Unboxing OnePlus Watch Lite menampilkan pendekatan yang sederhana, tetapi tetap menonjolkan karakter produk yang ingin diposisikan sebagai jam pintar fokus kebugaran. Perangkat ini tidak datang dengan banyak aksesori tambahan, namun justru memperlihatkan fokus OnePlus pada fungsi inti dan desain yang rapi.
Dari isi boks, pengguna akan langsung menemukan jam, strap silikon, dan charger magnetik dua pin dengan konektor USB-A. Paket penjualannya tergolong minimalis, tetapi semua komponen utama yang dibutuhkan untuk mulai memakai perangkat sudah tersedia sejak awal.
Isi kotak dan kesan pertama
Menurut artikel referensi, pengalaman unboxing OnePlus Watch Lite tergolong “pretty straightforward” atau sangat langsung. Tidak ada elemen kemasan yang berlebihan, sehingga perhatian utama langsung tertuju pada desain jam itu sendiri.
OnePlus membekali Watch Lite dengan charging puck magnetik dua pin yang sudah menyatu dengan kabel USB-A. Solusi ini dinilai cukup kuat secara magnet, sehingga posisi jam tetap stabil saat mengisi daya dan tidak mudah bergeser.
Meski begitu, model charger proprietary seperti ini masih punya keterbatasan. Konektor USB-A yang menempel permanen membuat fleksibilitasnya lebih rendah dibanding kabel lepas-pasang berbasis USB-C yang kini lebih umum dipakai.
Desain premium meski membawa nama Lite
Nama “Lite” biasanya identik dengan pemangkasan spesifikasi atau material yang lebih sederhana. Namun pada OnePlus Watch Lite, kesan pertama justru mengarah ke desain yang lebih premium dari dugaan awal.
Jam ini memakai frame stainless steel dan panel 2.5D curved OLED touchscreen berukuran 1,46 inci. Layar tersebut juga mendukung Always on Display atau AOD, fitur yang biasanya penting bagi pengguna yang ingin tampilan jam tetap aktif tanpa harus mengangkat pergelangan tangan.
Kerapatan layarnya disebut mencapai 317 ppi. Dalam mode Sports, tingkat kecerahannya bahkan bisa mencapai 3.000 nits, angka yang tergolong tinggi untuk kelas perangkat wearable dan berpotensi membantu visibilitas saat dipakai di luar ruangan.
Varian warna yang disebut dalam referensi adalah Silver Steel. OnePlus juga menyiapkan opsi warna hitam bagi pengguna yang menginginkan tampilan lebih kalem dan tidak terlalu mencolok.
Strap, dimensi, dan kenyamanan di tangan
OnePlus menyertakan strap silikon dengan detail groove vertikal dan aksen jahitan merah. Desain ini memberi kesan sporty, tetapi tetap cukup netral untuk dipakai harian.
Ukuran strap memakai standar 22 mm. Artinya, pengguna bisa mengganti tali dengan opsi lain seperti kulit jika ingin tampilan yang lebih formal.
Bobot jam ini berada di bawah 60 gram. Dengan ketebalan 8,9 mm, OnePlus Watch Lite disebut sebagai smartwatch tertipis dari OnePlus sejauh ini, sehingga terasa lebih mendekati jam tangan konvensional ketimbang perangkat wearable yang tebal.
Di sisi bodi, tersedia crown digital yang bisa ditekan dan menghasilkan klik. Tombol di bawahnya bukan tombol fisik biasa, melainkan permukaan sentuh yang berfungsi untuk pemantauan kesehatan.
Fitur kebugaran jadi daya tarik utama
OnePlus mengategorikan Watch Lite sebagai “fitness watch”. Posisi ini penting karena menunjukkan bahwa perangkat ini tidak berusaha menjadi smartwatch serba bisa, melainkan fokus pada pelacakan aktivitas dan kesehatan.
Untuk olahraga, tersedia lebih dari 100 mode workout. Perangkat ini juga dibekali dual-band GPS untuk aktivitas seperti lari dan bersepeda, fitur yang relevan bagi pengguna aktif yang membutuhkan pelacakan lokasi lebih akurat.
Sensor kesehatannya mencakup beberapa fungsi penting, yaitu:
- Pemantauan detak jantung
- Pengukuran kadar oksigen darah
- Pelacakan tidur
- Pemantauan stres
- Sensor suhu pergelangan tangan
- Pengukuran arterial stiffness
Fitur arterial stiffness menjadi salah satu pembeda yang menarik karena diakses lewat permukaan sentuh di bawah crown. Namun OnePlus juga menegaskan bahwa data kesehatan dari Watch Lite “does not constitute actual medical advice”, sehingga hasilnya tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis.
Software dan konektivitas
OnePlus Watch Lite menjalankan OxygenOS Watch 7.1. Sistem ini disebut lebih terbatas dibanding perangkat flagship OnePlus yang memakai WearOS, sehingga ekspektasi pengguna perlu disesuaikan sejak awal.
Meski begitu, fungsi dasar smartwatch tetap tersedia. Pengguna juga mendapat pilihan watch face yang cukup banyak melalui aplikasi pendamping OHealth.
Untuk konektivitas, perangkat ini memakai Bluetooth 5.2. Salah satu fitur yang cukup jarang ditemukan adalah dukungan pairing simultan ke dua ponsel, baik Android maupun iOS, yang memberi nilai tambah untuk pengguna dengan dua perangkat aktif.
Watch Lite juga mendukung Bluetooth calling ke ponsel yang terhubung. Kemampuan ini membuat fungsinya tidak hanya berhenti di pelacakan kebugaran, tetapi juga mendukung komunikasi dasar langsung dari pergelangan tangan.
Baterai, ketahanan, dan harga
OnePlus membekali Watch Lite dengan baterai 339mAh. Daya tahannya diklaim bisa mencapai hingga 7 hari untuk penggunaan reguler atau sampai 10 hari untuk pemakaian lebih ringan.
Dari sisi durabilitas, jam ini sudah mengantongi sertifikasi IP68 yang berarti tahan debu dan tahan air. Selain itu, ada rating 5ATM yang membuatnya aman dipakai berenang di kolam.
Berikut ringkasan spesifikasi utama dari hasil unboxing dan informasi resmi yang disebut dalam referensi:
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Layar | 1,46 inci OLED 2.5D curved |
| Kecerahan | Hingga 3.000 nits di Sports Mode |
| Material frame | Stainless steel |
| Ketebalan | 8,9 mm |
| Bobot | Di bawah 60 gram |
| Strap | Silikon 22 mm |
| Konektivitas | Bluetooth 5.2 |
| Sistem | OxygenOS Watch 7.1 |
| Baterai | 339mAh |
| Daya tahan | Hingga 7 hari, atau 10 hari pemakaian ringan |
| Ketahanan air | IP68 dan 5ATM |
| Harga ritel | €180/£180 |
Dalam artikel referensi disebutkan bahwa OnePlus Watch Lite dijual seharga €180/£180, dan sempat tersedia di Amazon dengan harga €170. Dari hasil unboxing, perangkat ini terlihat diarahkan untuk pengguna yang menginginkan jam kebugaran bergaya premium, ringan dipakai, dan tetap punya fitur penting seperti GPS, panggilan Bluetooth, serta pemantauan kesehatan harian.
Source: www.gsmarena.com