
Crimson Desert termasuk game PC yang relatif efisien untuk ukuran judul open-world dengan visual kelas AAA. Berdasarkan pengujian yang dimuat Sportskeeda, BlackSpace Engine milik Pearl Abyss mampu menangani detail mesh, pencahayaan, dan fitur ray tracing dengan pendekatan yang lebih ramah performa dibanding banyak game modern lain.
Namun, istilah “teroptimasi” tidak berarti semua PC akan langsung nyaman memainkannya di setelan tinggi. GPU lama seperti GTX 1060 memang masih disebut layak, tetapi pengalaman bermain tetap menuntut kompromi besar pada resolusi dan kualitas grafis agar frame rate tetap stabil.
Memahami setting paling berat di Crimson Desert
Fokus utama optimasi ada pada dua pengaturan, yakni Lighting Quality dan Model Quality. Referensi pengujian menunjukkan penurunan dari Cinematic ke Medium pada dua opsi itu bisa memberi kenaikan performa sekitar 20 persen, sehingga keduanya menjadi titik awal terbaik saat mengejar FPS.
Lighting Quality sangat berpengaruh karena ikut mengatur kualitas Global Illumination dan sebagian beban RTGI. Sementara itu, Model Quality mengubah detail geometri, permukaan, dan vegetasi, tetapi dampak visualnya masih lebih mudah ditoleransi dibanding menurunkan kualitas pencahayaan terlalu jauh.
Raytracing toggle sendiri tidak selalu menjadi penyebab penurunan performa terbesar. Dalam artikel referensi, efek visualnya memang lebih baik saat aktif, tetapi perbedaan FPS dinilai tidak sebesar pengaturan Lighting, sehingga pengguna GPU lama tanpa RT core justru lebih aman mematikannya sepenuhnya.
Apakah Ray Reconstruction layak dipakai?
Ray Reconstruction di GPU Nvidia, atau Regeneration pada AMD, bisa mengurangi noise bayangan dan artefak pencahayaan di area interior. Hasilnya, pencahayaan tampak jauh lebih bersih dan tajam, terutama di ruangan dengan banyak objek kecil dan bayangan kompleks.
Masalahnya, fitur ini sangat berat. Sportskeeda memperkirakan aktivasi Ray Reconstruction pada resolusi native di atas 1080p dapat memangkas rata-rata FPS sekitar 40 sampai 50 persen, sehingga fitur ini hanya masuk akal untuk kartu grafis kelas tinggi seperti RTX 5070 Ti atau lebih baik.
Ada catatan lain yang perlu diperhatikan. Dalam build pratinjau, Ray Reconstruction dilaporkan bisa membuat partikel hujan nyaris tidak terlihat, sehingga pengguna yang ingin kualitas gambar konsisten sebaiknya menunggu patch perbaikan atau menonaktifkan fitur ini untuk sementara.
Rekomendasi setting terbaik untuk visual dan performa
Untuk PC menengah sampai tinggi, kombinasi berikut dinilai paling seimbang. Pengujian referensi pada Ryzen 5 5600 dan RTX 4060 mencatat performa stabil 60 fps tanpa penurunan berarti, sekaligus menghasilkan kualitas visual yang disebut lebih baik dari mode Quality di PS5.
- Model Quality: Ultra
- Texture Quality: Cinematic
- Shadow Quality: Ultra
- Raytracing: On
- Lighting Quality: Ultra
- Reflection Quality: Cinematic
- Advanced Weather Effect: On
- Water Quality: Ultra
- Foliage Density: Cinematic
- Volumetric Fog Quality: High
- Effect Quality: Ultra
- Simulation Quality: Cinematic
- Post-Processing Quality: Cinematic
Setelan itu disebut memberi peningkatan rata-rata sekitar 12 hingga 18 persen dibanding preset default Cinematic pada 1080p native. Untuk resolusi lebih tinggi, pengguna disarankan memanfaatkan DLSS Quality atau Balanced lalu menurunkan Model Quality satu tingkat bila perlu.
Setting terbaik untuk PC low-end
Untuk perangkat lama, pendekatannya harus lebih agresif. Referensi pengujian menilai 720p native adalah langkah paling aman untuk mendapat tambahan frame rate yang nyata, karena fitur upscaling tidak cukup kuat menutup kekurangan performa pada GPU lawas.
Berikut konfigurasi yang masih menjaga tampilan game tetap layak. Pengujian pada GTX 1650 non-Super mencatat rata-rata 46 fps di 720p native, dengan penurunan di bawah 40 fps hanya pada adegan yang sangat berat.
| Pengaturan | Rekomendasi |
|---|---|
| Model Quality | Low |
| Texture Quality | Medium |
| Shadow Quality | Low |
| Raytracing | Off |
| Lighting Quality | Medium |
| Reflection Quality | Low |
| Advanced Weather Effect | Off |
| Water Quality | Medium |
| Foliage Density | Low |
| Volumetric Fog Quality | Medium |
| Effect Quality | Low |
| Simulation Quality | Medium |
| Post-Processing Quality | High |
Texture tidak perlu langsung diturunkan ke Low kecuali VRAM sudah mentok. Shadow juga sebaiknya tidak turun terlalu ekstrem bila targetnya masih menjaga kejernihan visual, karena setting terlalu rendah bisa membuat flicker bayangan di kejauhan lebih mencolok.
Pengaturan tambahan yang sering terlewat
Beberapa opsi penting justru ada di menu Accessibility. Di sana tersedia pengaturan particle intensity, Depth of Field, dan camera shake intensity yang bisa diubah untuk membuat pertarungan lebih jelas dan tampilan lebih nyaman.
Volumetric Fog juga patut diperhatikan karena level di bawah High mulai menimbulkan artefak blok. Sementara Reflection Quality dan Water Quality relatif aman dipertahankan tinggi pada PC kuat, sebab dampak visualnya besar tetapi penalti performanya tidak seberat Lighting atau Model Quality.
Bagi pengguna GPU lama, prioritas terbaik tetap sederhana: turunkan resolusi render, matikan ray tracing, lalu sesuaikan Lighting dan Model Quality lebih dulu. Setelah itu, barulah fine tuning dilakukan pada shadow, foliage, dan weather effect untuk mencari titik paling stabil sesuai target FPS yang diinginkan.
Source: tech.sportskeeda.com








