Vivo X300 Pro Tersandung di Foto, Huawei Pura 80 Ultra Masih Raja Kamera Dunia

Persaingan kamera ponsel premium kembali memanas, tetapi posisi teratas belum berubah. Vivo X300 Pro memang datang dengan label unggulan kamera, namun hasil pengujian terbaru menunjukkan perangkat ini belum mampu menyalip Huawei Pura 80 Ultra.

Data DXOMark yang dikutip dari artikel referensi menempatkan Huawei Pura 80 Ultra di peringkat pertama kamera smartphone global dengan skor 175. Vivo X300 Pro menyusul di posisi kedua dengan skor 171, sehingga selisih empat poin masih cukup untuk menjaga dominasi Huawei.

Peringkat kamera masih dikuasai Huawei

Hasil ini menarik karena Huawei Pura 80 Ultra meluncur lebih dulu, tepatnya pada Juni. Sementara Vivo X300 Pro baru hadir pada Oktober, saat ekspektasi pasar sudah mengarah pada kemungkinan lahirnya penantang baru di kelas kamera mobile.

DXOMark menilai sistem kamera secara menyeluruh, mulai dari foto, zoom, bokeh, hingga video. Dalam konteks ini, keunggulan Huawei terlihat lebih merata pada elemen dasar fotografi yang sangat menentukan pengalaman harian pengguna.

Berikut ringkasan skor yang disebut dalam artikel referensi:

Model Skor Kamera DXOMark Posisi Global
Huawei Pura 80 Ultra 175 1
Vivo X300 Pro 171 2

Huawei unggul di aspek foto yang paling krusial

Huawei Pura 80 Ultra mencatat skor foto 180, tertinggi di database DXOMark menurut referensi tersebut. Vivo X300 Pro ada di angka 171, dengan jarak yang menunjukkan perbedaan nyata pada kualitas pemrosesan gambar secara keseluruhan.

Pada subkategori kamera utama, Huawei kembali lebih tinggi dengan skor 184. Vivo X300 Pro mencatat 174, sehingga gap di kamera utama menjadi salah satu alasan utama mengapa takhta kamera belum berpindah.

DXOMark menyoroti beberapa faktor yang membuat Huawei unggul. Pura 80 Ultra dinilai memiliki dynamic range yang luas, eksposur yang akurat, dan reproduksi warna yang sangat baik bahkan dalam kondisi pencahayaan sulit.

Kelebihan lain ada pada tone kulit yang terlihat lebih natural di cahaya campuran. Artikel referensi menyebut keunggulan itu didukung sensor multispektral, teknologi yang belum punya padanan setara pada Vivo X300 Pro.

Perbedaan spesifikasi kamera ikut memberi dampak

Di atas kertas, kedua ponsel sama-sama membawa konfigurasi yang sangat kompetitif. Namun pendekatan teknis yang dipilih masing-masing merek terlihat berbeda, terutama pada ukuran sensor utama dan fleksibilitas zoom.

Huawei Pura 80 Ultra mengusung kamera utama 50MP dengan sensor 1 inci dan bukaan variabel f/1.6-4. Perangkat ini juga dibekali dua lensa tele periskop yang setara 83mm dan 212mm.

Vivo X300 Pro memakai kamera utama 50MP dengan sensor 1/1.28 inci. Ponsel ini juga membawa kamera ultrawide 50MP dengan sudut 119 derajat dan kamera tele 200MP dengan zoom optis 3,7x setara 85mm.

Secara teori, kombinasi Vivo terlihat agresif, terutama pada kamera tele beresolusi tinggi. Namun dalam pengujian menyeluruh, keunggulan spesifikasi belum otomatis berujung pada skor total yang lebih tinggi.

Vivo unggul di bokeh, tele, dan video

Vivo X300 Pro tetap menunjukkan kekuatan penting di beberapa area. Menurut artikel referensi, perangkat ini meraih skor bokeh tertinggi di database DXOMark, yakni 180.

Untuk telefoto, Vivo juga menjadi yang terbaik dengan skor 170. Angka ini mengindikasikan bahwa kemampuan zoom dan pemisahan subjek masih menjadi daya tarik besar bagi pengguna yang gemar memotret potret maupun objek jarak jauh.

Keunggulan Vivo juga terlihat pada video. X300 Pro mencatat skor video 169, sedangkan Huawei Pura 80 Ultra ada di angka 166.

Bahkan, Vivo disebut mencetak skor tertinggi untuk video exposure di database DXOMark, yaitu 133. Ini memberi sinyal bahwa Vivo sangat kuat dalam menjaga eksposur video, terutama saat menghadapi perubahan cahaya yang cepat.

Titik lemah Vivo masih membatasi skor total

Masalahnya, performa unggul di beberapa subkategori belum cukup menutupi kelemahan di aspek yang lebih mendasar. Artikel referensi menyebut tone kulit gelap pada Vivo kadang tampak terlalu terang dan kurang natural.

DXOMark juga menyoroti detail yang tidak selalu konsisten saat low light. Selain itu, ghosting dan color fringing masih sesekali muncul, sementara sudut pandang ultrawide dinilai lebih sempit dibanding sejumlah pesaing di kelas premium.

Dalam penilaian kamera modern, konsistensi sangat penting. Ponsel dengan hasil bagus di satu skenario tetapi kurang stabil di skenario lain biasanya tetap tertinggal dari perangkat yang performanya lebih seimbang.

Itu sebabnya Huawei Pura 80 Ultra masih bertahan di puncak. Keunggulan pada dynamic range, akurasi eksposur, warna, dan tone kulit membuatnya lebih kuat di penggunaan umum, bukan hanya pada skenario tertentu.

Bagi konsumen, hasil ini menunjukkan bahwa Vivo X300 Pro belum bisa disebut sebagai penguasa baru kamera smartphone. Meski sangat kompetitif untuk telefoto, bokeh, dan video, gelar “Camera King” versi pengujian DXOMark masih berada di tangan Huawei Pura 80 Ultra.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: inet.detik.com

Berita Terkait

Back to top button