
Samsung Galaxy S26 muncul dalam video bongkar pasang yang memperlihatkan bagian dalam perangkat secara rinci. Video dari kanal YouTube PBKreviews itu memberi gambaran awal tentang kemudahan perbaikan model standar di lini Galaxy S26.
Temuan paling menonjol adalah skor reparabilitas 9 dari 10 untuk Galaxy S26. Nilai itu menempatkan ponsel ini sebagai perangkat yang sangat mudah diperbaiki, terutama dalam ketersediaan komponen, penggantian baterai, dan penggantian bagian lain.
Video bongkar pasang memperlihatkan proses dasar pembukaan perangkat
Proses teardown dimulai dengan melepas baki SIM. Setelah itu, penutup belakang dibuka dengan bantuan panas agar perekat lebih mudah dilepas.
Langkah ini umum dipakai pada ponsel modern yang menggunakan lem pada panel belakang. Metode tersebut juga menunjukkan bahwa akses awal ke komponen internal Galaxy S26 tidak memerlukan pendekatan yang terlalu rumit.
Setelah panel belakang terangkat, susunan komponen internal terlihat cukup rapi. Penempatan modul dan konektor dinilai mendukung proses servis, meski tetap membutuhkan ketelitian agar tidak merusak kabel fleksibel dan perekat.
PBKreviews kemudian menilai beberapa aspek utama dalam perbaikan perangkat ini. Hasil akhirnya, Galaxy S26 memperoleh skor 9/10, dengan acuan bahwa 10 berarti tingkat reparabilitas sangat baik dan 0 berarti sangat buruk.
Aspek yang paling kuat pada Galaxy S26
Ada tiga kategori yang disebut paling menonjol pada perangkat ini. Galaxy S26 meraih nilai maksimal untuk ketersediaan suku cadang, kemudahan penggantian baterai, dan kemudahan penggantian komponen lain.
Temuan ini penting karena baterai dan komponen kecil sering menjadi titik servis paling umum dalam masa pakai ponsel. Jika penggantiannya lebih mudah, biaya dan waktu perbaikan berpotensi lebih terkendali.
Dalam konteks pasar ponsel premium, skor tinggi pada reparabilitas bukan hal yang selalu mudah dicapai. Banyak perangkat tipis dengan desain rapat justru menuntut proses pembongkaran yang panjang dan berisiko.
Galaxy S26 terlihat mencoba menyeimbangkan desain modern dengan akses servis yang lebih masuk akal. Ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang mempertimbangkan faktor usia pakai perangkat sebelum membeli.
Bagian yang masih belum sempurna
Meski hasilnya sangat baik, video itu juga mencatat dua area yang belum maksimal. Kategori desain mendapat penilaian sedikit lebih rendah karena memengaruhi lama waktu perbaikan.
Artinya, perangkat ini tetap membutuhkan tahapan tertentu yang membuat proses servis tidak selalu cepat. Desain internal yang efisien untuk penggunaan harian belum tentu selalu ideal untuk teknisi ketika harus membongkar banyak lapisan.
Penggantian layar juga disebut mudah, tetapi belum masuk kategori sangat mudah. Ini memberi sinyal bahwa layar masih dapat diganti tanpa hambatan besar, namun prosesnya tidak sesederhana beberapa komponen lain.
Bagi pengguna, informasi ini relevan karena layar adalah salah satu bagian yang paling sering rusak akibat benturan. Semakin mudah layar diganti, semakin kecil potensi waktu perbaikan yang terlalu lama.
Poin penting dari hasil teardown Galaxy S26
- Proses pembongkaran dimulai dari melepas SIM tray.
- Panel belakang dibuka setelah pemanasan untuk melunakkan perekat.
- Skor reparabilitas akhir mencapai 9/10.
- Nilai tertinggi ada pada ketersediaan komponen.
- Penggantian baterai dinilai sangat mudah.
- Penggantian komponen lain juga mendapat nilai maksimal.
- Area yang sedikit tertinggal ada pada desain dan penggantian layar.
Mengapa skor reparabilitas penting bagi pembaca
Skor reparabilitas kini makin diperhatikan karena usia pakai ponsel cenderung lebih panjang. Pengguna tidak hanya melihat kamera, performa, atau layar, tetapi juga kemungkinan memperbaiki perangkat saat terjadi kerusakan.
Dalam praktiknya, perangkat yang mudah diperbaiki bisa membantu mengurangi limbah elektronik. Ketersediaan komponen dan struktur internal yang ramah servis juga dapat memperpanjang masa penggunaan tanpa harus segera mengganti unit baru.
Bagi Samsung, hasil bongkar pasang ini memberi kesan positif untuk model dasar Galaxy S26. Ini juga bisa menjadi pembeda penting di tengah persaingan ponsel flagship yang sering fokus pada spesifikasi, tetapi kurang menonjol dalam aspek perbaikan.
Galaxy S26 sendiri diluncurkan bersama Galaxy S26+ dan Galaxy S26 Ultra. Namun, video PBKreviews kali ini fokus pada model standar atau vanilla, sehingga penilaian reparabilitas tersebut merujuk khusus pada varian itu.
Berikut ringkasan penilaian yang muncul dari video teardown:
| Aspek | Penilaian |
|---|---|
| Ketersediaan suku cadang | Maksimal |
| Penggantian baterai | Maksimal |
| Penggantian komponen lain | Maksimal |
| Desain | Sedikit di bawah maksimum |
| Penggantian layar | Mudah, tetapi belum sangat mudah |
| Skor total | 9/10 |
Dengan hasil ini, Galaxy S26 tampil sebagai salah satu ponsel premium yang tidak hanya menonjol dari sisi produk akhir, tetapi juga dari cara perangkat itu dirancang untuk diperbaiki. Video bongkar pasang dari PBKreviews menjadi rujukan awal yang cukup jelas bagi calon pembeli, teknisi, dan pengguna yang ingin mengetahui apakah ponsel ini akan tetap praktis saat membutuhkan servis.
Source: www.gsmarena.com








