Memilih robot vacuum kelas premium kini tidak lagi sekadar soal daya hisap paling tinggi. Xiaomi Robot Vacuum 6 Max dan Roborock S9 MaxV Ultra sama-sama menawarkan fitur AI, sistem pel canggih, dan fungsi otomatis, tetapi pendekatan keduanya berbeda cukup jelas.
Xiaomi lebih menekan performa pembersihan mentah dengan hardware agresif dan harga yang jauh lebih rendah. Di sisi lain, Roborock lebih fokus pada otomasi, navigasi matang, serta pengalaman penggunaan yang minim repot untuk rumah dengan aktivitas padat.
Dua pendekatan berbeda di kelas flagship
Berdasarkan data spesifikasi yang beredar, Xiaomi Robot Vacuum 6 Max membawa suction power 35.000Pa. Angka ini lebih tinggi daripada Roborock S9 MaxV Ultra yang berada di 22.000Pa.
Di atas kertas, keunggulan itu membuat Xiaomi lebih meyakinkan untuk menyedot debu tebal, serpihan besar, dan kotoran yang menempel kuat di lantai. Perangkat ini juga memakai sistem pembersihan yang dapat mengepel, mengerik, dan mencuci secara bersamaan, sehingga karakter bersihnya cenderung lebih agresif.
Roborock tidak mengejar angka daya hisap tertinggi semata. Model ini justru menonjolkan kombinasi vacuum dan sonic mop, dengan teknologi getaran pel hingga 4.000 kali per menit untuk menggosok noda lebih presisi.
Navigasi dan kecerdasan AI jadi pembeda utama
Xiaomi membekali 6 Max dengan AI panoramic obstacle avoidance. Sistem ini dipadukan dengan kemampuan mengenali 280 objek dan 47 jenis kotoran, angka yang menunjukkan detail pengenalan lingkungan dan permukaan yang sangat luas.
Untuk kebutuhan rumah kompleks, data itu penting karena robot dapat menyesuaikan respons berdasarkan objek di jalur pembersihan. Xiaomi juga memakai triple-camera system, yang memberi fondasi kuat untuk identifikasi visual lebih rinci.
Roborock S9 MaxV Ultra memakai Reactive AI 3.0 dan LiDAR. Kombinasi ini dinilai lebih andal untuk navigasi, terutama saat robot harus bergerak konsisten di rumah dengan banyak furnitur, jalur sempit, atau aktivitas penghuni yang berubah-ubah.
Roborock juga menggunakan kamera RGB dan structured light. Pendekatan ini berbeda dari Xiaomi, tetapi sama-sama dirancang untuk membaca lingkungan secara real-time agar robot tidak mudah menabrak atau tersangkut.
Soal pel, Xiaomi lebih keras, Roborock lebih rapi
Pada sistem mengepel, Xiaomi mengandalkan pembersihan pel berkelanjutan melalui sistem air kontinu dengan 16 lubang. Pendekatan ini mendukung proses pel aktif selama robot berjalan, sehingga kotoran basah dan debu berat bisa ditangani lebih intens.
Roborock unggul dalam aspek presisi dan kebersihan otomatis. Teknologi VibraRise 4.0 memungkinkan kain pel terangkat hingga 18 mm, fitur yang sangat berguna saat robot berpindah dari lantai keras ke karpet tanpa membuat permukaan tekstil ikut basah.
Keunggulan lain Roborock ada pada perawatan kain pel. Dock RockDock Ultra 2.0 mampu mencuci pel dengan air panas 80°C dan mengeringkannya dengan udara panas 60°C, lalu mengisi ulang air, menambahkan deterjen, dan membersihkan dirinya sendiri.
Paket fitur itu membuat Roborock lebih mendekati sistem “zero maintenance”. Xiaomi belum menampilkan dock dengan tingkat otomasi setara itu dalam data referensi yang tersedia.
Untuk rambut, Xiaomi terlihat lebih siap
Rumah dengan hewan peliharaan atau penghuni berambut panjang biasanya butuh perhatian khusus di bagian sikat utama. Xiaomi 6 Max dibekali hair-cutting brush dan sistem anti-tangle pada sikat utama serta sikat samping.
Roborock juga memiliki anti-tangle brush, tetapi implementasi Xiaomi terlihat lebih agresif. Dalam praktiknya, ini bisa mengurangi kebutuhan membersihkan gulungan rambut secara manual setelah robot selesai bekerja.
Xiaomi juga membawa triple robotic arms dan kemampuan melewati penghalang hingga 6 cm. Selain itu, perangkat disebut dapat masuk ke area dengan minimum clearance 9,3 cm, yang memberi nilai tambah untuk membersihkan bawah furnitur rendah.
Fitur pintar dan ekosistem
Dari sisi kontrol suara, Roborock lebih fleksibel karena mendukung Alexa, Siri, Google, dan Matter 2.0. Xiaomi masih mengandalkan Xiao Ai, sehingga kompatibilitasnya lebih terbatas untuk pengguna rumah pintar lintas ekosistem.
Keduanya sama-sama menawarkan fitur video seperti pemantauan hewan peliharaan dan panggilan video. Roborock menambah fitur seperti Pet Snap dan cruise, sementara Xiaomi juga memberi fungsi pet monitoring yang relevan untuk pengguna yang ingin memantau rumah dari jarak jauh.
Untuk aplikasi, Mi Home dan Roborock app sama-sama sudah berada di kelas matang. Pilihan biasanya kembali ke ekosistem perangkat yang sudah dipakai di rumah.
Ringkas perbedaan utama
- Xiaomi unggul pada daya hisap, hardware, dan harga.
- Roborock unggul pada navigasi, otomasi dock, dan integrasi smart home.
- Xiaomi lebih cocok untuk pembersihan berat dan masalah rambut.
- Roborock lebih cocok untuk rumah sibuk dengan karpet, anak, dan hewan peliharaan.
Dari sisi harga, selisih keduanya sangat lebar. Xiaomi Robot Vacuum 6 Max dibanderol ¥4,899, sedangkan Roborock S9 MaxV Ultra berada di kisaran ¥11,700.
Dengan gap harga tersebut, Xiaomi tampil sebagai opsi bernilai tinggi bagi pengguna yang mengutamakan performa bersih dan fitur hardware mutakhir. Namun bagi konsumen yang mengejar pengalaman serba otomatis, penanganan karpet yang lebih aman, serta dock yang bisa mencuci dan mengeringkan pel tanpa campur tangan, Roborock S9 MaxV Ultra tetap menawarkan paket yang lebih matang untuk penggunaan harian intensif.
Source: www.gizmochina.com