Galaxy Z TriFold Terhenti dalam Hitungan Bulan, Samsung Setop Penjualan Bertahap

Samsung dikabarkan mulai menghentikan penjualan Galaxy Z TriFold, ponsel lipat tiga pertama yang dipasarkan perusahaan tersebut. Informasi ini muncul setelah juru bicara Samsung menyampaikan kepada Bloomberg bahwa penghentian penjualan dilakukan secara bertahap di beberapa pasar.

Langkah itu dinilai tidak biasa karena usia komersial perangkat ini sangat singkat untuk kelas ponsel premium. Galaxy Z TriFold baru dipasarkan di Amerika Serikat pada akhir Januari, atau sekitar tiga bulan setelah debut awalnya.

Penjualan dihentikan bertahap

Menurut laporan Bloomberg yang juga dikutip Kompas.com, penghentian penjualan dimulai dari Korea Selatan. Setelah itu, penjualan di Amerika Serikat disebut akan berakhir ketika sisa stok sudah habis terjual.

Sinyal kebijakan ini sebenarnya sudah terlihat lebih awal. Di situs resmi Samsung AS, informasi soal jadwal restock baru untuk Galaxy Z TriFold sudah tidak lagi ditampilkan meski sebelumnya sempat dijanjikan.

Samsung juga dilaporkan mengarahkan calon pembeli ke toko fisik Samsung Experience Store. Opsi pembelian online tambahan tidak lagi menjadi fokus saat stok makin terbatas.

Kondisi serupa disebut terjadi di pasar lain. Konsumen di sejumlah wilayah kini tidak lagi leluasa membeli perangkat ini secara online dan harus mengandalkan ketersediaan unit di gerai terdekat.

Alasan penghentian belum dijelaskan resmi

Samsung belum memaparkan alasan resmi secara rinci terkait penghentian penjualan Galaxy Z TriFold. Namun, sejumlah laporan media menilai biaya produksi yang sangat tinggi menjadi faktor utama di balik keputusan tersebut.

Laporan yang dirangkum dari Bloomberg dan 9to5Google menyebut tekanan biaya komponen ikut membebani margin keuntungan. Di saat yang sama, isu kenaikan harga komponen serta kelangkaan RAM global juga diduga memperberat ongkos produksi.

Untuk perangkat dengan desain baru seperti trifold, biaya riset, pengembangan, dan manufaktur memang cenderung lebih mahal. Faktor itu biasanya semakin terasa jika volume produksi tidak besar.

Media Korea Selatan Dong-A Ilbo sebelumnya melaporkan stok Galaxy Z TriFold di pasar domestik sangat terbatas. Sejak dirilis pada pertengahan Desember, jumlah unit yang tersedia di Korea Selatan disebut hanya sekitar 6.000 unit.

Belum ada angka resmi untuk stok di negara lain seperti China, Taiwan, Singapura, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat. Namun minimnya pasokan di beberapa pasar memperkuat dugaan bahwa Samsung memang sejak awal membatasi distribusi perangkat ini.

Harga tinggi, pasar sangat sempit

Di Amerika Serikat, Galaxy Z TriFold dijual dengan harga 2.899 dollar AS. Angka itu menempatkannya sebagai salah satu ponsel lipat termahal yang pernah dipasarkan Samsung.

Harga tinggi membuat segmen pasarnya sangat spesifik. Produk seperti ini biasanya menyasar penggemar teknologi awal, kolektor perangkat premium, dan pengguna yang benar-benar membutuhkan layar besar dalam format ponsel.

Di sisi lain, pasar ponsel lipat sendiri masih relatif niche dibanding smartphone konvensional. Untuk model lipat tiga, tantangannya lebih besar lagi karena desainnya lebih kompleks dan biaya perbaikannya berpotensi lebih mahal.

Jika stok resmi habis, perangkat ini kemungkinan akan muncul di penjual pihak ketiga atau pasar secondhand. Konsumen perlu lebih cermat karena harga bisa meningkat dan kondisi unit belum tentu sebanding dengan nilai yang dibayar.

Spesifikasi yang tergolong ambisius

Secara teknis, Galaxy Z TriFold hadir dengan dua engsel dan desain inward-folding. Pendekatan ini membuat layar utama tetap terlindungi saat perangkat dilipat.

Saat dibentangkan penuh, perangkat ini membawa layar utama 10 inci Dynamic AMOLED 2X dengan resolusi QXGA+ dan refresh rate 120 Hz. Tingkat kecerahan puncaknya disebut mencapai 1.600 nit.

Layar sekundernya berukuran 6,5 inci dengan resolusi FHD Plus dan refresh rate 120 Hz. Samsung juga membekali perangkat ini dengan bodi tipis, yakni sekitar 3,9 mm saat terbuka dan 12,9 mm saat dilipat, dengan bobot sekitar 309 gram.

Untuk kamera, Galaxy Z TriFold mengusung tiga kamera belakang dan dua kamera depan. Susunannya meliputi kamera utama 200 MP, telefoto 10 MP dengan 3x optical zoom, ultrawide 12 MP, serta dua kamera depan 10 MP.

Dapur pacunya memakai Snapdragon 8 Elite for Galaxy. Perangkat ini juga dipadukan dengan RAM 16 GB, penyimpanan hingga 1 TB, dan baterai 5.600 mAh yang mendukung fast charging 45 watt.

Samsung menambahkan fitur Galaxy AI, Gemini Live, dan Samsung DeX. Kombinasi ini dirancang untuk mendorong produktivitas, termasuk penggunaan banyak aplikasi sekaligus pada layar besar.

Apa arti langkah ini bagi Samsung

Penghentian penjualan Galaxy Z TriFold tidak otomatis menandakan Samsung menyerah di kategori ponsel lipat. Langkah ini lebih mungkin dibaca sebagai penyesuaian strategi untuk produk generasi awal yang biaya produksinya masih sangat tinggi.

Dalam industri perangkat keras, produk generasi pertama sering dipakai untuk menguji minat pasar, rantai pasok, dan ketahanan desain. Jika respons pasar belum sesuai harapan atau margin terlalu tipis, produsen biasanya memilih menghentikan distribusi lebih cepat sambil menyiapkan pendekatan baru.

Bagi pasar, kasus Galaxy Z TriFold menunjukkan bahwa inovasi bentuk belum selalu sejalan dengan kesiapan biaya produksi massal. Selama stok resmi masih tersedia, perangkat ini tetap menjadi salah satu eksperimen paling berani Samsung di segmen ponsel lipat premium.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: tekno.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button