Notifikasi Menumpuk di Galaxy S26, Dua Fitur AI Ini Diam-Diam Menyelamatkan Hari Anda

Samsung menambahkan dua fitur notifikasi berbasis AI yang cukup tersembunyi di Galaxy S26. Keduanya hadir lewat One UI 8.5 dan dirancang untuk membantu pengguna membaca serta memilah notifikasi dengan lebih cepat.

Fitur ini bukan sekadar tambahan kosmetik. Dalam praktiknya, Galaxy S26 kini bisa merangkum isi notifikasi yang panjang dan menempatkan notifikasi yang paling penting di urutan teratas sesuai kebiasaan pengguna.

Dua fitur AI notifikasi yang patut diperhatikan

Fitur pertama adalah Summarize notifications atau ringkasan notifikasi. Fitur ini memadatkan notifikasi panjang menjadi versi singkat yang lebih mudah dibaca di panel notifikasi.

Contohnya, pesan grup yang ramai atau email dengan isi panjang tidak lagi tampil penuh dalam bentuk mentah. Sistem AI akan membuat ringkasan singkat agar pengguna bisa langsung memahami inti pesan tanpa harus membuka aplikasi.

Fitur kedua adalah Prioritize notifications. Sistem ini mempelajari pola penggunaan, termasuk aplikasi yang paling sering dibuka dan notifikasi yang paling sering disentuh.

Hasilnya, notifikasi yang dinilai paling relevan akan muncul lebih dulu. Ini berguna saat layar ponsel dipenuhi banyak pemberitahuan, terutama pada pagi hari atau setelah perangkat lama tidak dibuka.

Android Central menyebut kedua fitur ini sebagai tambahan yang “genuinely useful” pada Galaxy S26. Penilaian itu cukup masuk akal karena manfaatnya terasa langsung pada penggunaan harian, bukan hanya pada skenario demo.

Cara kerja ringkasan notifikasi di Galaxy S26

Menurut informasi dari Samsung yang dikutip Android Central, ringkasan notifikasi bekerja pada berbagai aplikasi pesan populer. Dukungan itu mencakup WhatsApp, Google Messages, Facebook Messenger, Snapchat, Telegram, dan aplikasi lain sejenis.

Fitur ini juga mendukung banyak bahasa. Daftarnya meliputi Inggris, Portugis, Spanyol, Prancis, Jerman, Italia, Mandarin, Jepang, Korea, Thai, Polandia, Vietnam, dan Hindi.

Meski demikian, Samsung tetap memberi catatan penting. Karena fitur ini berbasis AI, hasil ringkasan kadang bisa kurang akurat pada situasi tertentu.

Catatan lain yang tak kalah penting adalah soal waktu aktivasi. Dalam pengujian Android Central, ringkasan notifikasi tidak langsung muncul sesaat setelah fitur diaktifkan dan baru mulai bekerja setelah lebih dari sepekan pada Galaxy S26 Ultra.

Samsung juga menyebut fitur ini bisa tidak aktif saat baterai lemah atau ketika mode hemat daya dinyalakan. Artinya, performa fitur tetap bergantung pada kondisi sistem dan manajemen daya perangkat.

Prioritize notifications belajar dari kebiasaan pengguna

Prioritize notifications bekerja dengan pendekatan yang berbeda. Fitur ini tidak meringkas isi pesan, tetapi mengatur urutan notifikasi berdasarkan kebiasaan pengguna.

Jika seseorang lebih sering membuka aplikasi kerja ketimbang media sosial pada jam tertentu, sistem dapat menempatkan notifikasi kerja lebih atas. Pendekatan ini membuat panel notifikasi terasa lebih relevan tanpa perlu pengaturan manual yang rumit.

Samsung juga menekankan bahwa pemrosesan fitur ini dilakukan langsung di perangkat. Dengan kata lain, data notifikasi tidak perlu dikirim ke cloud untuk diproses.

Aspek ini penting dari sisi privasi. Di tengah tren fitur AI yang sering mengandalkan pemrosesan jarak jauh, pemrosesan on-device menjadi nilai tambah untuk pengguna yang lebih sensitif pada keamanan data.

Cara mengaktifkan dua fitur ini

Bagi pengguna Galaxy S26, langkah pengaktifannya tergolong sederhana. Namun, fitur Galaxy AI harus sudah aktif terlebih dahulu di perangkat.

Berikut langkah yang dijelaskan dalam artikel referensi:

  1. Buka Settings.
  2. Masuk ke menu Notifications.
  3. Pilih Notification highlights.
  4. Aktifkan Prioritize notifications dan Summarize notifications.

Setelah aktif, fitur belum tentu langsung bekerja seketika. Samsung menyebut sistem ini bisa memerlukan beberapa jam hingga beberapa hari sebelum hasilnya mulai terlihat.

Ketika ringkasan notifikasi sudah aktif, pengguna akan melihat ikon tiga garis dengan panah di samping notifikasi aplikasi. Notifikasi asli tetap bisa dibuka penuh dengan mengusap ke bawah untuk melihat isi lengkap pesan atau email.

Mengapa fitur ini terasa lebih berguna daripada sekadar fitur AI biasa

Banyak fitur AI di ponsel premium sering terdengar menarik di atas kertas, tetapi jarang dipakai setiap hari. Dua fitur di Galaxy S26 ini justru bergerak di area yang sangat sering disentuh pengguna, yaitu notifikasi.

Nilai praktisnya muncul karena fitur bekerja di latar belakang. Pengguna tidak perlu mengubah kebiasaan besar untuk merasakan manfaatnya.

Namun, fitur ini belum sepenuhnya sempurna. Saat ini belum ada opsi manual untuk memaksa ringkasan aktif pada aplikasi tertentu, sehingga pengguna harus menunggu sistem bekerja otomatis sesuai penilaian perangkat.

Keterbatasan itu tetap layak dicatat agar ekspektasi tetap realistis. Meski begitu, kombinasi ringkasan isi pesan, pengurutan notifikasi berbasis kebiasaan, dan pemrosesan on-device membuat dua fitur ini menjadi salah satu tambahan One UI 8.5 yang paling fungsional di Galaxy S26.

Source: www.androidcentral.com
Exit mobile version