Samsung Galaxy S26 mulai disorot bukan hanya karena spesifikasinya, tetapi juga karena desain internal yang dinilai lebih ramah perbaikan. Temuan itu muncul dari video teardown yang diunggah kanal YouTube PBKReviews dan memperlihatkan bagaimana komponen ponsel ini dibongkar serta dipasang kembali.
Bagi pengguna, informasi seperti ini penting karena daya tahan perangkat tidak hanya ditentukan performa, tetapi juga kemudahan servis saat terjadi kerusakan. Dari hasil pembongkaran tersebut, Galaxy S26 disebut meraih skor repairability 9 dari 10, angka yang tergolong tinggi untuk ponsel kelas flagship.
Teardown mengungkap fokus baru pada kemudahan servis
Dalam video berdurasi lebih dari 11 menit itu, proses dibuka dengan melepas tray SIM dan panel belakang. Panel belakang disebut dapat diangkat relatif cepat setelah diberi sedikit panas, yang menunjukkan penggunaan perekat yang masih kuat namun tidak terlalu menyulitkan saat pembongkaran.
Setelah bagian belakang dilepas, terlihat ada 19 sekrup Phillips yang menahan sejumlah komponen utama. Penutup motherboard menampung antena NFC, koil pengisian daya nirkabel, serta lembar grafit untuk membantu manajemen panas.
PBKReviews juga menyoroti bahwa penutup kaca lensa kamera belakang beserta ring-nya dapat diganti dengan cukup mudah. Detail kecil seperti ini relevan karena kerusakan pada area lensa kamera cukup sering terjadi akibat benturan atau goresan.
Modul kamera dan baterai dinilai mudah diganti
Salah satu poin terkuat Galaxy S26 ada pada modul kamera belakang yang bisa dilepas dengan cara memutus sambungan kabelnya. Di dalam perangkat ini terdapat kamera utama 50 megapiksel, lensa telefoto 10 megapiksel, dan kamera ultra-wide 12 megapiksel.
Kamera depan 12 megapiksel dipasang dengan perekat dan gasket. Meski begitu, video teardown menyebut komponen itu tetap bisa diganti menggunakan alat tipis seperti pisau presisi atau razor blade.
Baterai berkapasitas 4.300mAh juga menjadi sorotan karena memakai pull tabs untuk memudahkan pelepasan. Pendekatan ini membuat proses penggantian baterai lebih aman dan lebih sederhana dibanding desain yang menempel sangat kuat tanpa penarik khusus.
Saat baterai diangkat, teardown memperlihatkan sistem pendingin vapour chamber berukuran besar. Komponen ini penting untuk menjaga suhu perangkat tetap stabil saat ponsel menjalankan beban berat seperti gaming, perekaman video, atau pemrosesan AI di perangkat.
Sistem pendingin disebut lebih besar dari generasi sebelumnya
Menurut video tersebut, Galaxy S26 memiliki vapour chamber yang lebih besar dibanding Galaxy S25. Ruang pendingin itu disebut memanjang hingga ke bawah area baterai dan motherboard, menandakan Samsung memberi perhatian lebih pada disipasi panas internal.
Langkah ini selaras dengan posisi Galaxy S26 sebagai ponsel yang diperkenalkan dengan chipset Exynos 2600 dan layar 6,3 inci. Pendinginan yang lebih luas biasanya dibutuhkan agar performa tetap konsisten dalam penggunaan intensif dan untuk menekan risiko throttling.
Selain itu, sub-board di bagian bawah dipasang menggunakan dua sekrup Phillips. Area ini juga memuat gasket karet merah di sekitar port pengisian daya, mikrofon utama, serta penempatan motor haptic di bagian bawah perangkat.
Pembaca kartu SIM disebut berada di sisi belakang susunan internal. Sementara itu, kabel fleksibel untuk tombol volume dan tombol daya dapat diganti dengan melepas bracket logam dan mengangkat kabelnya.
Komponen yang dinilai paling mudah diakses
Berikut beberapa bagian Galaxy S26 yang dalam video disebut relatif mudah diperbaiki atau diganti:
- Panel belakang, setelah pemanasan ringan.
- Penutup lensa kamera belakang dan ring-nya.
- Modul kamera belakang melalui konektor kabel.
- Baterai 4.300mAh berkat pull tabs.
- Kabel fleksibel tombol volume dan daya.
- Tombol fisik yang bisa dilepas dari frame.
Untuk penggantian layar, ada dua metode yang diperlihatkan. Teknisi bisa memanaskan bagian depan untuk melepas layar tanpa membongkar semua isi ponsel, atau membuka perangkat dari belakang lalu melepas sekrup, komponen, dan kabel sebelum memberi panas pada panel layar.
Mengapa skor repairability 9/10 penting
Skor 9/10 dari PBKReviews menunjukkan Galaxy S26 berada di posisi yang sangat baik dalam hal keterbukaan desain terhadap perbaikan. Ini penting di tengah tren industri yang sering mengutamakan bodi tipis dan rapat, tetapi justru membuat servis semakin rumit dan mahal.
Dari sudut pandang konsumen, desain yang lebih mudah diperbaiki berpotensi memperpanjang umur pakai perangkat. Jika baterai, kamera, tombol, atau layar dapat diganti dengan prosedur yang lebih sederhana, biaya perawatan bisa lebih terkendali dan perangkat tidak cepat berakhir sebagai limbah elektronik.
Temuan ini juga memberi sinyal bahwa Samsung tidak hanya mengejar peningkatan performa dan fitur, tetapi mulai memberi ruang pada aspek keberlanjutan produk. Perangkat yang mudah dibuka, mudah diganti komponennya, dan tetap berfungsi normal setelah dirakit ulang umumnya mendapat nilai lebih di mata teknisi maupun pengguna yang mempertimbangkan kepemilikan jangka panjang.
Di akhir video, unit Galaxy S26 dirakit kembali dengan lem baru, penutup belakang dipasang ulang, lalu perangkat dinyalakan. Ponsel tersebut terlihat berfungsi normal setelah proses pembongkaran penuh, sebuah indikasi bahwa struktur internal Galaxy S26 memang dirancang dengan pendekatan yang lebih bersahabat untuk servis dan penggantian komponen.
Source: www.gadgets360.com