
Segmen yang berpotensi terkena kenaikan harga
Digital Chat Station menyebut dampak kenaikan biaya tidak akan terbatas pada ponsel flagship. Ponsel premium di atas CNY 10,000, model kelas menengah, hingga perangkat entry-level disebut sama-sama berpotensi terdampak.
Untuk kategori tertentu, kenaikannya bahkan diperkirakan cukup terasa di tingkat ritel. Foldable dan flagship model candybar disebut bisa mengalami kenaikan harga sekitar CNY 1,000, tergantung strategi masing-masing merek dalam menyerap biaya.
Berikut segmen yang disebut berpotensi terdampak:
- Flagship Android premium.
- Ponsel lipat atau foldable.
- Ponsel kelas menengah.
- Ponsel entry-level.
Meski begitu, besaran penyesuaian harga akhir belum tentu sama pada setiap merek. Sebagian produsen bisa menahan margin, sementara yang lain mungkin memilih menaikkan harga bertahap atau mengurangi agresivitas spesifikasi.
Mengapa konfigurasi memori besar jadi sorotan
Konfigurasi 16GB RAM dan 1TB storage kini makin sering dipakai sebagai pembeda di kelas atas. Spesifikasi ini dibutuhkan untuk mendukung pemrosesan AI on-device, perekaman video resolusi tinggi, game berat, dan kebutuhan multitasking yang lebih agresif.
Masalahnya, ketika komponen tersebut melonjak harga, produsen harus menentukan prioritas. Mereka dapat mempertahankan spesifikasi tinggi dengan harga jual yang naik, atau menyesuaikan konfigurasi dasar agar titik harga tetap kompetitif.
Dalam ekosistem premium, keputusan ini sangat berpengaruh pada persepsi nilai. Konsumen biasanya menerima harga lebih tinggi jika ada peningkatan nyata pada kamera, performa, baterai, layar, dan fitur AI yang langsung terasa dalam pemakaian harian.
Pabrikan disebut mulai menyesuaikan strategi
Tipster itu juga menyebut ada sisi lain dari kenaikan biaya ini. Produsen perangkat disebut terdorong untuk meningkatkan hardware agar ada alasan yang kuat di balik harga jual baru yang lebih tinggi.
Artinya, kenaikan harga tidak selalu hadir tanpa kompensasi fitur. OEM diperkirakan akan membawa pembaruan yang lebih jelas, baik pada desain, kemampuan AI, kapasitas baterai, teknologi kamera, maupun fitur perangkat lunak yang lebih canggih.
Laporan referensi juga menyinggung bahwa beberapa merek di China mulai bergerak lebih dulu. Vivo dan sub-brand iQOO disebut telah menaikkan harga ponselnya di pasar domestik, sementara Oppo dan OnePlus juga dilaporkan melakukan revisi harga.
Tekanan juga terlihat pada Apple
Selain Android, Apple juga disebut merasakan dampak restrukturisasi rantai pasok. Menurut tipster yang sama, konfigurasi storage 2TB pada produk Apple kini dipasarkan dengan premium harga CNY 3,300.
Informasi ini memperkuat indikasi bahwa persoalan tidak terbatas pada satu vendor atau satu sistem operasi. Ketika biaya storage naik di tingkat komponen, merek besar sekalipun harus menyesuaikan struktur harga atau komposisi produknya.
Implikasi bagi pasar ponsel dalam waktu dekat
Jika pola ini berlanjut, pabrikan kemungkinan akan lebih selektif dalam menentukan varian memori. Varian dasar bisa dipertahankan untuk menjaga aksesibilitas harga, sementara model 16GB dan 1TB akan semakin diposisikan sebagai opsi ultra-premium.
Konsumen yang mengincar ponsel flagship dan foldable perlu memperhatikan perubahan ini karena kenaikan harga tampaknya bukan hanya dipicu chipset atau desain baru. Pada fase ini, RAM dan storage justru muncul sebagai faktor biaya yang makin dominan dalam pembentukan harga perangkat generasi terbaru.
Source: www.gadgets360.com








