TKDN Smartphone Hanya Kardus dan Aplikasi Tak Berguna, Pengamat Bongkar Kegagalan Regulasi di Indonesia

Kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk produk smartphone yang masuk ke Indonesia memang bertujuan baik. Namun, penerapan kebijakan ini masih menuai kritik karena dinilai kurang maksimal dalam mendorong pengembangan industri dalam negeri.

Pengamat gadget, Aryo Meidianto, mengatakan bahwa TKDN harus diberlakukan dengan prosedur yang benar dan tidak asal-asalan. Menurutnya, kebijakan ini sudah berjalan selama bertahun-tahun dan seharusnya terus berlanjut secara konsisten agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh pihak.

Kewajaran dan Kesetaraan dalam Penetapan TKDN

Aryo menegaskan pentingnya regulasi TKDN yang adil dan seimbang bagi semua merek dan vendor smartphone yang akan masuk atau beroperasi di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa TKDN harus diukur tidak hanya dari hardware, tapi juga software, aplikasi, hingga investasi yang terkait produk tersebut.

"TKDN ini bisa dilihat dari hardware bahan baku, software atau aplikasi, serta investasi yang dilakukan perusahaan," jelasnya. Dengan begitu, tidak boleh ada perlakuan khusus kepada salah satu vendor sehingga persaingan berjalan sehat dan setara.

Fakta di Lapangan: TKDN yang Belum Signifikan

Dalam praktiknya, Aryo mengakui bahwa komponen dalam negeri yang dihitung untuk memenuhi TKDN smartphone masih sangat terbatas. Biasanya, hanya kardus kemasan, beberapa aplikasi yang sebenarnya kurang relevan, dan charger yang dimasukkan sebagai bagian dari komponen lokal.

"Vendor biasanya hanya memasukkan kardus kemasan dan aplikasi buatan Indonesia agar TKDN terpenuhi," ujarnya. Bahkan, komponen hardware utama seperti RAM, motherboard, atau chipset yang memiliki nilai jual tinggi masih jarang menggunakan produk lokal.

Peluang dan Tantangan Industri Komponen Dalam Negeri

Menurut Aryo, hal ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia. Untuk mendorong TKDN yang lebih bermakna, Indonesia harus mampu memproduksi komponen bernilai tambah tinggi seperti chipset, kamera, dan perangkat berkualitas lainnya. Dengan mengembangkan ekosistem produksi komponen ini, nilai TKDN bisa meningkat secara nyata.

Berikut beberapa bidang yang perlu dikembangkan agar TKDN smartphone lebih substansial:

  1. Produksi chipset dan prosesor yang dipakai dalam smartphone.
  2. Komponen kamera dan sensor dengan teknologi terkini.
  3. RAM dan modul penyimpanan yang kompatibel dengan standar global.
  4. Perakitan motherboard dan perangkat keras inti lainnya.
  5. Pengembangan aplikasi penting yang membawa nilai tambah nyata untuk pengguna.

Jika produksi lokal di bidang-bidang tersebut meningkat, otomatis tingkat TKDN pada smartphone bisa lebih tinggi dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan industri dalam negeri.

Dampak dan Manfaat TKDN bagi Indonesia

Keberadaan pabrik perakitan di dalam negeri merupakan langkah positif yang telah berhasil menarik beberapa vendor untuk berinvestasi langsung di Indonesia. Hal ini secara tidak langsung membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.

Namun, lanjut Aryo, agar TKDN tidak hanya sebatas administrasi dan formalitas saja, perlu ada penyederhanaan birokrasi. Proses pengurusan TKDN yang rumit justru menghambat perkembangan dan implementasi kebijakan tersebut secara efektif.

Pentingnya Evaluasi dan Pengawasan

Pelaksanaan TKDN harus selalu dievaluasi agar kebijakan ini tetap relevan seiring perubahan teknologi dan tren pasar smartphone. Pemerintah bersama industri dan pengamat harus duduk bersama agar peraturan TKDN dapat disusun secara tepat dan memberikan manfaat maksimal.

Pengamat berharap ke depan TKDN smartphone tidak lagi hanya diukur berdasarkan kardus kemasan dan aplikasi yang tak terlalu penting. Melainkan bisa mencerminkan nyata kontribusi industri dalam negeri di tingkat komponen utama yang bernilai tinggi.

Dengan begitu, Indonesia bisa memanfaatkan TKDN sebagai strategi untuk pengembangan teknologi dan industri smartphone lokal yang berdaya saing tinggi di pasar global. Upaya ini juga berpotensi memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional dengan basis teknologi yang lebih kuat dari dalam negeri sendiri.

Source: selular.id

Berita Terkait

Back to top button