
Kemunculan vivo X300 Ultra di database Geekbench memberi gambaran awal soal performa dan spesifikasi inti perangkat ini. Temuan itu penting karena muncul menjelang peluncuran resminya bersama vivo X300s pada 30 Maret, sekaligus menguatkan sejumlah detail yang sebelumnya sudah dikonfirmasi perusahaan.
Dalam listing benchmark tersebut, prototipe vivo X300 Ultra tercatat memakai nomor model V2547DA. Perangkat ini membukukan skor single-core 3.722 dan multi-core 11.621, yang menunjukkan kelas performa flagship untuk kebutuhan berat seperti fotografi komputasional, gaming, dan pemrosesan AI di perangkat.
Hasil Geekbench menguatkan chipset dan memori
Data Geekbench menunjukkan vivo X300 Ultra ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chip ini dipadukan dengan RAM 16GB, sementara sistem operasinya tercatat Android 16 dengan antarmuka OriginOS 6.
Kombinasi itu tidak mengejutkan untuk ponsel kelas ultra, tetapi tetap penting sebagai konfirmasi dari sumber independen seperti database benchmark. Dalam praktiknya, konfigurasi tersebut biasanya menjadi modal utama untuk menjaga kinerja tetap stabil saat ponsel menangani pemotretan resolusi tinggi, video, dan multitasking berat.
Fokus utama ada di sektor kamera
Di luar performa, daya tarik terbesar vivo X300 Ultra justru berada pada sistem kameranya. Vivo telah mengonfirmasi bahwa ponsel ini membawa kamera utama 200MP dengan sensor Sony Lytia 901 berukuran 1/1,12 inci, panjang fokus 35mm, bukaan f/1.85, serta stabilisasi CIPA 6.5.
Konfigurasi ini menarik karena penggunaan focal length 35mm pada kamera utama berbeda dari pendekatan banyak ponsel lain yang lebih dekat ke 24mm atau 23mm. Pendekatan 35mm biasanya dianggap lebih natural untuk fotografi jalanan, potret lingkungan, dan komposisi yang mendekati sudut pandang kamera profesional.
Susunan kamera belakang yang dikonfirmasi
Berikut detail kamera yang sudah diumumkan resmi oleh vivo:
-
Kamera utama 200MP
Sensor Sony Lytia 901 1/1,12 inci, focal length 35mm, aperture f/1.85, stabilisasi CIPA 6.5. -
Kamera periskop telefoto 200MP
Sensor Samsung Isocell HP0 1/1,4 inci, focal length 85mm, aperture f/2.67, OIS 3°, stabilisasi CIPA 7.0. - Kamera ultrawide 50MP
Sensor Sony Lytia 818 1/1,28 inci, focal length 14mm, aperture f/2.0, OIS 2°, stabilisasi CIPA 6.0.
Spesifikasi ini memperlihatkan bahwa vivo tidak hanya mengejar resolusi tinggi, tetapi juga ukuran sensor besar dan sistem stabilisasi yang agresif. Untuk pengguna, kombinasi itu berpotensi menghasilkan foto malam yang lebih baik, detail lebih kaya, dan video yang lebih stabil dalam berbagai skenario.
Periskop 200MP jadi pembeda penting
Kamera telefoto periskop 200MP tampaknya akan menjadi salah satu fitur paling menonjol dari X300 Ultra. Sensor Samsung Isocell HP0 berukuran 1/1,4 inci tergolong besar untuk kamera zoom, sehingga berpotensi meningkatkan kualitas detail pada jarak jauh dan membantu performa di cahaya rendah.
Focal length 85mm juga sangat relevan untuk fotografi potret. Dengan bukaan f/2.67 dan dukungan OIS 3°, kamera ini terlihat dirancang untuk memberi hasil yang lebih konsisten saat memotret subjek bergerak atau kondisi genggam tanpa tripod.
Strategi vivo: ponsel sebagai kamera utama
Vivo juga menyiapkan dua kit teleconverter untuk perangkat ini, masing-masing 200mm dan 400mm. Langkah ini menegaskan ambisi perusahaan untuk memosisikan X300 Ultra sebagai perangkat yang bisa menggantikan kebutuhan kamera terpisah dalam banyak situasi pemotretan.
Secara strategi produk, pendekatan itu sejalan dengan tren pasar flagship premium yang semakin menonjolkan pengalaman fotografi sebagai pembeda utama. Ketika performa chipset antarponsel kelas atas mulai merata, inovasi kamera dan aksesori menjadi cara paling efektif untuk menarik perhatian pengguna.
Apa arti skor benchmark bagi calon pembeli
Skor Geekbench tidak selalu menggambarkan pengalaman penggunaan sehari-hari secara penuh. Namun, data tersebut tetap berguna untuk membaca potensi performa CPU, terutama untuk tugas berat yang mengandalkan pemrosesan cepat dan efisien.
Dengan skor single-core 3.722 dan multi-core 11.621, vivo X300 Ultra terlihat siap bersaing di kelas premium. Dukungan RAM 16GB juga memberi sinyal bahwa perangkat ini dipersiapkan untuk beban kerja besar, termasuk pemrosesan foto 200MP, perekaman video resolusi tinggi, dan fitur AI generatif yang makin umum hadir di ponsel flagship.
Peluncuran resmi vivo X300 Ultra dijadwalkan berlangsung pada 30 Maret bersama vivo X300s. Menjelang pengumuman penuh itu, listing Geekbench dan detail kamera yang sudah dikonfirmasi memberi gambaran cukup jelas bahwa perangkat ini akan bertumpu pada kombinasi performa papan atas dan sistem kamera yang sangat ambisius.
Source: www.gsmarena.com








