
Crimson Desert masih bisa dimainkan nyaman di resolusi 1080p pada PC kelas bawah, tetapi pengaturan grafis perlu disusun dengan cermat. Fokus utamanya adalah menjaga frame rate tetap stabil tanpa membuat tampilan visual jatuh terlalu jauh.
Artikel referensi dari Sportskeeda Gaming menyebut game open-world buatan Pearl Abyss ini punya optimasi yang cukup baik. Namun, perangkat lama tetap berisiko mengalami stutter, frame drop, dan crash jika beberapa fitur berat dibiarkan aktif.
Setting video terbaik untuk 1080p
Untuk target 1080p di PC low-end, mode tampilan yang direkomendasikan adalah Borderless dengan resolusi 1920×1080. Pendekatan ini memudahkan transisi antaraplikasi dan umumnya tetap praktis untuk pemakaian harian.
Upscaling menjadi komponen penting karena native 1080p disebut bisa terlihat agak bergerigi. Karena itu, FSR Upscaling 3.1 atau teknologi setara dari Nvidia lebih disarankan, dengan profil Quality atau Balanced.
Frame Generation sebaiknya dimatikan pada konfigurasi kelas bawah. Opsi seperti AMD/Nvidia Frame Generation, Ray Generation, dan fitur serupa justru bisa menambah potensi bug atau ketidakstabilan.
V-Sync juga direkomendasikan dalam posisi off. Langkah ini umumnya membantu mengurangi latensi tambahan, meski screen tearing ringan bisa saja muncul pada sebagian sistem.
Berikut ringkasan setting video yang paling aman:
- Screen Mode: Borderless
- Resolution: 1920×1080
- Upscaling Mode: FSR Upscaling 3.1 / teknologi setara Nvidia
- Upscale Resolution: Quality atau Balanced
- Frame Generation: Off
- Ray Generation/Ray Construction: Off
- Nvidia Reflex: Off
- V-Sync: Off
Setting grafis yang seimbang untuk PC lemah
Preset terbaik bukan Low penuh, melainkan Custom dengan kombinasi medium dan low. Strategi ini memberi hasil visual yang lebih layak sambil tetap menahan beban GPU dan CPU.
Berdasarkan data referensi, Model Quality, Texture Quality, dan Shadow Quality bisa diletakkan di Medium. Ray Tracing wajib dimatikan karena efek ini paling berat untuk kartu grafis lawas.
Lighting Quality dan Reflection Quality juga lebih aman di Medium. Sementara itu, Advanced Weather Effect lebih baik dimatikan untuk menghindari lonjakan beban saat cuaca dan partikel muncul padat.
Water Quality direkomendasikan Low. Pengaturan ini sering memberi penghematan performa yang terasa, terutama pada area terbuka yang banyak elemen refleksi.
Foliage Quality masih bisa dipertahankan di Medium bila sistem cukup stabil. Untuk Volumetric Fog Quality, pilihan High atau Medium masih disebut memungkinkan, tetapi pada PC yang benar-benar pas-pasan opsi Medium lebih aman.
Effect Quality dapat diletakkan di Low atau Medium sesuai kondisi perangkat. Simulation Quality dan Post-Processing Effect Quality direkomendasikan di Medium agar kualitas gambar tetap layak tanpa terlalu membebani sistem.
Tabel ringkas pengaturan grafis yang relevan:
| Pengaturan | Nilai |
|---|---|
| Preset | Custom |
| Model Quality | Medium |
| Texture Quality | Medium |
| Shadow Quality | Medium |
| Ray Tracing | Off |
| Lighting Quality | Medium |
| Reflection Quality | Medium |
| Advanced Weather Effect | Off |
| Water Quality | Low |
| Foliage Quality | Medium |
| Volumetric Fog Quality | Medium atau High |
| Effect Quality | Low atau Medium |
| Simulation Quality | Medium |
| Post-Processing Effect Quality | Medium |
Catatan penting untuk pengguna AMD dan Nvidia
Sportskeeda Gaming menyebut hasil uji mereka menunjukkan Crimson Desert berjalan lebih baik di GPU Nvidia dibanding kartu AMD pada 1080p. Karena itu, pengguna Nvidia umumnya bisa sedikit lebih longgar saat memilih setting.
Untuk GPU Nvidia seri 20 dan 30, artikel referensi menyarankan penggunaan DLSS 4 sebagai metode upscale bila tersedia. Untuk seri yang lebih tinggi, opsi DLSS 4.5 disebut lebih optimal karena dukungan dan optimasinya lebih baik.
Di sisi lain, ada catatan khusus untuk pengguna AMD. Dalam pengujian referensi, Frame Generation disebut sempat bermasalah dan menyebabkan crash berulang pada Radeon RX 6600.
Temuan itu tidak otomatis berarti semua kartu AMD akan mengalami hal serupa. Namun, data tersebut cukup kuat untuk menjadikan Frame Generation sebagai fitur yang sebaiknya dinonaktifkan lebih dulu saat mencari kestabilan.
Jangan hanya terpaku pada indikator VRAM
Crimson Desert memiliki penghitung penggunaan VRAM di menu grafis. Meski berguna sebagai acuan awal, indikator ini tidak selalu menggambarkan kestabilan performa secara utuh.
Referensi menegaskan bahwa game ini juga cukup bergantung pada CPU dan memori sistem. Artinya, penggunaan GPU yang tampak masih longgar belum tentu berarti setting tersebut aman untuk sesi bermain panjang.
Karena itu, penyesuaian bertahap lebih efektif dibanding langsung menaikkan semua opsi sampai batas VRAM. Jika muncul stutter atau crash, penurunan pertama yang paling logis biasanya ada pada fog, effect, shadow, dan foliage.
Bila sistem tetap tidak stabil, pengguna bisa mulai dari kombinasi Balanced upscaling, Water Quality Low, Effect Quality Low, dan Volumetric Fog Medium. Susunan ini menjadi titik awal yang paling realistis untuk menjaga 1080p tetap bermain dengan lancar di PC low-end sambil mempertahankan kualitas visual yang masih enak dilihat.
Source: tech.sportskeeda.com








