Galaxy S26 Raih Skor Reparabilitas 9/10, Mudah Dibongkar Tapi Layar Masih Rumit

Galaxy S26 disebut meraih skor reparabilitas tinggi dalam uji bongkar pasang terbaru. Temuan ini penting karena memperlihatkan upaya Samsung membuat ponsel flagship lebih mudah diperbaiki tanpa meninggalkan desain premium.

Berdasarkan teardown yang dipublikasikan PBKreviews dan dikutip Android Headlines, Galaxy S26 memperoleh nilai 9 dari 10 untuk aspek kemudahan perbaikan. Skor itu menempatkan perangkat ini di kelompok ponsel flagship yang relatif ramah servis.

Skor reparabilitas Galaxy S26

Nilai tinggi tersebut tidak datang dari satu komponen saja. Teardown menunjukkan Samsung memakai tata letak internal yang lebih modular sehingga teknisi lebih mudah mengakses bagian penting saat melakukan penggantian suku cadang.

Komponen seperti port pengisian daya, speaker, dan kamera juga dinilai lebih mudah dilepas. Penyebab utamanya adalah lebih banyak bagian yang ditahan sekrup, bukan lem berlebih seperti yang dulu kerap dikritik pada ponsel premium.

Pendekatan modular memberi dampak langsung pada proses servis. Saat satu komponen rusak, teknisi tidak selalu harus membongkar atau mengganti modul lain yang masih berfungsi.

Hal ini berpotensi menekan tingkat kerumitan perbaikan. Dalam praktiknya, semakin sedikit bagian yang saling mengunci permanen, semakin kecil risiko biaya servis ikut membengkak.

Bagian yang membuat perbaikan lebih mudah

Teardown juga menyoroti peningkatan pada mekanisme pelepasan baterai. Galaxy S26 disebut lebih mudah dibuka untuk penggantian baterai karena sudah menggunakan pull tab dan penataan internal yang lebih rapi.

Perubahan ini penting karena baterai termasuk komponen yang paling sering menurun performanya seiring usia pakai. Mekanisme pelepasan yang sederhana dapat mempercepat pekerjaan teknisi dan mengurangi risiko kerusakan saat pembongkaran.

Ada pula perubahan pada bagian kamera belakang. Jika pada model sebelumnya penggantian lensa kamera dapat terkait dengan panel belakang, pada Galaxy S26 lensa kamera disebut bisa diganti secara terpisah.

Pemisahan seperti ini memberi keuntungan bagi pengguna. Ketika hanya lensa yang rusak, penggantian tidak harus melibatkan panel belakang secara utuh.

Secara umum, beberapa poin utama yang mendukung skor 9/10 itu meliputi:

  1. Tata letak internal yang modular.
  2. Port charging, speaker, dan kamera lebih mudah diakses.
  3. Banyak komponen ditahan sekrup, bukan lem tebal.
  4. Baterai lebih mudah dilepas berkat pull tab.
  5. Sejumlah bagian dapat diganti satu per satu tanpa memengaruhi modul lain.

Kombinasi faktor tersebut membuat Galaxy S26 terlihat lebih bersahabat untuk servis dibanding sejumlah generasi lama. Bagi pasar premium, perbaikan yang lebih sederhana juga menjadi nilai tambah di luar performa dan kamera.

Layar masih jadi titik lemah

Meski begitu, Galaxy S26 belum sepenuhnya mudah diperbaiki. Teardown yang sama menilai penggantian layar masih menjadi salah satu pekerjaan paling sulit pada perangkat ini.

Untuk melepas layar, teknisi tetap perlu menggunakan panas dan penanganan yang sangat hati-hati. Proses ini menuntut presisi tinggi karena panel harus diangkat dari rangka tanpa merusak komponen lain.

Ada dua jalur perbaikan yang disebut dalam pembongkaran tersebut. Opsi pertama adalah membeli layar baru yang sudah menyatu dengan rangka logam, sedangkan opsi kedua adalah memindahkan komponen dari bodi lama ke unit layar baru.

Alternatif lain adalah memanaskan layar dari sisi depan lalu membuka celah antara panel dan frame. Namun cara ini lebih rumit karena teknisi harus memasang ulang perekat dengan tepat agar layar kembali rapat dan aman.

Jika pemasangan tidak presisi, panel bisa perlu dibuka ulang. Risiko ini dapat berujung pada kerusakan layar yang sebenarnya masih baik, terutama bila pekerjaan dilakukan tanpa alat dan pengalaman memadai.

Arah baru Samsung dalam desain yang lebih mudah diperbaiki

Samsung selama bertahun-tahun sering dikritik karena terlalu mengandalkan lem dan rakitan yang kompleks. Kritik itu terutama muncul saat tren bodi tipis dan tahan air membuat banyak pabrikan mengorbankan kemudahan servis.

Namun arah desain Samsung terlihat mulai berubah sejak lini Galaxy S23. Galaxy S26 memperlihatkan bahwa perusahaan tetap mempertahankan kecenderungan tersebut dengan menghadirkan struktur internal yang lebih rasional untuk perbaikan.

Perubahan ini juga sejalan dengan perhatian global terhadap umur pakai perangkat elektronik. Produk yang lebih mudah diperbaiki biasanya memiliki peluang lebih besar untuk digunakan lebih lama dan tidak cepat berakhir sebagai limbah elektronik.

Bagi pengguna, skor 9 dari 10 bukan berarti semua orang bisa memperbaiki Galaxy S26 sendiri di rumah. Skor itu lebih tepat dibaca sebagai indikator bahwa teknisi atau pusat servis akan menghadapi hambatan yang lebih sedikit saat menangani kerusakan umum pada perangkat ini.

Dengan kata lain, Galaxy S26 menawarkan kombinasi yang cukup jarang di kelas flagship: desain premium dengan akses servis yang lebih masuk akal. Satu-satunya catatan besar masih ada pada layar, yang sampai sekarang tetap menjadi bagian paling menantang dalam proses perbaikan perangkat tersebut.

Source: sammyguru.com
Exit mobile version