Penjualan smartphone di China melemah pada awal tahun setelah pengiriman turun 4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Data ini berasal dari China Weekly Smartphone Sell-Out Tracker milik Counterpoint Research, yang menunjukkan permintaan pasar belum pulih sesuai harapan.
Penurunan itu terjadi meski ada gelombang subsidi pemerintah dan promosi saat libur Tahun Baru Imlek. Situasi ini menandakan insentif harga belum cukup kuat untuk mendorong minat beli konsumen secara merata.
Penjualan awal tahun masih tertekan
Counterpoint mencatat pelemahan pasar terjadi pada dua bulan pertama. Tekanan ini terlihat di tengah ekspektasi bahwa program subsidi dan momentum belanja musiman bisa membantu mengangkat penjualan perangkat baru.
Pada periode libur Imlek, beberapa merek lokal China memang mencatat sedikit perbaikan dibanding capaian pada Januari. Namun kenaikan itu belum cukup untuk membalikkan tren pasar secara keseluruhan.
Laporan tersebut menggambarkan bahwa permintaan smartphone baru masih tertahan. Konsumen terlihat lebih selektif, sementara produsen menghadapi tekanan biaya yang makin nyata.
Kenaikan harga komponen jadi ancaman
Salah satu faktor yang membebani prospek pasar adalah naiknya harga memori. Kenaikan biaya komponen ini memberi tekanan langsung pada produsen ponsel, terutama untuk menjaga margin di tengah persaingan harga yang ketat.
Beberapa vendor besar, termasuk vivo dan Oppo, sudah mengonfirmasi perlunya menaikkan harga perangkat. Langkah ini bisa membuat pasar makin sensitif, karena konsumen China dikenal responsif terhadap perubahan harga.
Jika harga ritel naik, daya tarik segmen menengah berisiko ikut tertekan. Segmen ini selama ini menjadi salah satu tulang punggung volume penjualan di pasar smartphone China.
Tidak semua merek melemah
Di tengah penurunan pasar, Counterpoint justru melihat peluang ekspansi pangsa pasar bagi Apple dan Huawei. Keduanya dinilai memiliki posisi yang lebih siap menghadapi tekanan biaya dan perubahan permintaan.
Apple disebut mencatat kenaikan penjualan smartphone sebesar 23% pada dua bulan pertama. Kinerja ini ditopang permintaan yang kuat terhadap iPhone 17, yang menjadi salah satu pendorong utama di segmen premium.
Counterpoint menilai Apple berpeluang menahan tekanan biaya lebih baik berkat jaringan rantai pasok global yang kuat. Kemampuan itu penting saat harga komponen naik dan banyak produsen lain harus menyesuaikan harga jual.
Huawei juga diperkirakan dapat memperbesar pangsa pasar pada tahun ini. Faktor kuncinya adalah rantai pasok domestik yang lebih tangguh, sehingga perusahaan memiliki bantalan biaya saat harga memori global melonjak.
Kekuatan pasokan lokal memberi keuntungan strategis bagi Huawei di pasar dalam negeri. Dalam situasi biaya yang naik, fleksibilitas semacam ini dapat membantu menjaga ketersediaan produk dan stabilitas harga relatif lebih baik.
Mengapa subsidi belum cukup efektif
Program subsidi pemerintah biasanya dirancang untuk mendorong konsumsi elektronik dan mempercepat pembaruan perangkat. Namun efektivitasnya bisa berkurang jika konsumen sedang berhati-hati dalam belanja dan tidak merasa perlu segera mengganti ponsel lama.
Promosi musiman saat Imlek juga sering menjadi momen penting bagi vendor. Meski begitu, diskon dan insentif tampaknya belum mampu mengimbangi kombinasi tekanan ekonomi, kenaikan harga komponen, dan siklus penggantian perangkat yang melambat.
Ada kemungkinan sebagian konsumen memilih menunda pembelian sambil menunggu promo yang lebih agresif. Pola ini kerap terlihat di pasar China, terutama menjelang festival belanja besar.
Periode rawan hingga festival 618
Counterpoint memperkirakan pasar akan menghadapi fase yang bergejolak antara Maret hingga Mei. Periode ini dinilai krusial karena vendor harus menyeimbangkan strategi harga, peluncuran produk, dan pengelolaan stok.
Harapan berikutnya tertuju pada festival belanja 618 pada Juni. Ajang ini selama bertahun-tahun menjadi salah satu pendorong utama penjualan elektronik dan smartphone di China.
Jika vendor menyiapkan promosi yang tepat, permintaan bisa mendapatkan dorongan sementara. Namun hasilnya tetap akan sangat bergantung pada seberapa besar konsumen merespons di tengah harga perangkat yang cenderung naik.
Poin penting dari laporan Counterpoint
- Pengiriman smartphone di China turun 4% pada dua bulan pertama dibanding periode yang sama tahun lalu.
- Subsidi pemerintah dan promosi Imlek belum mampu mendorong pemulihan pasar secara luas.
- Merek lokal sempat membaik pada Februari dibanding Januari, tetapi belum mengubah tren utama.
- Harga memori yang naik menekan biaya produksi dan berpotensi mendorong kenaikan harga ponsel.
- Apple mencatat kenaikan penjualan 23% berkat permintaan kuat untuk iPhone 17.
- Huawei dinilai punya bantalan biaya dari rantai pasok domestik yang lebih tangguh.
- Periode Maret hingga Mei diperkirakan masih bergejolak, dengan harapan pemulihan pada festival 618 di Juni.
Gambaran ini menunjukkan pasar smartphone China sedang bergerak dalam dua arah yang berbeda. Secara total pasar melemah, tetapi pemain dengan kekuatan produk premium, rantai pasok efisien, dan posisi merek yang solid masih punya ruang untuk tumbuh di tengah tekanan yang belum mereda.
Source: www.gsmarena.com