Samsung dikabarkan akan menghentikan penjualan Galaxy Z TriFold hanya beberapa bulan setelah perangkat itu diperkenalkan. Laporan ini muncul saat tekanan biaya komponen memori disebut makin berat dan membuat ponsel lipat tiga tersebut sulit memberi margin yang sehat.
Informasi itu berasal dari media Korea Selatan Dong-A Ilbo, yang menyebut Samsung menyiapkan satu restock terakhir ke retailer sebelum produk dihentikan. Jika laporan ini akurat, langkah tersebut menandai perubahan cepat untuk salah satu perangkat paling ambisius di lini ponsel lipat Samsung.
Galaxy Z TriFold disebut segera disetop
Menurut artikel referensi, Galaxy Z TriFold pertama kali diluncurkan pada bulan Desember untuk menghadirkan pengalaman hibrida ponsel dan tablet dalam satu perangkat. Namun, hanya sekitar tiga bulan setelah debutnya, perangkat itu dilaporkan masuk fase akhir penjualan.
Dong-A Ilbo menyebut stok di Samsung.com Korea Selatan sudah tercatat habis pada pertengahan Maret. Kondisi itu dinilai menjadi sinyal bahwa ketersediaan di pasar domestik Samsung segera berakhir.
Laporan yang sama juga menyebut masih akan ada satu pengiriman stok terakhir ke toko. Setelah itu, penjualan disebut tidak akan dilanjutkan lagi, setidaknya di pasar asalnya.
Pemicunya disebut krisis memori yang belum mereda
Faktor utama yang paling sering disebut dalam laporan ini adalah krisis memori yang masih berlangsung. Kenaikan harga DRAM dan NAND flash dikabarkan menekan ongkos produksi hingga menyulitkan Samsung untuk menjaga keuntungan.
Galaxy Z TriFold sendiri membawa spesifikasi memori yang tinggi untuk kelas ponsel lipat premium. Perangkat ini disebut memakai RAM 16GB dan penyimpanan NAND flash 512GB, dua komponen yang nilainya sangat sensitif terhadap gejolak pasokan global.
Dalam konteks industri, DRAM berfungsi sebagai memori kerja utama perangkat, sedangkan NAND flash dipakai untuk penyimpanan data internal. Saat harga keduanya naik dalam waktu berdekatan, biaya produksi perangkat premium biasanya melonjak lebih cepat daripada segmen menengah.
Bila biaya komponen utama terus bergerak naik, produsen harus memilih antara menaikkan harga jual atau menekan margin. Untuk produk dengan volume terbatas seperti tri-fold, ruang manuver itu biasanya jauh lebih sempit.
Permintaan tinggi tidak otomatis berarti bisnis menguntungkan
Menariknya, laporan tersebut juga menegaskan bahwa Galaxy Z TriFold justru beberapa kali cepat habis setelah restock. Artinya, potensi penghentian ini bukan karena minimnya minat pasar, melainkan lebih dekat ke persoalan struktur biaya.
Hal itu penting karena produk teknologi premium sering terlihat sukses dari sisi antusiasme konsumen, tetapi belum tentu menguntungkan secara komersial. Pada kategori perangkat eksperimental, biaya riset, produksi panel, engsel, dan komponen memori bisa sangat besar.
Dong-A Ilbo mengutip sumber internal yang menyatakan, “The Tri-fold was less of a product designed to generate sales revenue and more of a symbolic item created to showcase technological prowess.” Pernyataan itu memperkuat dugaan bahwa perangkat ini sejak awal lebih berfungsi sebagai etalase kemampuan teknologi ketimbang mesin penjualan massal.
Bila benar demikian, maka penghentian dini tidak selalu berarti kegagalan produk. Keputusan itu justru bisa dibaca sebagai penyesuaian strategi setelah tujuan demonstrasi teknologi dianggap sudah tercapai.
Apa yang membuat ponsel tri-fold mahal diproduksi
Ada beberapa faktor yang lazim membuat perangkat tri-fold lebih mahal daripada ponsel lipat biasa. Kompleksitasnya bukan hanya pada layar, tetapi juga pada banyak komponen lain yang harus bekerja serempak.
- Mekanisme engsel lebih rumit dan presisi.
- Panel layar fleksibel berukuran lebih besar.
- Sistem pendingin dan tata letak komponen lebih kompleks.
- Kebutuhan memori tinggi untuk menopang pengalaman multitasking.
- Volume produksi cenderung rendah sehingga biaya per unit lebih mahal.
Kombinasi faktor itu menjadikan tri-fold sebagai kategori yang sulit diproduksi dalam skala besar. Saat harga DRAM dan NAND ikut naik, tekanan biaya menjadi semakin berat.
Dampaknya bagi pasar Samsung
Untuk pasar Amerika Serikat, laporan menyebut penjualan masih akan berlanjut sampai inventaris yang ada habis. Dengan kata lain, penghentian tidak terjadi serentak di semua wilayah karena siklus distribusi dan waktu peluncurannya berbeda.
Bagi Samsung, langkah ini dapat memberi ruang untuk mengalihkan sumber daya ke model foldable yang lebih matang secara bisnis. Seri Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip berpotensi tetap menjadi fokus utama karena sudah punya basis pasar lebih jelas dan produksi yang lebih terukur.
Di sisi lain, kabar ini juga menunjukkan tantangan baru di industri perangkat premium. Inovasi bentuk yang menarik perhatian publik tetap harus berhadapan dengan realitas pasokan komponen, harga memori, dan profitabilitas jangka panjang.
Sejauh ini belum ada pernyataan resmi Samsung yang mengonfirmasi penghentian Galaxy Z TriFold. Namun, jika mengacu pada laporan Dong-A Ilbo dan status stok yang menipis di Korea Selatan, arah kebijakannya tampak semakin jelas: perangkat tri-fold ini bisa berakhir sebagai produk simbolik yang sukses memamerkan kemampuan teknis, tetapi terlalu mahal untuk dipertahankan di tengah krisis memori.
Source: tech.sportskeeda.com